Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Onana Blunder dan MU Kalah, Amorim Pasang Badan

ilustrasi Manchester United (unsplash.com/Colin + Meg)
ilustrasi Manchester United (unsplash.com/Colin + Meg)

Jakarta, IDN Times - Kekalahan Manchester United tak lepas dari dua blunder yang dilakukan oleh kipernya, Andre Onana. Dalam duel melawan Grimsby Town, Kamis dini hari WIB (28/8/2025) dalam Piala Liga, MU kebobolan lewat dua gol yang konyol.

Gol pertama Grimsby lahir akibat Onana gagal mengantisipasi tembakan Charles Vernam di menit 22. Bukannya menepis, bola malah melewati sela-sela tubuh Onana.

Skenario gol kedua juga konyol. Onana hendak memotong bola dari situasi sepak pojok. Bukannya bola, tapi kepala pemain Grimsby justru ditangkap Onana.

"Dengan segala rasa hormat, ketika melawan tim kasta keempat, bukan soal kiper, tapi segalanya," ujar pelatih MU, Ruben Amorim, dilansir Metro.

1. Tekanannya berbeda lawan tim dengan kasta rendah

Amorim menyatakan atmosfer hingga tekanan yang muncul saat melawan Grimsby sangat berbeda. Ada semangat lebih dari tim seperti Grimsby ketika menghadapi MU. Makanya, setiap detail sangat penting dan begitu menentukan.

"Semua soal lingkungan, cara kami menghadapi kompetisi. Kami tahu apa yang disorot orang-orang. Semuanya bisa menjadi penting dalam setiap detail," kata Amorim.

2. Kewalahan menghadapi pemain yang gak lelah berlari

Setan Merah, menurut Amorim, memang tampil buruk saat melawan Grimsby. Mereka kewalahan menghadapi "tim terbaik", yang tanpa lelah berlari di lapangan.

"Tim terbaik yang di lapangan menang. Pemain terbaik kalah, karena ada tim yang bisa melawan siapa saja. Dan saya meras tim serta pemain berbicara keras hari ni. Jadi, itulah. Kami kalah, tim terbaik menang," kata Amorim.

3. Start tanpa intensitas, hingga kalah

Kekalahan dari Grimsby menjadi titik terendah baru MU di era Amorim. Mereka dihujat habis-habisan oleh fans sendiri lantaran tak bisa menampilkan performa terbaik.

"Kami mencatatkan start tanpa intensitas. Idenya adalah menekan, tapi kami kalah, dan itu mengapa mereka berbicara sangat keras," kata Amorim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us