Di Piala Dunia 2026, Prancis mengubah taktik demi memaksimalkan potensi para pemain muda. Strategi low-block ditinggalkan dan beralih ke sistem pressing yang jauh lebih agresif di sepertiga akhir lapangan (high-pressing). Ini memaksa lawan melakukan kesalahan di area sendiri, sekaligus memperpendek jarak para penyerang Prancis untuk langsung menusuk.
Dilansir Soccer Drive, kunci keberhasilan taktik ini terletak pada peremajaan di lini tengah. Kehadiran para gelandang muda seperti Manu Kone dan Michael Olise, yang memiliki daya jelajah tinggi, memungkinkan Prancis menjaga intensitas tekanan sepanjang pertandingan tanpa kehilangan keseimbangan. Di lini depan, peran Kylian Mbappe kini telah bergeser dari sekadar penyerang sayap menjadi ujung tombak yang kerap membuka ruang dan jalur pergerakan untuk rekan-rekan setimnya.
Dengan taktik tersebut, Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia 2026, meski akhirnya ditaklukkan Spanyol. Mereka sukses mencetak 20 gol dari 8 pertandingan, menjadi tim paling subur bersama Inggris yang keluar sebagai peringkat ketiga. Dari 20 gol tersebut, 10 di antaranya datang dari Mbappe.
Setelah 13 tahun menukangi Timnas Prancis, Didier Deschamps resmi meletakkan jabatan. Pengisi pos tersebut adalah rekan setimnya dulu, Zinedine Zidane. Tugas mantan manajer Real Madrid tersebut sudah jelas, yakni melanjutkan mentalitas juara warisan Deschamps.