Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Omar Artan Ditolak Masuk AS, FIFA Tetap Bayar Gaji Penuh
Penyerang Gabon Denis Bouanga menerima kartu kuning dari wasit Omar Abdulkadir Artan dalam pertandingan Grup F Piala Afrika 2025 melawan Pantai Gading di Grand Stadium, Marrakech, Maroko, 31 Desember 2025. (AFP/Khaled Desouki)
  • Omar Artan, wasit asal Somalia, ditolak masuk ke Amerika Serikat meski memiliki visa resmi sehingga gagal bertugas di Piala Dunia 2026.
  • FIFA tetap membayarkan gaji penuh kepada Artan sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme dan kontribusinya meski tidak dapat menjalankan tugas.
  • UEFA menunjuk Artan memimpin Piala Super UEFA 2026 di Austria, menegaskan reputasinya tetap diakui secara internasional meski gagal tampil di Piala Dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Impian besar Omar Artan tampil di panggung sepak bola terbesar dunia memang tertunda. Namun, kisah wasit asal Somalia itu justru menjadi salah satu cerita paling menyentuh dari Piala Dunia 2026.

FIFA memastikan Artan tetap menerima gaji penuh sebagai ofisial turnamen meski gagal menjalankan tugasnya setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat. Keputusan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas profesionalisme dan kontribusinya sebagai salah satu wasit terbaik Afrika.

Artan sebelumnya masuk dalam daftar wasit yang ditunjuk FIFA untuk bertugas di Piala Dunia 2026. Penunjukan itu memiliki makna istimewa karena ia berpeluang menjadi warga Somalia pertama yang memimpin pertandingan di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.

1. Sempat ditahan 11 jam di bandara

Namun, perjalanan bersejarah itu terhenti setibanya di Bandara Internasional Miami. Menurut laporan BBC, Artan sempat ditahan selama 11 jam sebelum akhirnya tidak diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat.

Otoritas imigrasi AS disebut menolak kedatangannya meski Artan telah membawa paspor diplomatik dan visa resmi untuk menghadiri turnamen. Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan dugaan hubungan dengan individu yang dicurigai terkait organisasi teroris.

Keputusan itu langsung mengakhiri peluang Artan untuk bertugas di Piala Dunia 2026. Padahal, seluruh dokumen perjalanan dan akreditasi yang dibutuhkan telah ia kantongi sebelum berangkat.

2. Impian Artan yang harus kandas

Dalam pernyataannya, Artan mengaku kecewa karena impian yang telah diperjuangkannya selama bertahun-tahun harus kandas sebelum dimulai.

"Saya memiliki semua dokumen yang diperlukan. Saya memiliki visa yang sah. Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan impian terbesar dalam hidup saya, yaitu tampil di Piala Dunia," ujar Artan.

Meski tidak dapat bertugas, FIFA tetap menunjukkan dukungannya. Badan sepak bola dunia itu menegaskan kebijakan imigrasi sepenuhnya berada di bawah kewenangan negara tuan rumah dan berada di luar kendali mereka.

3. Dapat kompensasi yang seharusnya diterima Artan selama Piala Dunia

Dilansir Marca, FIFA tetap membayarkan seluruh kompensasi yang seharusnya diterima Artan selama Piala Dunia berlangsung. Nominal yang diterima nantinya akan disesuaikan dengan jumlah pertandingan yang semestinya ia pimpin.

Dukungan terhadap Artan juga datang dari Eropa. UEFA menunjuk wasit berusia 23 tahun tersebut untuk memimpin Piala Super UEFA 2026 yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria, pada 12 Agustus mendatang. Penunjukan itu menjadi sinyal bahwa reputasi dan kualitasnya tetap mendapat pengakuan internasional.

Kini Artan telah kembali ke Somalia. Ia disambut hangat oleh masyarakat yang melihatnya sebagai simbol perjuangan dan kebanggaan nasional. Meski gagal tampil di Piala Dunia 2026, Artan belum menyerah. Ia menegaskan akan terus bekerja keras demi mewujudkan mimpinya memimpin pertandingan di Piala Dunia 2030.

Editorial Team

Related Article