Asian Games 2026 Jadi Momen Pembuktian Veddriq Leonardo

- Veddriq Leonardo menjadikan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sebagai ajang kebangkitan dan pembuktian, setelah kesulitan meraih gelar pasca emas Olimpiade Paris 2024.
- Pemanjat Indonesia ini menargetkan emas sambil mempertajam teknik, menjaga konsentrasi, memperkuat mental, dan meningkatkan fokus saat bertanding.
- Veddriq menilai persaingan akan ketat dari China, Jepang, Kazakhstan, dan Iran; status juara Olimpiade disebutnya sebagai motivasi, bukan beban.
Jakarta, IDN Times - Pemanjat Indonesia, Veddriq Leonardo, menjadikan Asian Games 2026, Aichi-Nagoya, sebagai momen pembuktian. Veddriq menyatakan turnamen multievent tersebut menjadi momentumnya untuk bangkit, setelah sempat kesulitan meraih gelar pasca menyabet medali emas Olimpiade 2024, Paris.
Setelah meraih emas Olimpiade, Veddriq memang mengalami penurunan yang cukup drastis. Bahkan, dia baru bisa pecah telur ketika mentas di World Climbing Series Chamonix pada 10 hingga 12 Juli 2026.
"Mungkin Asian Games kali ini menjadi pembuktian buat saya. Sebisa dan semaksimal mungkin, saya akan melakukan segalanya demi meraih hasil maksimal. Saya cukup bersyukur, akhirnya bisa lolos ke Asian Games 2026 dan kini berusaha maksimal demi bisa memenuhi target emas," ujar Veddriq saat ditemui IDN Times dalam Tim Indonesia Day beberapa waktu lalu di Jakarta.
1. Banyak hal yang harus dipertajam

Atlet speed putra Indonesia, Veddriq Leonardo (IDN Times/Margith Damanik) Veddriq mengakui, banyak hal yang harus dipertajam olehnya. Selain teknik, ketenangan dan fokus saat memanjat harus dimatangkan. Sebab, jika berbicara tentang teknik dan strategi, Veddriq merasa hal tersebut sudah jadi rutinitas yang harus dijalani setiap berlatih.
"Kalau teknik kan progres ya. Sekarang bagaimana caranya kami harus mempertahankan konsentrasi, memperkuat mental, dan lebih fokus," kata Veddriq.
2. Persaingan bakal makin ketat
Pria 29 tahun tersebut merasa saat ini persaingan di Asian Games 2026 akan semakin sengit. Sebab selain China, atlet-atlet asal Kazakhstan, Iran, dan Jepang, bisa memberikan perlawanan yang ketat.
"Melihat catatan waktu, saya rasa kompetisinya akan sangat ketat. Sekarang gak cuma China. Tuan rumah, Jepang, ada juga dari Kazakhstan dan Iran yang berpotensi menjadi pesaing terberat," kata Veddriq.
3. Status peraih emas Olimpiade tak jadi beban
Status Veddriq sebagai peraih medali emas Olimpiade 2024, tentunya menjadi sebuah bukti akan kualitasnya. Tapi, bukan gak mungkin hal tersebut justru menjadi beban tersendiri untuk Veddriq. Terkait hal ini, pria asal Pontianak itu menyatakan jika emas Olimpiade 2024 justru menjadi motivasi baginya demi bisa berbuat banyak.
"Justru gak sih, karena menurut saya itu jadi keuntungan. Bisa memotivasi saya, karena seperti yang dibilang, ini menjadi momen pembuktian," ujar Veddriq.



















