Skandal ManCity, Sheikh Mansour Bisa Dilengserkan Paksa

IFR memiliki kewenangan menilai kelayakan pemilik, direktur, dan eksekutif klub, termasuk kemungkinan mencopot kepemilikan jika ada bukti pelanggaran.
Manchester City menghadapi risiko degradasi setelah proses hukum dan putusan komisi independen yang memvonis klub bersalah.
Klub juga berpotensi menerima larangan transfer, sementara proses banding harus diselesaikan dalam waktu singkat.
Jakarta, IDN Times - Manchester City sedang menghadapi masalah hukum yang amat kompleks. Selain berpotensi terusir dari Premier League, Sheikh Mansour selaku pemilik juga terancam dilengserkan dari jabatannya.
Ancaman ini datang dari Regulator Sepak Bola Independen (IFR) yang memiliki kewenangan penuh untuk menginvestigasi rekam jejak pemilik klub. Laporan yang menyebut adanya kontrak palsu dan penipuan masif senilai 900 juta poundsterling (Rp21,3 triliun) membuat integritas petinggi Abu Dhabi Group itu dipertanyakan.
1. IFR berwenang copot paksa kepemilikan klub
Ketua IFR, David Kogan, menegaskan keputusan komisi independen yang memvonis ManCity bersalah telah menimbulkan masalah yang sangat serius. IFR memiliki wewenang penuh untuk menilai kelayakan para pemilik, direktur, dan eksekutif, yang duduk di manajemen sebuah klub.
"Kami akan menggunakan wewenang ini untuk melindungi keberlanjutan, kejujuran, dan integritas sepak bola Inggris jika ada bukti kuat pelanggaran," kata Kogan, dikutip dari Daily Mirror.
Meski demikian, pihak IFR masih akan menahan diri untuk mengambil langkah tersebut dalam waktu dekat. Mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan menunggu hingga proses banding benar-benar selesai.
2. Ancaman turun kasta ke League Two
Ancaman yang sempat beredar luas sebelumnya adalah ditendang dari Premier League. Skenario itu bisa terjadi jika 15 klub pemegang saham Premier League menyatakan setuju dalam pemungutan suara.
Situasi terburuknya adalah terjun bebas ke kasta terbawah. Namun, menurut laporan Daily Mirror, opsi yang lebih masuk akal adalah hukuman pengurangan poin yang membuat mereka terdegradasi ke Championship, atau hanya kasta kedua.
3. Hukuman larangan transfer dan ancaman gugatan
Penderitaan ManCity bisa semakin bertambah panjang dengan adanya potensi hukuman larangan transfer dalam durasi waktu tertentu. Sanksi ini akan melumpuhkan kemampuan klub untuk membangun ulang skuad jika banyak bintang mereka yang memilih hengkang akibat degradasi.
Kini, piramida ManCity yang dibangun Sheikh Mansour benar-benar berada di ujung tanduk. Mereka memiliki waktu banding singkat, hanya sampai Jumat (2/10/2026) waktu setempat. Mereka juga tidak bisa menyeret kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















