Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mohamed Amoura Cedera, Aljazair Alami Krisis Lawan Yordania

Mohamed Amoura Cedera, Aljazair Alami Krisis Lawan Yordania
ilustrasi pertandingan sepak bola (pexels.com/Jose David Cortes)
Intinya Sih
  • Mohamed Amoura dipastikan absen karena cedera paha serius saat latihan, membuatnya tak bisa tampil melawan Yordania dan kemungkinan juga melewatkan laga kontra Austria.
  • Pelatih Vladimir Petkovic kehilangan senjata utama di lini depan, memaksanya mencari alternatif baru agar daya serang Aljazair tetap tajam dalam situasi tekanan tinggi.
  • Laga Aljazair kontra Yordania menjadi penentu nasib Les Fennecs di Grup J Piala Dunia 2026, dengan kemenangan sebagai syarat mutlak menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Timnas Aljazair mendapat kabar buruk jelang laga hidup-mati melawan Yordania pada putaran kedua Grup J Piala Dunia 2026. Penyerang andalan Les Fennecs, Mohamed Amoura, dipastikan absen setelah mengalami cedera paha saat menjalani sesi latihan.

Duel Yordania vs Aljazair dalam laaga Grup J yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa (23/6/2026), menjadi penentu nasib mereka dalam persaingan menuju fase gugur Piala Dunia 2026.

Absennya Amoura menjadi pukulan besar bagi Aljazair yang tengah berupaya bangkit usai menelan kekalahan 0-3 dari juara bertahan Argentina pada laga pembuka.

1. Mohamed Amoura Alami Cedera Paha Serius

Laporan media Aljazair, El Heddaf TV, menyebut Amoura mengalami robek otot paha yang membuatnya harus menepi selama kurang lebih dua pekan. Cedera tersebut terjadi saat sesi latihan terakhir tim di Lawrence, beberapa jam sebelum keberangkatan menuju California.

Penyerang Wolfsburg itu dilaporkan tak mampu menyelesaikan latihan setelah merasakan nyeri hebat pada paha kanannya. Tim medis kemudian langsung melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat cedera yang dialaminya.

Hasil pemeriksaan mengonfirmasi kondisi Amoura cukup serius. Situasi tersebut membuat pemain berusia 26 tahun itu hampir pasti absen dalam laga Aljazair vs Yordania.

Ia bahkan berpotensi melewatkan pertandingan terakhir Grup J Piala Dunia 2026 melawan Austria di matchday ketiga.

2. Petkovic kehilangan senjata utama di lini depan

Cedera Mohamed Amoura datang pada saat yang kurang tepat bagi pelatih Vladimir Petkovic. Aljazair sedang berada dalam tekanan besar setelah gagal meraih poin pada pertandingan pertama Grup J Piala Dunia 2026.

Amoura selama ini menjadi salah satu andalan Petkovic berkat kecepatan, mobilitas, dan kemampuannya membuka ruang di area pertahanan lawan. Kehadirannya kerap jadi pembeda saat Les Fennecs bersua tim dengan organisasi pertahanan yang rapat.

Absennya sang penyerang membuat opsi lini depan Aljazair berkurang. Petkovic kini dipaksa mencari alternatif lain untuk menjaga daya gedor tim dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Aljazair membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Kehilangan pemain kunci jelang pertandingan penting jelas bukan situasi yang diharapkan.

3. Duel Aljazair vs Yordania jadi penentu nasib Les Fennecs

Laga Aljazair vs Yordania diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menentukan di Grup J Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Argentina membuat Les Fennecs tak punya banyak ruang untuk kembali terpeleset.

Jika gagal meraih hasil maksimal, peluang Aljazair melangkah ke fase gugur sirna. Sebaliknya, kemenangan dapat membuka kembali jalan mereka dalam persaingan memperebutkan tiket ke babak berikutnya.

Di tengah situasi tersebut, absennya Mohamed Amoura menambah pekerjaan rumah bagi Vladimir Petkovic. Ia harus menemukan formula baru agar lini serang Aljazair tetap efektif meski kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad.

Meski diterpa krisis cedera, Aljazair tetap memiliki kualitas untuk bangkit. Namun, duel melawan Yordania akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Les Fennecs membuktikan diri masih layak bersaing di Piala Dunia 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More