Menjuarai turnamen sepak bola tingkat internasional bukanlah perkara mudah. Apalagi mempertahankan momentum dari tingkat kontinental hingga ke panggung Piala Dunia. Dalam sejarah sepak bola, hanya ada segelintir tim yang punya mentalitas tersebut. Alih-alih kehabisan bensin, beberapa negara berhasil mengawinkan gelar juara di tingkat benua dengan Piala Dunia.
6 Negara Kampiun Piala Dunia dan Kejuaraan Benua secara Berdekatan

1. Uruguay sudah mendominasi Copa America sebelum menjadi juara Piala Dunia 1930
Timnas Uruguay jadi pembuka daftar elite ini. Dilansir Transfermakt, sebelum Piala Dunia pertama digelar, La Celeste sudah menjadi penguasa Amerika Selatan dengan menjuarai Copa America 1924 dan 1925. Dominasi mereka kian sempurna sebab berhasil mengangkat trofi Jules Rimet pada Piala Dunia 1930 saat bertindak sebagai tuan rumah.
2. Generasi emas Jerman Barat dekade 1970-an mempersembahkan dua gelar juara beruntun
Generasi emas Jerman Barat yang dipimpin Franz Beckenbauer sangat dominan pada era 1970-an. Dilansir BeSoccer, Die Mannschaft terlebih dahulu menaklukkan level benua dengan menjuarai Piala Eropa 1972 usai menggilas Uni Soviet dengan skor 3-0. Lalu, 2 tahun kemudian, mereka sukses menjadi kampiun Piala Dunia 1974 usai mengalahkan Belanda yang mengusung total football pada final.
3. Prancis lebih dulu menjadi juara Piala Dunia 1998 sebelum merengkuh trofi Piala Eropa 2000
Capaian Prancis terbilang unik sebab menjadi kampiun Piala Dunia sebelum mengukuhkan dominasi di level benua. Dilansir Football History, tim asuhan Aime Jaqcuet itu meraih trofi pertama saat menjadi tuan rumah pada 1998 dengan mengalahkan Brasil di laga puncak. Selanjutnya, Didier Deschamps dan kawan-kawan menyempurnakan capaian berkat gelar juara Piala Eropa 2000.
4. Brasil melanjutkan dominasi di Piala Dunia 2002 dengan menjadi kampiun Copa America 2004
Brasil meniru kedigdayaan Prancis dengan mengawinkan trofi Piala Dunia dan turnamen kontinental. Dilansir AiScore, Selecao memulai pencapaian tersebut dengan sukses menjuarai Piala Dunia 2002 Korea Selatan-Jepang. Capaian itu kemudian dilanjutkan dengan keberhasilan merengkuh trofi Copa America 2004 Peru setelah mengalahkan rival mereka, Argentina, lewat adu penalti.
5. Tiki-taka membawa Spanyol meraih Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012
Generasi emas La Furia Roja memutus puasa gelar berkat gaya bermain tiki-taka yang atraktif. Gelar juara Piala Eropa 2008 diraih ketika Spanyol yang diasuh Luis Aragones menekuk Jerman pada final. Estafet kepelatihan kemudian dilanjutkan Vicente del Bosque yang sukses merengkuh trofi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan materi skuad yang hampir sama. Spanyol bahkan memperpanjang dominasi dengan menjuarai Piala Eropa 2012.
6. Setelah Copa America 2021, Lionel Scaloni dan Argentina membawa pulang trofi Piala Dunia 2022
Tim terakhir dalam daftar ini adalah Argentina di bawah asuhan Lionel Scaloni. Dilansir BeSoccer, perjalanan tim asuhan pelatih Lionel Scaloni tersebut dimulai ketika La Albiceleste sukses menyudahi puasa gelar mereka dengan menjuarai Copa America 2021 usai menumbangkan Brasil. Satu tahun berselang, Lionel Messi dan kawan-kawan merengkuh trofi Piala Dunia 2022 setelah melalui final dramatis melawan Prancis.
Lantas siapa yang berpotensi melanjutkan daftar elite ini? Spanyol, juara Piala Eropa 2024, sudah memastikan satu tempat ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis pada Rabu (15/7/2026). Apakah Argentina, kampiun Copa America 2024, bisa menyusul?