Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal 3 Lawan Indonesia di Fase Grup FIFA ASEAN Cup 2026, Waspada!

3 min read
Mengenal 3 Lawan Indonesia di Fase Grup FIFA ASEAN Cup 2026, Waspada!
ilustrasi pertandingan sepak bola (pexels.com/Alessandro Ascione)
Share Article

Persaingan tim nasional sepak bola di kawasan Asia Tenggara kembali membara lewat gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, kejuaraan yang kali ini digagas oleh induk sepak bola dunia, FIFA. Berdasarkan hasil undian fase grup, Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Mengusung target merengkuh gelar juara, tim asuhan John Herdman tersebut tidak boleh memandang remeh tiga pesaing mereka. Terlebih perubahan positif sedang dijalani para calon lawan Indonesia tersebut.

  1. 1. Meski ditangani pelatih sementara, Malaysia masih menerapkan skema permainan Peter Cklamovski

    Rival abadi Indonesia, Malaysia, memang terguncang setelah mundurnya Peter Cklamovski sebagai pelatih. Namun, di bawah Tan Cheng Hoe, juru taktik sementara, mereka justru bisa melaju hingga semifinal ASEAN Championship 2026 yang berlangsung bulan lalu. Cheng Hoe sendiri memilih tetap menerapkan skema permainan possession ball milik Cklamovski.

    Dilansir Football User, taktik Malaysia bertumpu pada pergerakan wing-back yang agresif membantu serangan. Sedangkan winger mereka bergerak menyempit ke area half-space untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah. Ditambah dengan high-pressing dari lini depan untuk memaksa lawan melakukan umpan jauh, lini belakang Indonesia dituntut ekstra cermat saat membangun serangan dari bawah.

    Profil tim per September 2026

    • Pelatih: Tan Cheng Hoe (interim)
    • Kapten: Dion Cools
    • Pemain andalan: Azri Ghani, Ubaidullah Shamsul, G. Pavithran, Paulo Josue, Mohamadou Sumareh
    • Pemain muda (usia di bawah 23 tahun): Faris Danish, Ziad El Basheer.

  2. 2. Di bawah pelatih Gavin Lee, Singapura kini tampil lebih berani saat meladeni permainan terbuka

    Singapura tampil dengan wajah baru yang jauh lebih berani dengan Gavin Lee sebagai juru taktik. The Lions tak lagi mengusung pendekatan pasif atau sekadar bertahan total saat berjumpa tim-tim kuat kawasan regional. Mereka tak ragu untuk meladeni permainan terbuka dan mengambil risiko demi berburu gol. Dan ini mereka perlihatkan ketika mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 pada leg kedua ASEAN Championship 2026.

    Dilansir Sofascore, Singapura menjaga kerapatan antarlini baik saat menyerang maupun bertahan. Organisasi taktik yang rapi ini memberi kebebasan kepada para pemain untuk berekspresi di atas lapangan. Hasilnya, mereka unggul possession ball serta bisa menandingi jumlah peluang yang diciptakan Thailand. Dengan ini, Hariss Harun dan kawan-kawan seolah tak ragu meladeni agresivitas Indonesia.

    Profil tim per September 2026

    • Pelatih: Gavin Lee
    • Kapten: Hariss Harun
    • Pemain andalan: Izwan Mahbud, Shah Shahiran, Harhys Stewart, Kyoga Nakamura, Shawal Anuar
    • Pemain muda (usia di bawah 23 tahun): Nathan Mao, Raoul Suhaimi, Luth Harith Fathi.

  3. 3. Bangladesh mengandalkan skema dua gelandang bertahan untuk meredam serangan lawan

    Sebagai salah satu tim undangan, Bangladesh berpotensi merusak peta persaingan berkat perubahan gaya bermain yang makin modern dengan Thomas Dooley sebagai pelatih. Bangladesh kini meninggalkan skema penyerangan yang diawali umpan lambung (long ball). Mereka beralih ke skema double pivot kuat di lini tengah yang digalang pemain kunci seperti Hamza Choudhury.

    Dilansir Sofascore, sistem dua gelandang bertahan ini berfungsi sebagai perisai lini belakang. Bangladesh kemudian mengandalkan para gelandang untuk melakukan pressing. Jika mendapat bola, mereka langsung melancarkan serangan balik kilat memanfaatkan kecepatan winger. Tak pelak, sektor sayap klub berjuluk The Tigers of Bengal ini harus diwaspadai.

    Profil tim per September 2026

    • Pelatih: Thomas Dooley
    • Kapten: Jamal Bhuyan
    • Pemain andalan: Tariq Kazi, Sohel Rana, Saad Uddin, Topu Barman, Hamzah Choudury
    • Pemain muda (usia di bawah 23 tahun): Zayyan Ahmed, Shakil Ahad Topu, Shekh Morsalin

    Singkatnya, Indonesia menghadapi tiga lawan dengan strategi bermain yang bervariasi. Ini menjadi ujian untuk Tim Garuda yang sedang membangun ulang kekuatan di bawah John Herdman. Mampukah Jay Idzes dan kawan-kawan meredam strategi lawan dan mengamankan posisi puncak klasemen Grup A?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More