7 Musim Inter Milan Gagal Lolos ke 16 Besar Liga Champions per 2026

- Inter Milan tersingkir dari Liga Champions 2025/2026 setelah kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt di fase play-off, menandai kegagalan ketujuh mereka mencapai babak 16 besar.
- Sebelumnya, Inter juga gagal lolos dari fase grup tiga musim beruntun pada 2018 hingga 2020, termasuk menjadi juru kunci di grup yang dihuni Real Madrid dan Shakhtar Donetsk.
- Catatan buruk lainnya terjadi pada musim 2003/2004, 2000/2001, dan 1989/1990 ketika Inter tersingkir karena selisih gol atau kekalahan tipis di babak awal kompetisi.
Inter Milan harus mengubur mimpinya untuk menjuarai Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026. Nerazzurri menerima kenyataan pahit karena disingkirkan Bodo/Glimt pada fase play off. Ini menjadi kegagalan ketujuh mereka dalam menembus 16 besar kompetisi antarklub tertinggi di Benua Biru.
1. Inter Milan kalah 1-3 dan 1-2 dari Bodo/Glimt di Liga Champions 2025/2026
Inter Milan gagal meraih tiket 16 besar Liga Champions 2025/2026 karena kalah dari Bodo/Glimt pada fase play-off dengan agregat 2-5. Mereka tumbang 1-3 saat bermain tandang di Aspmyra Stadion, Norwegia, pada leg pertama (18/2/2026). Sempat imbang 1-1 sebelum rehat, Inter kecolongan dua gol usai keluar dari ruang ganti.
Inter kemudian tumbang 1-2 di Giuseppe Meazza pada Selasa (24/2/2026). Mereka bahkan kebobolan lebih dulu sebelum memperkecil kekalahan. Hasil ini sangat mengecewakan mengingat Inter merupakan finalis dalam 2 dari 3 edisi UCL sebelumnya. Makin memalukan, Bodo/Glimt adalah debutan di UCL 2025/2026.
2. Inter Milan gagal lolos dari fase grup Liga Champions 3 musim beruntun pada 2018—2020
Sebelum 2025/2026, Inter Milan terakhir kali gagal melaju ke 16 besar Liga Champions pada 2020/2021. Mereka tidak mampu lolos dari fase grup. Inter hanya menjadi juru kunci di grup B yang diisi Real Madrid, Shakhtar Donetsk, dan Borussia Moenchengladbach. Inter cuma mengoleksi 6 poin dari hasil 3 keimbangan, 1 kemenangan, dan 2 kekalahan.
Nasib serupa juga dialami Inter 2 musim sebelumnya. Mereka sedikit lebih baik karena berakhir di posisi ketiga. Inter meraih tujuh poin pada 2019/2020. Mereka kalah dari Barcelona dan Borussia Dortmund serta hanya unggul atas Slavia Praha. Sementara, pada 2018/2019, Inter berada di bawah Barcelona serta Tottenham Hotspur dan di atas PSV Eindhoven.
3. Inter Milan gagal lolos dari fase grup Liga Champions 2003/2004 karena selisih gol
Inter Milan merasakan salah satu kegagalan lolos ke 16 besar Liga Champions paling menyakitkan lainnya pada 2003/2004. Sebab, mereka hanya kalah akibat selisih gol. Pada musim ini, Inter tergabung di grup B bersama Arsenal, Lokomotiv Moskwa, dan Dynamo Kiev.
Inter dan Lokomotiv sama-sama mengoleksi delapan poin. Namun, mereka harus menyerahkan tiket 16 besar kepada Lokomotiv karena selisih golnya yang netral alias nol. Sementara, Inter memiliki selisih gol -3. Arsenal menjadi juara grup dan Kiev berada di posisi terbawah.
4. Inter Milan gagal lolos ke babak grup Liga Champions 2000/2001
Inter Milan bukan hanya gagal lolos ke 16 besar di Liga Champions 2000/2001. Mereka bahkan tidak mampu menembus fase grup. Inter terhenti pada babak kualifikasi pada musim ini. Mereka kalah dari wakil asal Swedia, Helsingborgs, dengan agregat tipis, 0-1.
Helsingborgs mencetak gol tunggalnya lewat Michael Hansson. Inter memiliki peluang emas ketika bermain di kandang pada leg kedua (23/8/2000). Mereka mendapat hadiah penalti pada menit 90+1. Sayangnya, eksekusi Alvaro Recoba dimentahkan Sven Andersson.
5. Inter Milan terhenti pada 32 besar di Liga Champions 1989/1990
Sebelum 2000/2001, Inter Milan gagal lolos ke 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya juga karena kalah dari klub Swedia. Mereka menyerah dari Malmo pada 32 besar UCL 1989/1990. Inter tumbang 0-1 akibat gol Hakan Lindman pada leg pertama (13/9/1989).
Ketika tampil di Giuseppe Meazza pada leg kedua (27/9/1989), Inter sempat menyamakan agregat lewat Aldo Serena pada menit 70. Namun, Malmo unggul lagi 10 menit kemudian. Leif Engqvist mencetak gol yang memupus harapan Inter.
Inter Milan merupakan peserta langganan di Liga Champions. Mereka bahkan mengoleksi tiga gelar juara. Jumlah tersebut menjadikan Inter sebagai 1 dari 8 klub dengan minimal 3 trofi dari total 24 pemenang per 2024/2025.
Namun, Inter juga bukan tanpa cela. Salah satu catatan buruk mereka adalah kegagalan lolos ke 16 besar dalam 7 musim di atas. Inter tentu bakal berjuang agar daftar ini tidak bertambah pada edisi-edisi mendatang.

















