MU Catat Sejarah, Azan Pertama Menggema di Old Trafford!

- Untuk pertama kalinya dalam sejarah, azan berkumandang di Stadion Old Trafford saat acara buka puasa bersama yang digelar Manchester United Muslim Supporters Club pada Ramadan 2026.
- Momen bersejarah ini menjadi simbol kuat inklusivitas dan komitmen Manchester United dalam memberikan ruang bagi ekspresi keyakinan para suporternya dari berbagai latar belakang.
- Selain azan, klub juga menyediakan ruang ibadah multi-agama di area parkir W2 sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai keberagaman dan kebersamaan di lingkungan Old Trafford.
Jakarta, IDN Times - Old Trafford selama ini identik dengan atmosfer panas Premier League dan sejarah panjang Manchester United. Namun, Ramadan 2026 menghadirkan babak baru. Untuk pertama kalinya, azan berkumandang di stadion kebanggaan Setan Merah tersebut.
Momen bersejarah tersebut terjadi dalam agenda buka puasa bersama yang digelar Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC). Acara ini menjadi simbol kuat inklusivitas di jantung salah satu klub terbesar dunia.
Pada Selasa (24/2/2026) waktu setempat, suasana di Old Trafford terasa berbeda. Jika biasanya tribun dipenuhi sorak-sorai, sore itu stadion hening dan khidmat.
1. Ibrahim Idris azan di sisi tribune legendaris Stretford End
Seorang qari asal Inggris, Ibrahim Idris, berdiri di sisi tribune legendaris Stretford End. Dengan pekik tenang dan lantang, ia melantunkan azan dengan merdu, yang menggema ke seluruh penjuru stadion.
“Untuk pertama kalinya Adzan di Old Trafford. Momen yang luar biasa. Alhamdulillah,” tulis Idris melalui akun media sosialnya, seperti dikutip BBC Sport.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tradisi buka puasa bersama yang pertama kali digelar klub pada 2025. Saat itu, puluhan anggota komunitas Muslim, termasuk pemain akademi dan staf klub, turut hadir.
2. Komitmen MU membangun kultur terbuka
MU memang terus berkomitmen dalam membangun kultur yang terbuka. Klub tak sekadar berbicara soal keberagaman, tetapi memberi ruang nyata bagi ekspresi keyakinan suporternya.
Sebagai bagian dari inisiatif itu, manajemen juga menghadirkan ruang ibadah multi-agama di area parkir W2, tepat di belakang Stretford End. Fasilitas ini dapat digunakan suporter untuk berdoa sebelum maupun sesudah pertandingan.
Kehadiran azan di Old Trafford memiliki makna lebih luas. Di tengah dinamika sepak bola modern yang sarat komersialisasi, stadion berkapasitas lebih dari 70 ribu penonton itu justru menjadi ruang refleksi spiritual.
3. Pengakuan terhadap identitas Muslim untuk fan MU.
Bagi komunitas MUMSC, acara ini bukan sekadar seremoni Ramadan. Ini merupakan pengakuan terhadap identitas Muslim dalam basis fan global MU.
“Ini jadi bukti kita semua dipersatukan oleh rasa hormat dan kebersamaan,” ujar salah satu anggota komunitas.
Di skuad utama MU musim ini juga terdapat sejumlah pemain Muslim. Mereka adalah Amad Diallo, Altay Bayindir, dan Noussair Mazraoui. Kehadiran mereka memperkaya warna keberagaman klub.
Ramadan 2026 pun meninggalkan jejak tersendiri di Old Trafford. Bukan karena gol dramatis atau trofi, melainkan karena suara azan yang untuk pertama kalinya menyatu dengan sejarah panjang Teater of Dream.
















![[FOTO] Momen Atletico Madrid Bantai Club Brugge di Liga Champions](https://image.idntimes.com/post/20260225/upload_d2036ad96ca42ca5f0dc89e762fc7736_f62b5671-dc2e-4fcb-814a-f61fb9b84b36.jpg)
