Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Posisi Start Terbaik Pembalap Indonesia di Moto3, Veda Cetak Sejarah

3 min read
5 Posisi Start Terbaik Pembalap Indonesia di Moto3, Veda Cetak Sejarah
ilustrasi balapan Moto3 (commons.wikimedia.org/TeamEG00)
  • Veda Ega Pratama merebut pole position Moto3 GP Australia 2026 di Phillip Island dengan waktu 1 menit 35,299 detik, menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraihnya.
  • Mario Suryo Aji sebelumnya nyaris pole di GP Portugal 2022 dengan start kedua, sementara Andi Gilang dan Fadillah Arbi Aditama sama-sama pernah mengamankan posisi start ke-15.
  • Gerry Salim memulai Moto3 GP Italia 2019 dari posisi ke-27, tetapi finis ke-16 dan nyaris meraih poin pada debut wildcard-nya di Mugello.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pembalap Indonesia mulai menunjukkan taringnya di perebutan posisi start Moto3. Terbaru, Veda Ega Pratama membuat kejutan dengan merebut pole position di GP Australia 2026 setelah melewati persaingan ketat dari sesi kualifikasi pertama (Q1). Sebelum Veda mencatatkan sejarah tersebut, sejumlah pembalap Tanah Air juga pernah mengukir hasil kualifikasi yang patut diperhitungkan. Siapa saja mereka dan seberapa baik posisi start terbaik yang pernah diraih?

  1. 1. Veda Ega Pratama mencetak sejarah setelah start terdepan di GP Australia 2026

    Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah dengan merebut pole position Moto3 GP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island. Pembalap Honda Team Asia itu membukukan waktu 1 menit 35,299 detik, unggul 0,021 detik dari Maximo Quiles yang menempati posisi kedua. Hasil ini menjadi pencapaian istimewa karena Veda harus melewati Q1 lebih dulu sebelum akhirnya menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di kelas Moto3 Grand Prix.

  2. 2. Mario Aji nyaris meraih pole position di GP Portugal 2022

    Sebelum Veda merebut pole position, Mario Suryo Aji pernah membawa Indonesia sangat dekat dengan posisi start terdepan di GP Portugal 2022. Ia mencatatkan waktu 2 menit 03,972 detik dan menempati posisi kedua, hanya terpaut 0,017 detik dari pole sitter. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian kualifikasi terbaik Mario selama berkompetisi di Moto3 sebelum naik ke Moto2.

  3. 3. Andi Gilang berhasil tembus 15 Besar di tengah kondisi lintasan yang basah

    Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang pernah mengamankan posisi start ke-15 di Moto3 GP Emilia-Romagna 2021. Ia berhasil menembus Q2 setelah tampil cukup baik pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) di Sirkuit Misano. Meski harus menghadapi kondisi lintasan basah saat kualifikasi, Andi tetap mengamankan posisi start di 15 besar.

  4. 4. Arbi Aditama berhasil start di urutan ke-15 saat wildcard di GP Indonesia 2023

    Fadillah Arbi Aditama menunjukkan potensi saat menjalani debut Grand Prix sebagai pembalap wildcard di Moto3 GP Indonesia 2023. Tampil di Sirkuit Mandalika, Arbi berhasil mengamankan posisi start ke-15 dengan catatan waktu 1 menit 40,018 detik. Dalam balapan debutnya, ia sempat naik ke posisi ke-12 sebelum akhirnya finis di urutan ke-17, tepat di depan Mario Suryo Aji yang finis ke-25.

  5. 5. Gerry Salim nyaris bawa pulang poin pada debutnya meski start di posisi 27

    Gerry Salim mendapat kesempatan tampil di Moto3 GP Italia 2019 sebagai pembalap wildcard yang menggantikan Ai Ogura. Dalam debutnya di kelas Moto3, Gerry mencatatkan posisi start ke-27 di Sirkuit Mugello. Meski memulai balapan dari barisan belakang, ia mampu finis di posisi ke-16 dan nyaris meraih poin pada penampilan perdananya.

    Veda Ega Pratama kini mencatatkan pencapaian kualifikasi tertinggi di antara lima pembalap Indonesia di atas. Pole position di Australia menjadi capaian sejarah baru bagi Indonesia di Moto3. Sebelum Veda, Mario Suryo Aji, Andi Gilang, Fadillah Arbi Aditama, dan Gerry Salim juga patut diacungi jempol karena mampu membawa bendera merah putih di balapan Moto3.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More