Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ompongnya Manchester United, Hanya 8 Gol dari Ratusan Tembakan

2 min read
Ompongnya Manchester United, Hanya 8 Gol dari Ratusan Tembakan
Bek Manchester United, Harry Maguire, bereaksi usai gagal menang atas Everton (AFP / Peter Powell)
  • Manchester United mengawali lima laga Premier League dengan lima poin dan berada di posisi 12 klasemen sementara.

  • MU telah melepaskan 113 tembakan, terbanyak di Premier League, tetapi baru mencetak delapan gol.

  • Michael Carrick kecewa setelah hasil imbang melawan Fulham dan mengakui penyelesaian akhir timnya kurang klinis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah MU perlu segera meningkatkan penyelesaian akhir?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Start Manchester United kurang mulus. Barisan depan yang kurang tajam menjadi salah satu faktor utama Setan Merah kurang kompetitif dalam lima pertandingannya di Premier League musim ini.

Tim asuhan Michael Carrick saat ini tercecer di posisi 12 klasemen sementara, dengan torehan lima poin. Rapornya cukup merah, menelan dua kekalahan, dua imbang, dan baru sekali merasakan kemenangan.

  1. 1. Baru cetak delapan gol dari ratusan tembakan

    Berdasarkan data Squawka, Bruno Fernandes dan kawan-kawan sebenarnya cukup kreatif dalam mengelola peluang di sepertiga akhir lapangan. Mereka bahkan menjadi tim dengan jumlah tembakan terbanyak di Premier League.

    Total tembakan yang telah dilepaskan mencapai 113, klub pertama yang menyentuh tiga digit sejauh ini. Ironinya, dari ratusan tembakan tersebut, hanya delapan gol yang mampu mereka bukukan.

  2. 2. Cetak gol ke gawang siapa saja?

    Dari lima laga Premier League yang telah dijalani, MU hanya gagal mencetak gol saat dibekuk Hull City dan Manchester City. Sementara itu, gol terbanyak MU dalam satu pertandingan tercipta saat melibas Ipswich Town 5-2 di Old Trafford.

    Terbaru, saat tertahan 1-1 dalam lawatannya ke markas Fulham, Setan Merah juga melepaskan tembakan yang banyak. Totalnya mencapai 25 tembakan, tetapi hanya tujuh yang mengarah ke gawang.

    Satu-satunya gol yang tercipta saat Matheus Cunha menyamakan kedudukan pada menit 89. Efektivitas dan penyelesaian akhir menjadi aspek krusial yang harus segera dibenahi Carrick.

  3. 3. Apa kata Carrick?

    Menyikapi hasil imbang di Craven Cottage tersebut, Carrick mengaku sangat kecewa. Carrick memang mengakui kalau penyelesaian akhir anak-anak asuhnya kurang klinis, tetapi secara keseluruhan, mereka dinilai tampil bagus.

    "Saya kecewa kami tidak menang. Kami datang untuk menang dan melakukan banyak hal dalam pertandingan untuk layak menang. Kiper mereka mungkin pemain terbaik (dalam laga ini), dengan penyelamatan yang dilakukannya. Kami seharusnya bisa unggul, tetapi beberapa kali membentur tiang," kata Carrick dikutip dari laman resmi klub.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More