Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Musim PSG Gagal Menangi 2 Laga Pembuka Ligue 1 sebelum 2026/2027
ilustrasi PSG (unsplash.com/Moahad Saqib)
  • PSG membuka Ligue 1 2026/2027 dengan dua hasil imbang 2-2 melawan Rennes dan Lille, setelah sempat tertinggal 0-2 di kedua pertandingan.
  • Pada 2012/2013, PSG gagal menang dalam tiga laga awal dan sempat berada di peringkat 11, tetapi akhirnya menjuarai Ligue 1.
  • PSG juga memulai 2013/2014 dan 2023/2024 dengan dua laga tanpa kemenangan, sebelum bangkit, memimpin klasemen, dan meraih gelar liga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Paris Saint-Germain (PSG) gagal tancap gas pada awal Ligue 1 Prancis 2026/2027. Sang juara bertahan kehilangan poin dalam dua laga pembuka liga. Berturut-turut, anak asuh Luis Enrique tertahan 2-2 di markas Stade Rennais dan LOSC Lille. Bahkan, PSG sempat tertinggal 0-2 dalam kedua laga sebelum menyelamatkan satu angka.

PSG pun untuk sementara tertahan di papan tengah klasemen. Namun, mereka tentu masih punya banyak waktu untuk bangkit. PSG juga tak perlu panik karena ini bukan kali pertama mereka berada dalam situasi serupa. Sebelum 2026, inilah 3 musim saat PSG gagal memenangi dua laga pembuka Ligue 1.

1. PSG gagal menang dalam tiga laga pertama Ligue 1 2012/2013 tetapi tetap juara

PSG pernah memulai Ligue 1 dengan lebih buruk pada 2012/2013. Saat itu, mereka tidak hanya gagal menang dalam dua, tetapi tiga laga pembuka. Mereka memulai musim dengan hasil 2-2 saat menjamu FC Lorient. Les Parisiens bahkan nyaris kalah sebelum dua gol Zlatan Ibrahimovic menyelamatkan mereka.

Dalam dua laga berikutnya, PSG tertahan tanpa gol oleh AC Ajaccio dan Girondins Bordeaux. PSG pun menutup pekan ketiga di peringkat sebelas klasemen. Namun, mereka segera mendaki ke puncak klasemen pada pekan sembilan berkat rentetan kemenangan.

PSG sempat beberapa kali lagi tersandung setelah itu. Beruntung, mereka terbukti lebih konsisten dibanding para pesaing. Ibrahimovic dan kolega akhirnya menyabet trofi saat liga menyisakan dua pertandingan. Itu adalah gelar juara Ligue 1 pertama PSG dalam 19 tahun.

2. PSG mempertahankan gelar juara Ligue 1 pada 2013/2014 meski mencatat start buruk

PSG tampil di Ligue 1 2013/2014 sebagai juara bertahan. Namun, mereka kembali memulai musim dengan hasil tak meyakinkan. Anak asuh Laurent Blanc tertahan imbang dalam dua pekan pembuka liga. Skornya identik 1-1 dan dengan proses yang hampir sama.

Pada laga pertama, PSG dengan cepat tertinggal di markas Montpellier. Mereka baru bisa menyamakan skor pada babak kedua. Hal serupa terjadi saat PSG menjamu Ajaccio pada pekan berikutnya. Mereka kebobolan pada awal laga sebelum menyelamatkan satu poin berkat aksi Edinson Cavani.

Meski demikian, PSG lagi-lagi berhasil bangkit dan jadi juara. Les Parisiens mulai menapak puncak klasemen pada pekan sepuluh dan tak tergeser hingga akhir musim. Mereka merebut trofi liga kedua beruntun sekaligus keempat sepanjang sejarah.

3. PSG juga memenangi Ligue 1 2023/2024 meski gagal menang dalam dua laga awal

Selama 1 dekade berikutnya, PSG konsisten menjadi penguasa Ligue 1. Dominasi mereka hanya sesekali disela klub lain. Namun, Les Parisiens terkadang masih tetap kesulitan pada awal musim. Salah satunya pada 2023/2024, saat mereka tertahan imbang dalam dua laga pertama.

Pada pekan pembuka, PSG ditahan tanpa gol saat menjamu FC Lorient. Penguasaan bola 78 persen dan total 20 tembakan yang dibuat PSG berujung sia-sia. Setelah itu, mereka melancong ke markas FC Toulouse. Sempat unggul 1-0, PSG harus puas dengan skor 1-1 karena kebobolan gol penalti pada menit 87.

PSG juga masih tersandung dalam beberapa laga setelahnya. Namun, mereka sampai ke puncak klasemen pada pekan 12 dan tak terkejar hingga musim selesai. PSG pun selalu berhasil mempertahankan gelar juara hingga 2025/2026 kemarin.

PSG pernah beberapa kali gagal menang dalam dua laga pembuka Ligue 1 Prancis sebelum 2026/2027. Namun, pada akhirnya mereka tetap jadi juara. Masuk akal untuk meramalkan bahwa hal serupa juga bakal terjadi pada musim ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article