Klaim dasar Bruno Fernandes soal tim tidak melakukan man-to-man marking adalah keputusan staf kepelatihan terbukti akurat. Analisis The Athletic mengonfirmasi, sejak Michael Carrick menjabat Januari 2026, Manchester United konsisten bertahan dalam skema zonal 4-2-4 atau 4-4-2, bukan man-marking penuh. Skema ini sempat efektif pada 2025/2026, tetapi makin mudah dibaca lawan pada musim ini.
Pola kebobolan MU melawan Como persis mengikuti cetak biru yang sudah dieksploitasi AC Milan dan Atletico Madrid sebelumnya. Melalui taktik ini, bek tengah lawan sengaja melebar untuk memancing satu pemain depan Setan Merah keluar barisan, sehingga ruang di sektor sayap terbuka lebar. Hal ini persis ketika upaya pressing Bryan Mbeumo terhadap Marc-Oliver Kempf gagal, lalu memberi keleluasaan bagi Como untuk mengalirkan bola kepada Alex Valle di sayap kiri.
Namun, data Opta Analyst justru menaruh ironi di balik kritik Fernandes. Ia mencatat 99 pressures, tertinggi di antara pemain MU meski ditarik keluar pada menit 67, termasuk 41 pressures di sepertiga akhir, dan 70 pressures di area lawan. Masalahnya, dengan Como menguasai 63,8 persen bola sepanjang babak pertama, pressing solonya berulang kali berakhir sia-sia karena tidak disokong rekan satu timnya yang berakibat merusak kekompakan zonal marking yang menjadi instruksi utama pelatih.
Kendati menerapkan zonal marking, bukan berarti MU sama sekali tidak menekan. Sebagai tim, mereka mencatat 443 high-intensity pressures, terbanyak kedua di Liga Champions musim ini, dengan 227 di antaranya terjadi di setengah wilayah lawan. Artinya, volume pressing masih tinggi, tetapi yang hilang adalah koordinasi dan kesinambungannya.
Argumen Fernandes bahwa masalah ini berpangkal dari instruksi taktik staf kepelatihan, bukan semata kesalahan individual, memang ada benarnya. Akan tetapi, data mementahkan anggapan jika MU kekurangan volume pressing, mengingat intensitas tekanan mereka musim ini justru tergolong tinggi. Akar persoalan sesungguhnya terletak pada buruknya koordinasi dan eksekusi di lapangan.