BBFC Resmikan Lapangan Standar FIFA untuk Pembinaan Pemain Muda

- BBFC meresmikan Lapangan Pusdik Lantas Polri di Tangerang berstandar FIFA sebagai fasilitas latihan untuk mendukung pembinaan pemain muda.
- Akademi memperbarui kurikulum berbasis metodologi AFC dan PSSI, memakai Filanesia untuk mengembangkan teknik, taktik, fisik, serta mental pemain sesuai kelompok usia.
- Program BBFC juga membentuk karakter, didukung pelatih berlisensi dan fasilitas lain, serta menghadirkan coaching clinic bersama pelatih Bayern Munchen.
Jakarta, IDN Times - Akademi sepak bola Binna Banua FC (BBFC) resmi mengoperasikan Lapangan Sepak Bola BBFC Pusdik Lantas Polri di Tangerang, Kamis (17/9/2026). Lapangan ini berstandar FIFA.
Peresmian fasilitas tersebut ditandai dengan seremoni penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Acara kemudian dilanjutkan dengan laga persahabatan antarkelompok umur serta pertandingan yang melibatkan pelatih, ofisial, dan orang tua pemain.
1. Upaya sajikan tempat latihan bermutu

BBFC resmikan lapangan sepak bola standar FIFA di Pusdik Lantas Polri. (Dok. Istimewa) Pembukaan lapangan ini menjadi bagian dari upaya BBFC menyediakan fasilitas latihan yang mendukung proses pembinaan pemain usia muda. BBFC menyebut lapangan tersebut telah memenuhi standar FIFA.
Direktur Teknik BBFC, Gendut Doni Christiawan, mengatakan keberadaan fasilitas yang memadai merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda.
"Dengan adanya lapangan berstandar FIFA ini, para siswa BBFC dapat mengasah keterampilan teknik dasar hingga taktik dalam kondisi lapangan yang ideal," ujar Gendut kepada awak media.
2. Terapkan kurikulum Filanesia

BBFC resmikan lapangan sepak bola standar FIFA di Pusdik Lantas Polri. (Dok. Istimewa) Selain meresmikan fasilitas baru, BBFC juga memperkenalkan kurikulum latihan yang diperbarui. Kurikulum tersebut mengadopsi standar metodologi kepelatihan berdasarkan lisensi AFC dan PSSI.
Materi latihan dalam kurikulum baru BBFC mencakup sejumlah aspek pengembangan pemain. Fokusnya meliputi teknik individu, pemahaman taktik, daya tahan fisik, hingga pembentukan mentalitas juara.
Dalam program pembinaannya, BBFC menggunakan Filanesia atau Filosofi Sepak Bola Indonesia sebagai metode latihan. Filanesia merupakan kurikulum dan fondasi taktis sepak bola yang diciptakan PSSI.
Untuk pemain usia dini, khususnya kelompok U-9, program latihan BBFC mengutamakan penguasaan bola, kelincahan, dan koordinasi. Materi tersebut diberikan untuk membangun kepekaan pemain terhadap sentuhan bola sejak usia dini.
Sementara itu, pemain kelompok usia U-12 ke atas mulai mendapatkan materi teknik dan taktik sepak bola yang lebih berkembang. Mereka diarahkan untuk mengimplementasikan kemampuan individu yang dimiliki ke dalam permainan tim.
3. Pembinaan tak hanya soal sepak bola

ilustrasi sepak bola (pixabay.com/Sepp) Program pembinaan BBFC tidak hanya berfokus pada kemampuan sepak bola pemain, tetapi juga mencakup pembentukan karakter. Akademi tersebut turut melakukan penilaian terhadap pemain sekaligus membangun komunitas yang dinilai dapat mendukung proses pembinaan.
Untuk menunjang program tersebut, BBFC didukung pelatih dengan lisensi A-Pro, A, B, C, dan D. Akademi ini juga terus mendorong peningkatan kemampuan pelatih dan pemain melalui proses belajar serta pengembangan secara berkelanjutan.
Selain fasilitas baru di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, BBFC memiliki sejumlah tempat latihan sepak bola, yakni Lapangan Bola C, Lapangan Rugby, dan Softball Pitch GBK.
BBFC juga menjalankan kerja sama strategis yang salah satunya diwujudkan melalui coaching clinic dengan menghadirkan pelatih Bayern Munchen untuk memberikan pelatihan. Mereka membuka kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia untuk berkembang dan bersaing di level internasional.





















