Tommy Smith, Pemain Kasta Keenam yang Tampil di Piala Dunia 2026

Tommy Smith menjadi salah satu pemain yang cukup menarik perhatian di Piala Dunia 2026. Bagaimana tidak, Smith masih dipanggil Selandia Baru meski saat ini bermain di National League South atau kasta keenam liga Inggris bersama Braintree Town. Ia menjadi pemain dari kasta paling rendah yang tampil di Piala Dunia 2026.
1. Tommy Smith menjadi pemain kasta terendah di Piala Dunia 2026
Tommy Smith membela Braintree Town sejak 2025. Braintree saat itu masih bermain di National League atau kasta kelima sepak bola Inggris. Namun, mereka menempati posisi dua terbawah pada akhir musim sehingga terdegradasi ke National League South.
Sebelum bergabung dengan Braintree Town, pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut pernah bermain di kasta yang lebih tinggi. Ia cukup lama membela Ipswich Town dari 2007--2018 yang saat itu bermain di Championship dengan mengoleksi 247 pertandingan. Smith juga pernah bermain di League One dan League Two bersama beberapa tim.
Smith juga pernah bermain di kasta tertinggi. Ia pernah membela Colorado Rapids yang bermain di Major League Soccer pada 2018--2019. Smith juga pernah membela Macarthur dan Auckland FC yang bermain di A League Australia.
2. Pelatih Selandia Baru menyukai pemain berpengalaman
Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, menyukai pemain berpengalaman seperti Smith. Tercatat hampir separuh pemain All Whites telah memiliki 25 caps. Sementara, hanya ada 5 pemain Selandia Baru yang memiliki kurang dari 10 caps. Bazeley sepertinya tak ingin bermain-main setelah membawa Selandia Baru ke Piala Dunia untuk kali pertama dalam 16 tahun.
Smith yang berusia 36 tahun dan memiliki 56 caps bukanlah pemain tertua dan pemilik caps terbanyak di skuad Selandia Baru. Pemain tertua yang dipanggil adalah Michael Boxall yang berusia 37 tahun. Sementara, pemilik caps terbanyak adalah sang kapten, Chris Wood, dengan 90 caps.
3. Tommy Smith pernah membela Selandia Baru di Piala Dunia 2010
Piala Dunia 2026 bukanlah yang pertama bagi Tommy Smith. Ia pernah membela Selandia Baru di Piala Dunia 2010. Selain Smith, Hanya sang kapten, Chris Wood, yang masih tersisa di Piala Dunia 2026.
Smith tampil penuh pada tiga pertandingan fase grup menghadapi Slovakia, Paraguay, dan Italia. Ia membantu tim berjuluk All Whites tersebut meraih tiga hasil imbang. Sayang, Selandia Baru tetap gagal lolos ke fase gugur. All Whites tertinggal satu poin dari Slovakia yang menempati peringkat kedua.
4. Selandia Baru tergabung di Grup G Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama Selandia Baru sejak 2010. Pada tiga edisi sebelumnya, mereka selalu kandas pada kualifikasi antar benua meski jadi pemuncak zona Oceania. All Whites baru berhasil lolos setelah Oceania mendapat jatah satu tiket langsung ke Piala Dunia.
Pada babak kualifikasi kedua, Selandia Baru menjadi pemuncak Grup B yang diisi Tahiti, Vanuatu, dan Samoa. Selandia Baru tak mendapatkan perlawanan pada babak ketiga. Mereka lolos ke Piala Dunia setelah mengalahkan Fiji 7-0 pada semifinal dan Kaledonia Baru 3-0 pada final.
Selandia Baru tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Iran, Mesir, dan Belgia. Dengan skuad yang cukup berpengalaman, Selandia baru bertekad untuk memberikan perlawanan terbaik. Berbeda dengan 2010, peluang lolos ke fase gugur lebih besar karena adanya peringkat tiga terbaik.
Tommy Smith yang bermain di National League South masih dipercaya mengisi skuad Selandia Baru di Piala Dunia 2026. Lantas, apakah Smith bisa membantu Selandia Baru berbicara banyak?


















