Makna Gol Debut Alexander Prass pada Laga Ke-50 bersama Hoffenheim

Hoffenheim meraih kemenangan pada laga tunda pekan ke-16 Bundesliga Jerman 2025/2026, Selasa (27/1/2026). Bermain sebagai tamu di Weserstadion, Hoffenheim mengalahkan Werder Bremen dengan skor 2-0. Alexander Prass mencetak gol pembuka Die Kraichgauer.
Bagi Prass, gol tersebut istimewa karena merupakan torehan pertamanya untuk Hoffenheim. Makin spesial, ia mengukirnya dengan cara yang begitu indah. Tidak hanya itu, laga ini juga bernilai lebih. Pemain asal Austira tersebut membuat penampilan yang ke-50 bersama mereka.
1. Alexander Prass membobol gawang Werder Bremen lewat tendangan jarak jauh
Hoffenheim superior di klasemen ketika berhadapan dengan Werder Bremen pada Selasa (27/1/2026). Mereka datang sebagai penghuni peringkat keempat, sedangkan Bremen berada di posisi 12. Keunggulan tersebut akhirnya terbukti pada menit 44. Hoffenheim mengejutkan publik tuan rumah dengan gol spektakuler Alexander Prass.
Semua berawal dari manuver Wouter Burger usai menerima lemparan ke dalam dari Robin Hranac. Burger menusuk ke jantung pertahanan Bremen dan menyerahkan bola kepada Andrej Kramaric. Nama terakhir lantas memberikan wall pass. Prass menerimanya dan langsung menghajarnya pada sentuhan pertama dari luar kotak penalti. Bola melaju begitu kencang ke pojok gawang Bremen.
Hoffenheim mendapat petaka ketika Burger terkena kartu merah pada menit 52. Namun, gol Prass membuat mereka bisa tetap tenang. Hasilnya, tim asuhan Christian Ilzer ini malah mampu menambah kenggulan 2 menit berselang melalui Grischa Proemel. Skor tidak berubah hingga pertandingan usai. Tiga poin mengantarkan Hoffenheim ke posisi ketiga menggeser RB Leipzig.
2. Alexander Prass terpilih sebagai pemain terbaik pada laga melawan Werder Bremen
Alexander Prass tidak bermain penuh saat melawan Werder Bremen pada Selasa (27/1/2026). Ia digantikan Kevin Akpoguma pada menit 90+6. Meski begitu, Prass terpilih sebagai man of the match. Selain karena golnya, pemain berusia 24 tahun itu juga berkontribusi besar dari sisi defensif. Prass begitu aktif. Bundesliga mencatat, ia mencapai kecepatan tertinggi hingga 31,65 kilometer per jam.
Pertandingan ini sendiri merupakan momen istimewa bagi Alexander Prass. Pemakai nomor punggug 22 tersebut membuat penampilannya yang ke-50 bersama mereka. Prass bergabung dengan Hoffenheim dari Sturm Graz pada musim panas 2024. Ia layak disebut sebagai andalan. Per 28 Januari 2026, hanya ada 16 pertandingan ketika Prass tidak bermain dan 10 di antaranya akibat cedera.
Hebatnya, golnya juga merupakan yang pertama untuk Hoffenheim. Sebelumnya, sumbangsih terbaik Prass dari sisi ofensif untuk Hoffenheim hanya tiga assist. Ia membuatnya ketika mereka menang 4-3 atas RB Leipzig pada 23 November 2024, kalah 1-2 dari Borussia Moenchengladbach pada 21 Desember 2024, dan menang 4-1 atas Hamburg pada 13 Desember 2025.
3. Laga melawan Werder Bremen sekaligus menjadi bukti transformasi Alexander Prass
Alexander Prass membuat penampilan yang ke-50 dan gol yang pertama untuk Hoffenheim saat melawan Werder Bremen pada Selasa (27/1/2026). Ini jelas sebuah prestasi yang membanggakan. Namun, ada pencapaian jauh lebih dalam dari sekadar dua hal tersebut. Laga ini menjadi bukti dari transformasinya, terutama terkait posisi bermain.
Sebelum bergabung dengan Hoffenheim, Prass sejatinya adalah seorang gelandang. Namun, sejak awal, manajemen Hoffenheim menegaskan mereka akan memanfaatkannya sebagai bek kiri. Prass lantas rutin bertugas sebagai wing-back dalam skema 3 bek dalam 14 penampilan pertamanya ketika klub dilatih Pellegrino Matarazzo.
Hoffenheim berganti memakai formasi empat bek ketika Christian Ilzer menggantikan Matarazzo pada 15 November 2024. Prass pun dipasang sebagai bek kiri murni. Namun, Hoffenheim memboyong Bernardo yang juga bermain di pos tersebut pada awal 2025/2026. Menariknya, alih-alih mencadangkannya, Ilzer tetap memainkan Prass sebagai winger.
Laga melawan Bremen tercatat sebagai penampilan keenam secara beruntun Prass sebagai winger. Sementara, secara total, ia sudah sepuluh kali beroperasi di posisi ini. Gol debutnya tentu tidak terlepas karena perubahan tersebut. Pada saat yang sama, Hoffenheim juga merasakan manfaat darinya secara defensif karena nalurinya sebagai pemain bertahan.
Prass akhirnya membuka keran golnya bersama Hoffenheim. Pria asal Austria ini melakukannya pada momen istimewa: penampilan yang ke-50. Prass terikat kontrak dengan Hoffenheim sampai 2028. Namun, jika terus berkembang seperti yang telah ia tunjukkan hingga sekarang, tampaknya ia bakal berlabuh di klub lebih besar sebelum tahun tersebut tiba.


















