Kabar keinginan JJ Gabriel meninggalkan Manchester United langsung menarik perhatian dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan FC Barcelona. Real Madrid memantau ketat performanya di UEFA Youth League dan siap memanfaatkan celah paspor Uni Eropa sesuai strategi pemandu talenta muda yang dipimpin Juni Calafat. Pada saat bersamaan, Barcelona juga mengintensifkan pendekatan untuk mengamankan tanda tangan sang pemain sejak musim lalu.
Perburuan talenta berusia 15 tahun ini juga meluas hingga ke Jerman dan Prancis. Jurnalis kenamaan, Fabrizio Romano, mengonfirmasi Bayern Munich telah membuka komunikasi awal untuk mengamati situasi kontrak sang pemain. Sementara itu, Paris Saint-Germain (PSG) turut memantau dengan cermat setiap perkembangan terkait masa depan Gabriel di Inggris.
Dari panggung domestik, beberapa pesaing di Premier League tidak mau ketinggalan memanfaatkan celah perselisihan ini. Chelsea terus mengamati situasi Gabriel secara mendalam dari dekat. Dua klub peminat lama, Manchester City dan Arsenal, juga berpeluang besar kembali meramaikan perburuan jika sang pemain memilih bertahan di Inggris.
Dari sisi MU, kepergian Gabriel bakal mendatangkan kerugian besar bagi klub secara finansial maupun reputasi. Sesuai regulasi FIFA, kubu Setan Merah hanya akan menerima dana kompensasi pelatihan yang nilainya cuma berkisar ratusan ribu pound sterling. Kehilangan salah satu bakat paling berkilau dari Carrington tentu menjadi pukulan telak bagi reputasi klub yang selama ini membanggakan tradisi pembinaan pemain muda.
Kepergian JJ Gabriel dari Manchester United menjadi tamparan keras bagi klub yang gagal merawat kepercayaan talenta terbaiknya. Niat hati menikmati buah yang mereka rawat, kini mereka hanya memetik pelajaran dari kesalahan yang mereka buat sendiri.