Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mohammad Mohebi Bikin Geger, Selebrasi Mirip Senjata di Piala Dunia 2026

Mohammad Mohebi Bikin Geger, Selebrasi Mirip Senjata di Piala Dunia 2026
Gelandang Iran Mohammad Mohebi (#08) merayakan gol keduanya saat menghadapi Selandia Baru pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Inglewood, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026). Gol tersebut membawa Iran mengamankan hasil imbang 2-2 dalam pertandingan yang diwarnai kontroversi selebrasi Mohebi. (Foto: Frederic J. Brown/AFP)
Intinya Sih
  • Mohammad Mohebi mencetak gol penyeimbang Iran lawan Selandia Baru dan menuai sorotan karena selebrasinya dianggap menyerupai gerakan senjata di Piala Dunia 2026.
  • Mohebi membantah tudingan politik, menyebut selebrasinya spontan sebagai bentuk apresiasi untuk suporter Iran di Los Angeles, sementara FIFA belum memberi tanggapan resmi.
  • Laga Iran vs Selandia Baru juga diwarnai isu politik dari tribune, termasuk penggunaan bendera pra-revolusi Iran yang dilarang, menjadikannya salah satu pertandingan paling kontroversial turnamen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Gelandang Tim Nasional Iran Mohammad Mohebi, tengah menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Selebrasi golnya dalam laga melawan Selandia Baru dalam duel Grup G di Piala Dunia 2026 pada Selasa (16/6/2026), dituding menyerupai gerakan senjata.

Mohebi mencetak gol pada menit 64, sekaligus membantu Iran terhindar dari kekalahan setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Namun, bukan golnya yang menjadi perbincangan utama, melainkan gestur yang ia lakukan setelah mencetak gol.

Dalam momen tersebut, pemain berusia 27 tahun itu terlihat mengarahkan dua jarinya ke bagian lengan, lalu mengangkat tangan kanan dan menggerakkan dua jari ke udara. Aksi itu kemudian memicu perdebatan di media sosial karena sejumlah pihak menilai gestur tersebut memiliki kemiripan dengan selebrasi menggunakan senjata.

Situasi tersebut semakin ramai dibahas karena Iran tampil di tengah atmosfer politik yang cukup sensitif selama Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat.

1. Mohammad Mohebi klaim selebrasinya hanya bentuk dukungan untuk suporter

Meski menuai kritik, Mohammad Mohebi membantah selebrasinya memiliki pesan politik atau maksud provokatif. Pemain yang membela klub Shabab Al Ahli itu mengatakan, aksinya hanya spontan sebagai bentuk apresiasi kepada pendukung Iran.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua warga Iran yang tinggal di Los Angeles. Mereka menciptakan atmosfer yang luar biasa," kata Mohebi, dikutip Mirror.

"Selebrasi itu muncul begitu saja di pikiran saya. Saya melakukan gerakan ini untuk semua suporter. Itu hanya selebrasi, tidak lebih," lanjutnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait apakah gestur tersebut akan masuk dalam peninjauan disiplin atau tidak.

Ramin Rezaeian Akui Selebrasi Gol Iran Memiliki Pesan Politik

Kontroversi laga Iran vs Selandia Baru tidak hanya muncul dari aksi Mohebi. Bek Iran Ramin Rezaeian juga menarik perhatian setelah melakukan selebrasi berbeda usai mencetak gol penyama kedudukan pertama Iran.

Rezaeian terlihat menutupi wajahnya menggunakan jersey saat berlari menuju tribune. Berbeda dengan Mohebi, ia mengakui selebrasi tersebut memang memiliki unsur politik.

"Itu sesuatu yang bersifat politik (selebrasi gol saya). Saya tidak ingin membicarakannya," ujar Rezaeian.

"Kami berada di sini untuk menjawab pertanyaan tentang sepak bola. Jika ada masalah di antara kami, rakyat Iran, itu adalah urusan kami sendiri," sambungnya.

Pernyataan tersebut membuat laga Iran di Piala Dunia 2026 semakin mendapat perhatian karena membawa isu yang lebih luas di luar pertandingan.

3. Laga Iran vs Selandia di Baru Piala Dunia 2026 diwarnai isu politik di tribune suporter

Selain aksi pemain, pertandingan Iran kontra Selandia Baru juga diwarnai sejumlah kejadian dari tribune penonton.

Sebelum laga dimulai, lagu kebangsaan Iran mendapat respons negatif dari sebagian penonton. Beberapa suporter juga terlihat membawa bendera Shir o Khorshid atau simbol Singa dan Matahari yang digunakan Iran sebelum Revolusi Iran 1979.

Sebagian pendukung tersebut diyakini merupakan diaspora Iran yang tinggal di wilayah Los Angeles. Kota tersebut menjadi salah satu pusat komunitas warga keturunan Iran terbesar di luar negeri setelah gelombang migrasi pasca revolusi.

Menurut laporan yang beredar, penggunaan simbol pra-revolusi Iran di area pertandingan tidak diperbolehkan berdasarkan aturan FIFA. Rekaman pertandingan juga menunjukkan salah satu bendera tersebut sempat diamankan petugas.

Hasil imbang 2-2 sebenarnya menjadi modal penting bagi Iran dalam persaingan Grup G Piala Dunia 2026. Namun, laga tersebut akhirnya dikenang karena berbagai kontroversi yang muncul setelah pertandingan.

Mulai dari selebrasi Mohammad Mohebi yang diperdebatkan, pengakuan Ramin Rezaeian soal pesan politik, hingga simbol yang muncul dari tribune, pertandingan Iran vs Selandia Baru menjadi salah satu laga Piala Dunia 2026 paling ramai diperbincangkan pada awal turnamen.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More