Waspada Nagelsmann, Latih MU Punya Beban dan Tekanan Besar

Julian Nagelsmann dikaitkan sebagai calon pengganti Michael Carrick setelah Manchester United menjalani tujuh laga tanpa kemenangan dan kalah empat kali dalam 11 pertandingan awal musim.
Selain Nagelsmann, Antonio Conte masuk kandidat manajer MU. Nagelsmann berpengalaman di Hoffenheim, RB Leipzig, Bayern Muenchen, dan Timnas Jerman, tetapi minim pengalaman melatih klub di luar Jerman.
Oliver Kahn menilai Nagelsmann mampu membangun tim, namun memperingatkan ketidakstabilan manajerial MU dan meminta sang pelatih mempertimbangkan matang risiko melatih di Old Trafford.
Jakarta, IDN Times - Julian Nagelsmann tengah dikaitkan dengan Manchester United untuk menggantikan Michael Carrick di kursi manajer. Namun, legenda sepak bola Jerman, Oliver Kahn, memperingatkan Nagelsmann terkait risiko besar melatih MU.
Posisi Carrick memang sedang terancam akibat performa MU yang belum konsisten pada awal musim. Bruno Fernandes dan kawan-kawan telah melewati tujuh laga beruntun tanpa kemenangan serta menelan empat kekalahan dalam 11 pertandingan sejak awal musim.
1. Banyak juru taktik dikaitkan, termasuk Nagelsmann
Situasi tersebut membuat sejumlah juru taktik mulai dikaitkan dengan kursi manajer MU. Selain Nagelsmann, Antonio Conte juga masuk dalam daftar kandidat potensial. Keduanya memiliki pengalaman menangani klub-klub besar Eropa, tetapi Nagelsmann masih memiliki keterbatasan pengalaman di luar sepak bola Jerman.
Nagelsmann pernah melatih TSG Hoffenheim, Red Bull Leipzig, Bayern Munich, hingga Timnas Jerman. Sementara itu, Conte memiliki rekam jejak bersama Juventus, Chelsea, Inter Milan, Tottenham Hotspur, dan Napoli.
2. Kahn soroti minimnya pengalaman Nagelsmann di luar Jerman
Kahn mengakui kemampuan Nagelsmann dalam membangun dan mengembangkan tim. Meski demikian, dia menilai pengalaman Nagelsmann di level tertinggi, terutama di luar Jerman, masih meragukan.
"Dia bukan orang yang memiliki kaya pengalaman di level tertinggi, khususnya berkaitan dengan klub asing. Premier League dan MU tidak dikenal karena stabilitas manajerialnya dalam beberapa tahun terakhir," ujar Kahn, dilansir Sky Sports.
3. Nagelsmann harus berpikir matang
Kahn mengingatkan sejumlah manajer MU sebelumnya juga kesulitan mempertahankan posisi dalam jangka panjang. Karena itu, Nagelsmann perlu mempertimbangkan dengan matang apakah menangani MU itu keputusan tepat.
"Dia benar-benar harus bertanya kepada diri sendiri, 'Bagaimana langkahku selanjutnya? Apakah ini harus menjadi langkah yang tepat? Atau apakah aku harus mengambil risiko yang sangat besar seperti melatih Manchester United?'" kata Kahn.
Kahn tetap menaruh kepercayaan terhadap kemampuan Nagelsmann. Namun, dia merasa keputusan untuk menerima tantangan bersama MU sepenuhnya berada di tangan Nagelsmann.
"Bayern dan Timnas Jerman sudah menjadi tantangan besar bagi Nagelsmann. Saya percaya dia adalah orang yang bisa membangun dan mengembangkan sebuah klub dan tim. Apakah MU merupakan langkah selanjutnya yang tepat untuknya adalah sesuatu yang hanya bisa dia putuskan," ujar Kahn.





















