Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anatomi Biliar Filipina dan Seni Bertahan Hidup

ilustrasi stik biliar
ilustrasi stik biliar (pixabay.com/Xtip)
Intinya sih...
  • Biliar di Filipina berasal dari kamp militer dan menjadi alternatif bertahan hidup
  • Permainan ini diadopsi dari militer AS dan menjadi ladang bagi kelompok tanpa akses pekerjaan formal
  • Akar rumput penuh stigma yang melambungkan Filipina sebagai negara dominan dalam olahraga biliar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Filipina kerap dijuluki sebagai Ibu Kota Biliar Dunia karena kepadatan pemain papan atas yang lahir dari salah satu negara kepulauan di Asia Tenggara ini. Namun, profil yang melekat tersebut bukan produk dari akademi olahraga yang mewah, melainkan berkat tekanan sosio-ekonomi ekstrem dan budaya jalanan unik. Perpaduan ini menciptakan budaya masyarakat dan akar rumput olahraga biliar yang kuat dan boleh dibilang legendaris.

1. Biliar di Filipina, dari kamp militer ke gang sempit

Kolonialisme Amerika Serikat berperan besar ketika berbicara terkait sejarah biliar Filipina. Olahraga ini pertama kali dibawa militer Amerika Serikat sebagai bentuk rekreasi. Tak butuh waktu lama bagi masyarakat lokal mengadopsi permainan ini.

Faktor utamanya adalah karena model permainan biliar sangat cocok dengan skema perjudian. Olahraga ini segera menjamur di kalangan pemuda yang putus sekolah atau kalangan pengangguran. Arenanya bertebaran, mulai dari pinggir jalan, dalam pasar, sudut-sudut gang, hingga jantung permukiman nonelite.

2. Biliar sebagai alternatif bertahan hidup

Di Filipina, biliar tingkat akar rumput bukan sekadar ajang pengisi waktu luang. Ia bisa jadi ladang untuk kelompok yang tidak punya akses kepada lapangan kerja formal. Fenomena yang dikenal sebagai money games (pustahan) pun akhirnya menjadi jantung dari olahraga ini.

Pendekatan ini umumnya sangat berbeda dengan atlet biliar asal negara lain yang praktis lebih mengasah fondasi teknis, fundamental, dan mental bermain. Sementara, di Filipina, sejak belia, pemain sudah terbiasa untuk mempertaruhkan hidup di atas meja. Menang berarti makan, kalah berarti pecundang.

Dalam kelindan itu juga banyak pemain biliar Filipina akhirnya mencapai jam terbang tinggi. Belum lagi, meja-meja dengan kualitas ala kadarnya sudah biasa mereka taklukkan. Tanpa banyak teori, para pemain biliar Filipina belajar lewat observasi visual dan ribuan kali trial-and-error dalam situasi tekanan tinggi yang tak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga memantapkan mental bertanding ngeyel.

3. Akar rumput penuh stigma yang melambungkan Filipina

Dalam sejarahnya, biliar di Filipina diasosiasikan dengan pria-pria bertato dan kelompok pengangguran di gang-gang sempit. Namun, kemenangan Efren "Bata" Reyes di World Pool Championship 1999 yang disiarkan secara nasional mengubah stigma tersebut. Momen itu ibarat Reyes menjadi pahlawan rakyat yang mewakili kisah perjuangan pembebasan diri dari kemiskinan. Keberhasilannya memberikan rasa bangga nasional dan membuat orangtua di Filipina tidak lagi melarang anak-anak mereka bermain biliar.

Faktor sosiologis utama yang mendukung dominasi Filipina adalah sifat biliar yang inklusif secara fisik. Biliar adalah permainan yang tidak mengandalkan kekuatan fisik atau tinggi badan. Pemain harus menguasai keterampilan dan strategi jika pengin menjadi hebat di olahraga ini. Aspek ini memungkinkan anak-anak kecil dari kalangan miskin, seperti Efren Reyes kecil yang harus menggunakan tumpukan kotak minuman ringan untuk bisa menjangkau meja biliar, tetap berani memupuk mimpi menjadi profesional sambil mengubah nasib.

Hegemoni biliar Filipina termasuk manifestasi dari ketahanan psikologis manusia terhadap kesulitan ekonomi. Selama akar rumput masih melihat biliar sebagai alternatif jalan keluar dari kesulitan hidup, Filipina diprediksi bakal terus melahirkan bakat-bakat terbaik di olahraga ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Klasemen Grup A Piala Asia 2026 Futsal: Indonesia Kokoh di Pucak

31 Jan 2026, 21:02 WIBSport