Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mbappe Bongkar Faktor Prancis Kalah dari Spanyol: Mau Tipu Malah Kena Tipu
Bomber Prancis, Kylian Mbappe, kewalahan membongkar pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026 (AFP / Franck Fife)
  • Mbappe mengungkap Prancis gagal menipu Spanyol lewat tempo cepat karena justru terjebak dalam ritme permainan lawan yang lebih dominan dan konsisten.
  • Strategi bermain satu lawan satu untuk memanfaatkan kecepatan pemain Prancis sulit diterapkan karena momen yang diharapkan jarang muncul dan eksekusi teknis sering meleset.
  • Secara keseluruhan, Mbappe menilai Prancis tak mampu mengangkat performa baik dari sisi taktik maupun teknik sehingga kalah bersaing dengan Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bomber Prancis, Kylian Mbappe, buka-bukaan soal kekalahan dari Spanyol dalam semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Rabu dini hari WIB (15/7/2026). Menurut Mbappe, Prancis kalah karena gagal menipu Spanyol dengan taktiknya.

Mbappe mengaku, sejak awal Prancis ingin mengajak Spanyol bermain dalam tempo yang cepat. Namun, mereka ingin membuat Spanyol terlena dengan ritme palsu yang dimainkan Prancis.

"Spanyol setia pada rencananya, itulah perbedaan besarnya. Mereka suka mengontrol bola dan mendikte kecepatan. Nah, kami mau menekan mereka dengan tinggi, mencegahnya dari kenyamanan ke ritme yang semu. Tapi, kami gagal melakukannya," ujar Mbappe, dilansir Marca.

1. Terjebak dalam ritme Spanyol

Bek Spanyol, Pau Cubarsi, saat berduel memperebutkan bola dengan Kylian Mbappe (AFP / Franck Fife)

Prancis juga sering melakukan kesalahan teknis. Terlebih, dijelaskan Mbappe, para pemain Les Bleus bingung mencari cara bangkit dan memukul balik La Furia Roja.

Alhasil, Prancis malah terjebak dalam ritme Spanyol. Dari yang tadinya mau menipu, Prancis malah kena tipu dan kalah.

"Kami biarkan mereka mendikte kecepatan. Sebenarnya kami bisa kontrol untuk menyeimbangkan kekuatan. Di situlah kami gagal. Sejak awal, kami menekan mereka, tiga lawan dua di sektor tengah. Tapi, melawan Spanyol sulit dilakukan. Fabian Ruiz dan Rodri sudah lama bermain. Komunikasi kami lemah saat menekan," kata Mbappe.

2. Niat satu lawan satu susah direalisasikan

Sebenarnya, menurut Mbappe, Prancis mau bermain satu lawan satu. Mereka sadar punya kelebihan dalam hal kecepatan yang bisa membuat para pemain belakang dan tengah Spanyol kewalahan. Namun, momen-momen yang diharapkan susah muncul hingga akhirnya strategi tersebut jarang diterapkan.

"Kami perlu main satu lawan satu, memaksa mereka berlari. Sebab, mereka gak suka berlari dengan bola. Meski kami berhasil memulihkan bola, secara teknis, operan pertama, sentuhan pertama, penting artinya. Apalagi, ini semifinal Piala Dunia. Ketika semuanya salah, hasilnya kalah," ujar bomber Real Madrid itu.

3. Gagal angkat performa

Secara keseluruhan, dijelaskan Mbappe, Prancis sama sekali tak bisa mengangkat performanya. Secara taktik, teknik, hingga elemen lainnya, Prancis tak mampu menandingi Spanyol.

"Kami gak main seperti yang diinginkan, secara taktik, teknik, dan level. Ketika Anda tak main sesuai dengan yang diharapkan di semifinal Piala Dunia, tak bisa menang," kata Mbappe.

Curated For You

Editorial Team

Related Article