Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Kai Havertz Jadi Nomor 9 Utama di Arsenal pada 2026/2027?

4 min read
Mengapa Kai Havertz Jadi Nomor 9 Utama di Arsenal pada 2026/2027?
Para pemain Arsenal berselebrasi merayakan gol Kai Havertz (depan). (AFP/Glyn Kirk)
  • Kai Havertz menjadi nomor 9 utama Arsenal setelah klub gagal merekrut striker baru dan menghadapi absennya beberapa penyerang pada bursa transfer musim panas 2026.

  • Havertz berperan sebagai target man dan false-nine, menghubungkan serangan dengan Odegaard serta Saka melalui duel udara, distribusi bola, dan pergerakan antarlini.

  • Kecerdasan pressing, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan membuka ruang membuat Havertz dinilai lebih sesuai dengan sistem Arteta dibanding Viktor Gyokeres.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keputusan Mikel Arteta memasang Kai Havertz sebagai penyerang utama Arsenal pada 2026/2027 sempat memancing keraguan fans. Publik merindukan sosok penyerang murni yang garang di depan gawang setelah saga bursa transfer 2026 berakhir tanpa nama penyerang besar. Namun, laga demi laga membuktikan bahwa fleksibilitas Havertz justru menjadi kunci permainan The Gunners.

Pemain asal Jerman ini tidak hanya bertugas mencetak gol, tetapi juga menggerakkan seluruh sistem penyerangan tim. Arteta melihat keunggulan taktis Havertz yang sanggup melayani rekan-rekannya dengan sangat efektif. Peran ganda inilah yang membuat posisi Havertz sulit digeser Viktor Gyokeres di posisi nomor sembilan.

  1. 1. Kai Havertz jadi jawaban saat Arsenal kesulitan mendatangkan penyerang

    Arsenal menghadapi situasi sulit saat beberapa penyerang mereka cedera dan pergi pada bursa transfer musim panas 2026. Upaya manajemen mendaratkan penyerang berlabel bintang juga tak menemukan titik terang hingga tenggat transfer ditutup. Kondisi ini memaksa Mikel Arteta untuk mengoptimalkan kedalaman skuad yang ada tanpa membeli striker baru.

    Kai Havertz langsung mengambil peran sebagai target man ketika Arsenal menghadapi tim yang menerapkan high-pressing. Postur tingginya dan kemampuan duel udaranya yang makin terasah membuat bola-bola panjang mudah dikuasai. Opsi umpan langsung ini menjadi penyelamat utama saat lini belakang Arsenal kehabisan celah mengalirkan bola.

    Saat membangun serangan dari bawah, Havertz sering kali turun jauh ke tengah menjalankan peran false-nine. Visi bermainnya yang terbentuk sejak di Bayer Leverkusen membuatnya tenang memegang bola di area antarlini lawan. Ia kemudian membagi bola ke sektor sayap dan membantu rekan setimnya merangsek memanfaatkan ruang kosong.

    Kembalinya Havertz di posisi nomor sembilan secara otomatis menghidupkan alur serangan Arsenal. Kerja samanya dengan Martin Odegaard dan Bukayo Saka menghasilkan kombinasi permainan yang sangat cair. Trio ini bergerak tanpa henti sehingga membuat barisan pertahanan lawan kerepotan membaca arah serangan.

  2. 2. Keunggulan terbesar Kai Havertz ada pada pergerakan tanpa bolanya

    Mikel Arteta merancang taktik pressing yang sangat mendetail dengan memanfaatkan kecerdasan membaca ruang Kai Havertz. Sang pemain diminta menutup jalur umpan kiper lawan dengan memperhitungkan kaki dominan yang mereka gunakan. Pendekatan khusus ini terbukti efektif mengacaukan aliran bola awal yang coba dibangun tim rival.

    Ambil contoh ketika Arsenal melawan Manchester City, Chelsea, dan Sunderland. Havertz menutup ruang sebelah kanan karena Gianluigi Donnarumma dan Emiliano Martinez merupakan kiper berkaki kanan. Posisi ini memaksa mereka melepaskan umpan dengan kaki kiri yang menghasilkan operan tidak akurat yang kemudian direbut pemain Arsenal. Sebaliknya, Havertz berdiri lebih ke tengah saat berjumpa Robin Roefs demi mematikan opsi operan kaki kirinya.

    Daya jelajah Havertz di wilayah pertahanan lawan menjadi modal berharga bagi skema pressing cepat Arsenal. Menurut The Athletic, ia mencatatkan jarak tempuh rata-rata 11,5 kilometer per laga, angka tertinggi di antara seluruh penyerang di English Premier League. Kerja keras tanpa lelah inilah yang kerap menjadi sinyal awal bagi rekan-rekannya untuk maju merebut bola.

    Kecerdasan Havertz terlihat jelas saat memberi pergerakan tipuan (dummy) yang berbuah gol kemenangan Martin Odegaard atas Chelsea. Ia juga sering bergerak melebar ke sisi kanan guna membuka ruang bagi rekan-rekannya. Pergerakan ke kanan ini menciptakan keunggulan jumlah pemain bersama Saka, Odegaard, serta Ben White.

  3. 3. Kai Havertz unggul dari Viktor Gyokeres karena kemampuannya sebagai penggerak serangan

    Penyerang murni seperti Viktor Gyokeres biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya menunggu bola di dalam kotak penalti. Namun, Mikel Arteta tidak sekadar mencari pencetak gol, tetapi seorang penggerak yang sanggup menaikkan level permainan tim. Kai Havertz dianggap memenuhi kriteria ini karena ia aktif terlibat dalam tiap fase penyerangan Arsenal.

    Ia pandai menarik perhatian bek tengah lawan keluar dari posisinya untuk menciptakan celah berbahaya. Umpan dan pergerakan tanpa bolanya memudahkan Martin Odegaard, Bukayo Saka, dan Christos Tzolis agar bisa masuk menusuk ke area penalti. Cara bermain Havertz ini terbukti membuat variasi serangan Arsenal menjadi lebih sulit ditebak.

    Kehadiran Havertz memberi keseimbangan penting saat The Gunners kehilangan bola dan harus langsung bertahan. Kemampuannya menutup ruang dengan cepat sulit ditandingi oleh penyerang bergaya konvensional. Rotasi posisinya yang cair saat menyerang juga menjaga ritme permainan tim tetap stabil sepanjang laga.

    Pandit Sky Sports, Jamie Carragher sempat menegaskan pentingnya peran Havertz dalam sistem permainan Arsenal. Menurutnya, dibutuhkan penyerang kelas dunia dengan kemampuan serbabisa untuk menggeser Havertz dari tim utama. Pandangan ini membuktikan betapa krusialnya posisi Havertz di bawah arahan Arteta saat ini.

    Pilihan Mikel Arteta menjadikan Kai Havertz sebagai penyerang utama terbukti menjadi langkah taktis yang tepat dan matang. Kerja keras serta kecerdasannya membaca permainan menjadi alasan kuat mengapa ia begitu diandalkan di lini serang Arsenal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More