Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Sirkuit Pernah Batal Menggelar Balapan MotoGP akibat Cuaca Buruk

3 min read
3 Sirkuit Pernah Batal Menggelar Balapan MotoGP akibat Cuaca Buruk
ilustrasi balap MotoGP (unsplash.com/Olav Tvedt)
  • GP Austria 1980 di Salzburgring membatalkan seluruh kelas balapan tanpa jadwal ulang setelah salju menumpuk dan menutupi lintasan sejak pagi.
  • GP Inggris 2018 di Silverstone dibatalkan untuk MotoGP, Moto2, dan Moto3 akibat hujan deras, genangan, serta aspal baru yang dinilai buruk mengalirkan air.
  • GP Australia 2026 di Phillip Island menjadi kasus terbaru: hujan deras, angin kencang, jarak pandang buruk, dan helikopter medis tak dapat beroperasi membatalkan seluruh kelas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca buruk bisa membuat balapan MotoGP terpaksa dibatalkan demi keselamatan pembalap. Hal ini terjadi di GP Australia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island pada Minggu (25/10/2026). Menariknya, kejadian ini bukan yang pertama dalam sejarah MotoGP. Beberapa sirkuit lain juga pernah mengalami hal serupa. Berikut tiga sirkuit yang pernah mengalami pembatalan seluruh balapan akibat cuaca buruk.

  1. 1. Seluruh balapan batal dilakukan akibat salju yang menumpuk di Sirkuit Salzburgring

    Salzburgring di Austria menjadi salah satu contoh paling tidak biasa dalam sejarah MotoGP. Pada GP Austria 1980, salju turun hingga menutupi lintasan sejak pagi hari jelak balapan. Kondisi tersebut membuat seluruh balapan yang dijadwalkan pada Minggu terpaksa dibatalkan tanpa adanya penjadwalan ulang.

    Kejadian ini cukup langka karena salju bukan kondisi yang lazim dihadapi para pembalap dalam kalender balap motor. Pembatalan tersebut juga berlaku untuk semua kelas yang dijadwalkan berlomba, bukan hanya kelas utama. Salju yang menutupi lintasan membuat balapan tak mungkin dilanjutkan, sehingga GP Austria 1980 menjadi salah satu contoh kejadian unik yang mungkin tidak akan kita jumpai dalam waktu dekat.

  2. 2. Hujan deras dan genangan air membuat GP Inggris 2018 dibatalkan

    British GP 2018 di Sirkuit Silverstone menjadi salah satu pembatalan paling diingat pada era modern. Hujan deras mengguyur lintasan sejak menjelang balapan hingga menyebabkan genangan air di sejumlah bagian trek. Meski jadwal sudah beberapa kali ditunda untuk menunggu kondisi membaik, situasi tak kunjung aman bagi para pembalap.

    Masalahnya bukan hanya hujan, tetapi juga permukaan aspal yang baru diperbarui dan dinilai tidak mampu mengalirkan air dengan baik. Race Direction akhirnya membatalkan balapan MotoGP, Moto2, dan Moto3 setelah berkonsultasi dengan para pembalap serta pihak terkait. Genangan air di trek dinilai terlalu berbahaya karena bisa memicu aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan cengkeraman akibat lapisan air di permukaan lintasan.

  3. 3. Phillip Island menjadi sirkuit terbaru yang resmi membatalkan balasan di seluruh kelas MotoGP

    Grand Prix Australia 2026 menjadi kasus terbaru ketika cuaca buruk memaksa seluruh balapan di semua kelas MotoGP batal digelar. Hujan deras dan angin kencang di Sirkuit Phillip Island membuat kondisi semakin sulit, terutama karena jarak pandang yang buruk. Kondisi ini membuat balapan Moto3 dan Moto2 lebih dahulu dibatalkan.

    Namun, cuaca tak kunjung membaik sehingga helikopter medis tidak dapat beroperasi dengan aman. Setelah beberapa kali menunggu perubahan cuaca, balapan utama MotoGP pun akhirnya ikut dibatalkan. Ketersediaan helikopter medis menjadi salah satu persyaratan keselamatan dalam balapan, sehingga kondisi tersebut membuat perlombaan tidak dapat dilanjutkan.

    Pembatalan balapan di seluruh kelas MotoGP akibat cuaca memang jarang terjadi. Namun, Salzburgring, Silverstone, dan Phillip Island menjadi contoh bagaimana cuaca buruk dapat memaksa balapan untuk dibatalkan. Mulai dari salju hingga hujan deras, kondisi lintasan dan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah balapan dapat berlangsung sesuai jadwal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More