Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Dusan Vlahovic Sepi Peminat meski Berstatus Bebas Transfer?
ilustrasi Juventus (unsplash.com/yamiable)
  • Dusan Vlahovic meninggalkan Juventus pada musim panas 2026 dengan status bebas transfer, namun minim peminat karena permintaan gaji tinggi mencapai sekitar 12 juta euro per tahun.
  • Riwayat cedera dan performa yang naik turun membuat klub-klub seperti Barcelona dan Besiktas hanya memantau tanpa menjadikannya target utama perekrutan.
  • Juventus sempat menawarkan perpanjangan kontrak dengan penurunan gaji signifikan, tetapi ditolak Vlahovic sehingga klub kehilangan pemain bernilai tinggi secara gratis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dusan Vlahovic berstatus tanpa klub pada musim panas 2026. Striker internasional Serbia ini meninggalkan Juventus setelah 4,5 tahun mengabdi. Kendati berlabel penyerang elite, rumor transfernya terbilang sepi. Padahal, statusnya yang free agent membuat peminat tidak perlu mengeluarkan biaya transfer. Namun, mengapa pemain 26 tahun ini justru sepi peminat hingga belum mendapatkan klub baru per 23 Juli 2026?

1. Ekspektasi gaji tinggi membuat sejumlah peminat melakukan pertimbangan

Salah satu alasan Dusan Vlahovic belum juga mendapatkan klub baru adalah permintaan gaji tinggi. Di Juventus, ia mendapatkan upah bersih sebesar 12 juta euro atau Rp245 miliar per tahun. Secara rinci, gajinya mencapai 230 ribu euro atau Rp4,69 miliar per pekan. Status ini membuatnya menjadi pemain dengan gaji termahal di Serie A Italia pada 2025/2026. 

Beberapa klub yang tertarik merekrut Vlahovic mesti berpikir ulang dengan kondisi tersebut. Kendati tidak mengeluarkan biaya transfer, beban gaji yang tinggi tentu menjadi pertimbangan matang. Terlebih lagi, statusnya sebagai striker berpengalaman membuat upah yang diajukan tersebut menjadi wajar. Klub peminat mempertimbangkan banyak hal untuk merekrutnya.

2. Faktor pasang surut performa karena cedera membuat Dusan Vlahovic belum mendapatkan klub baru

Selain permintaan gaji tinggi, Dusan Vlahovic juga punya riwayat cedera yang cukup riskan. Selama 4,5 tahun di Juventus, ia beberapa kali absen untuk pemulihan. Masa terlamanya menjalani pemulihan adalah saat cedera otot adduktor. Ia tidak bermain hingga 3 bulan. 

Menilik musim  2025/2026, Vlahovic bisa dibilang jauh dari penampilan terbaiknya. Kendati bisa menghasilkan 10 gol dan 3 assist dari 23 laga, faktor kebugaran menjadi halangannya tampil konsisten. Ini yang membuatnya belum mendapatkan klub baru pada musim panas 2026.

Sejatinya, Vlahovic bukan benar-benar sepi peminat. Sejumlah klub tengah memantaunya, seperti Barcelona dan Besiktas. Namun, kedua klub tersebut tidak menjadikannya target utama perekrutan. Klub peminat tetap mempertimbangkan permintaan gajinya yang terbilang tinggi. 

3. Juventus sudah memberikan tawaran perpanjang kontrak, tetapi ditolak

Juventus sejatinya enggan melepas Dusan Vlahovic secara bebas transfer saat kontraknya berakhir. Maklum saja, sang pemain dibeli total seharga 80 juta euro atau Rp1,63 triliun pada Januari 2022 lalu. Kehilangan pemain yang sudah ditebus mahal tentu akan merugikan. Maka dari itu, manajemen berupaya untuk melakukan negosiasi agar sang pemain bertahan di Turin. 

Sebelum kontrak Vlahovic berakhir pada Juni 2026, Juventus telah melakukan beberapa kali pembicaraan dengan Vlahovic dan agennya. Juventus telah menawarkan perpanjangan kontrak, tetapi dengan penurunan gaji yang signifikan. Menurut laporan ESPN, Juventus ingin mempertahankannya dengan gaji hanya sekitar 6–8 juta euro atau Rp122–163 miliar per tahun. 

Berbicara dari segi bisnis, Juventus memang terbilang berani ketika membelinya dengan mahal dari Fiorentina. Usianya kala itu baru 22 tahun ketika ditebus seharga 70 juta euro atau Rp1,42 triliun plus bonus 10 juta euro atau Rp204 miliar. Harapannya, Vlahovic bisa dijual hanya dalam 1–2 tahun setelahnya. Namun, Vlahovic justru terus bertahan hingga tahun keempatnya. 

Faktor cedera membuat rencana manajemen Juventus tersebut sirna. Vlahovic kerap keluar masuk ruang perawatan karena cedera. Kendati mampu kembali konsisten ketika pulih, riwayat cedera tersebut membuat harganya turun drastis. Berdasarkan Transfermarkt, valuasinya kini drop pada angka 35 juta euro atau sekitar Rp714 miliar. Maka dari itu, Juventus berupaya memperpanjangnya agar tidak rugi. Namun, sang pemain menolak menurunkan gajinya. 

Pada akhirnya, Juventus harus mengalami kerugian karena kehilangan Vlahovic secara bebas transfer. Namun, Juventus tetap terbuka menerima sang pemain kembali jika bersedia menurunkan gajinya. Menarik ditunggu kelanjutan kariernya pada musim panas 2026. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article