Makna Tangis Pelatih Timnas Futsal Iran Jelang Final Piala Asia 2026

- Pelatih Iran, Vahid Shamsaei, mendadak menangis saat sesi jumpa pers jelang laga final Piala Asia 2026.
- Shamsaei mengungkapkan tekanan yang dihadapi Iran di turnamen ini dan menyampaikan duka untuk warga Iran yang kehilangan keluarga mereka.
- Shamsaei ingin mempersembahkan gelar juara bagi Iran yang sedang konflik sebagai bentuk kesatuan dan harapan untuk masa depan.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaei, mendadak emosional saat sesi jumpa pers jelang laga final Piala Asia 2026, Jumat (6/2/2026). Kenapa tangisan itu muncul?
Awalnya, sesi jumpa pers berjalan biasa saja. Shamsaei mengutarakan optimismenya bahwa Iran akan juara lagi, plus mengutarakan rasa hormatnya juga bagi Indonesia.
Namun, semua mendadak emosional ketika ada yang menanyakan soal Indonesia yang akan melawan Iran dengan motivasi tinggi. Tiba-tiba saja, suasana menjadi sendu.
1. Shamsaei mendadak menangis

Vahid mengungkapkan, tekanan yang dihadapi Iran di Piala Asia 2026 ini berbeda dengan negara-negara lain. Dia tidak menyebutkan jenis tekanannya, tetapi langsung memberi apresiasi pada timnya.
"Tdak ada satupun tim di turnamen yang tidak mendapatkan tekanan begitu besar. Karena itu saya ingin mengapresiasi pemain, rekan kerja, dan manajemen staf di tim ini yang bisa mengatasi tekanan itu," kata Shamsaei.
Setelah mengucapkan kalimat itu, Shamsaei langsung berhenti bicara dan menunduk. Tangannya berkali-kali menyapu matanya, yang ternyata mulai berlinang.
2. Sempat ditenangkan oleh penerjemah

Melihat ekspresi Shamsaei yang seperti ini, penerjemah tim Iran langsung berhenti seketika dan mengusap punggung Shamsaei. Usai beberapa saat, Shamsaei langsung meneruskan kalimatnya lagi.
"Satu-satunya alasan kami ada di sini adalah untuk menunjukkan profesionalisme. Saya juga ingin menyampaikan duka yang mendalam untuk warga [Iran] yang kehilangan keluarga mereka di sana," ucap Shamsaei.
3. Gelar juara bagi negara yang sedang konflik

Shamsaei mengungkapkan, dengan situasi yang tengah terjadi di Iran sekarang, ingin sekali mempersembahkan gelar bagi Iran. Sekadar informasi, konflik ternyata tengah berkecamuk di sana.
"Jadi segala perjuangan ini kami persembahkan untuk mereka. Futsal tidak lebih berharga saat ini. Yang lebih berharga adalah kita semua bersatu, bergandengan tangan untuk melampaui tantangan ini dan menatap masa depan," kata Shamsaei.
Ketika Timnas Futsal-nya mentas di Piala Asia, situasi di Iran masih panas. Konflik berkepanjangan memuncak pada akhir 2025 hingga Januari 2026, diwarnai demonstrasi besar di berbagai kota. Ribuan warga tewas dalam rentetan kejadian itu.













