Manchester City Resmi Banding Kasus 114 Pelanggaran Finansial

Manchester City mengajukan banding atas vonis bersalah dalam 114 dari 115 dakwaan pelanggaran financial fair play.
Klub menilai putusan Komisi Independen mengandung kesalahan material dan menyatakan memiliki bukti yang mendukung posisinya.
Proses ini berpotensi berdampak pada keikutsertaan Manchester City di Premier League serta posisi Sheikh Mansour sebagai pemilik.
Jakarta, IDN Times - Manchester City akhirnya resmi mengajukan banding atas kasus pelanggaran financial fair play (FFP). Banding itu diajukan sehari sebelum tenggat, Kamis (1/10/2026) pukul 19.00 waktu setempat.
Dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League, Komisi Independen memvonis ManCity bersalah atas 114 di antaranya. Lantas, apa kata klub setelah resmi mengajukan banding?
1. Ada kekeliruan dalam putusan
ManCity memiliki posisi tegas terkait putusan tersebut. Mereka menilai keputusan Komisi Independen mengandung kesalahan material yang jelas sehingga dianggap tidak dapat dipertahankan.
Klub juga menegaskan tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan Premier League. ManCity mengeklaim memiliki bukti komprehensif yang dinilai tidak terbantahkan untuk mendukung posisi klub dalam kasus tersebut.
"Posisi tegas klub adalah, berdasarkan berbagai alasan, keputusan tersebut mengandung kesalahan material yang jelas dalam aspek hukum, prinsip, dan fakta serta tidak dapat dipertahankan," bunyi keterangan ManCity, dikutip dari ESPN.
2. ManCity tetap hormati proses hukum
Namun, pemilik satu trofi Liga Champions itu tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. ManCity belum bisa memberikan pembelaan lebih jauh mengenai perkara tersebut selama proses hukum berlangsung.
"Kami akan terus menghormati proses hukum yang berlaku dan untuk saat ini tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut hingga seluruh proses perkara selesai," tulis ManCity.
3. Terancam diusir dari Premier League
Atas kasus ini, ManCity terancam diusir dari kasta tertinggi Inggris. Skenarionya adalah melalui voting yang membutuhkan 15 suara klub pemegang saham Premier League.
Selain itu, Sheikh Mansour selaku pemilik juga berpotensi dilengserkan dari jabatannya. Ancaman ini datang dari Regulator Sepak Bola Independen (IFR) yang memiliki kewenangan penuh untuk menginvestigasi rekam jejak pemilik klub.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















