Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MU Kini Sudah Dianggap Sepele Oleh Lawan, Kenapa Begitu?
Bek Manchester United, Harry Maguire, bereaksi usai gagal menang atas Everton (AFP / Peter Powell)
  • Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, dengan gol Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson, sehingga tekanan terhadap tim terus meningkat.

  • Toby Alderweireld menyoroti bahasa tubuh pemain MU yang dinilai pasif saat tertekan, minim koneksi, komunikasi, serta tanda perjuangan untuk pelatih, klub, dan penggemar.

  • MU berada di peringkat ke-16 Premier League dengan tujuh poin, hanya satu angka di atas zona degradasi, sementara tim dinilai kekurangan pemimpin berkarakter kuat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Manchester United kalah lagi. Sekarang, mereka dihajar Bournemouth 0-3 di Old Trafford dalam laga Premier League 2026/27, Minggu (25/10/2026) malam WIB. Mereka jadi sepele.

Dalam pertandingan tersebut, Bournemouth mencetak tiga gol melalui Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson. Kekalahan ini menambah tekanan terhadap MU yang tak kunjung menang.

1. Bahasa tubuh pemain MU jadi sorotan

Mantan bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld, menilai para pemain MU tidak menunjukkan tanda-tanda ingin memperbaiki situasi tim. Tak ada koneksi yang terjadi di tim.

Menurutnya, kekompakan dan komunikasi antarpemain biasanya terlihat ketika sebuah tim sedang tertekan. Namun, ia tidak melihat hal tersebut dalam penampilan MU saat menghadapi Bournemouth.

“Para pemain MU hari ini hanya berdiri diam saat situasi sulit. Dari bahasa tubuh mereka, saya tidak melihat tanda-tanda bahwa mereka siap melakukan segalanya demi pelatih, klub, atau para penggemar untuk mengubah situasi,” ujar Alderweireld, dilansir "BBC".

2. MU kehilangan pemimpin

Alderweireld juga membandingkan skuad MU saat ini dengan generasi sebelumnya. Ia menilai tim berjuluk Setan Merah tersebut kekurangan pemain dengan karakter dan mentalitas kuat yang mampu membuat lawan merasa tertekan.

“Mudah saja mengatakan bahwa mereka kekurangan pemimpin, tetapi memang itulah kenyataannya. Mereka tidak memiliki pemain dengan karakter dan mentalitas yang kuat,” kata Alderweireld.

Ia kemudian menyinggung mantan bek MU, Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand, yang menurutnya memiliki bahasa tubuh serta karakter kuat. Saat ini, Alderweireld menilai penampilan MU saat ini tidak memberikan kesan menakutkan kepada lawan.

“Sementara itu, jika melihat para pemain Manchester United saat ini, lawan mungkin akan berpikir, ‘Saya tidak takut menghadapi mereka.’ Siapa pun pelatih yang datang, ceritanya selalu sama,” ujar Alderweireld.

3. MU terperosok ke papan bawah klasemen

Kekalahan dari Bournemouth membuat posisi MU semakin tertekan. Setan Merah kini berada di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League dengan tujuh poin, hanya unggul satu poin dari zona degradasi.

Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi Carrick dan skuadnya. Selain memperbaiki performa di lapangan, MU juga perlu menemukan cara untuk membangun kembali kekompakan dan kepercayaan diri tim agar bisa keluar dari tren negatif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article