Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pelanggaran yang Menyebabkan Kartu Kuning dan Merah dalam Sepak Bola

Pelanggaran yang Menyebabkan Kartu Kuning dan Merah dalam Sepak Bola
ilustrasi kartu merah (pexels.com/BOOM Photography)
Intinya Sih
  • Di sepak bola, wasit memiliki wewenang penuh untuk memberi kartu sesuai tindakan yang dilakukan pemain di lapangan, baik itu kartu kuning maupun kartu merah.

  • Kartu kuning berfungsi sebagai peringatan bagi pemain yang melakukan pelanggaran ringan atau tindakan tidak sportif.

  • Kartu merah diberikan untuk pelanggaran berat seperti kekerasan fisik, tekel berbahaya, handball sengaja menggagalkan gol, atau menerima dua kartu kuning dalam satu pertandingan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pada pertandingan sepak bola, wasit memiliki sejumlah wewenang untuk menjaga jalannya laga tetap tertib dan sportif. Salah satunya dengan memberikan kartu kepada pemain yang melakukan pelanggaran atau tindakan tidak sportif di lapangan.

Kartu kuning dan kartu merah menjadi contoh penting dalam peraturan sepak bola. Keduanya berfungsi sebagai bentuk peringatan sekaligus hukuman bagi pemain yang melanggar Laws of the Game di atas lapangan.

Meski tampak sepele, mungkin ada sebagian penggemar sepak bola yang belum paham terkait pelanggaran apa saja yang bisa dihadiahi kartu kuning atau bahkan kartu merah. Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah pelanggaran yang menyebabkan kartu kuning dan merah. Simak, ya.

Table of Content

1. Apa itu kartu kuning?

1. Apa itu kartu kuning?

Kartu kuning dalam sepak bola adalah tanda peringatan yang diberikan wasit kepada pemain atau ofisial tim karena melakukan pelanggaran tertentu. Maknanya mungkin mirip lampu kuning pada lampu lalu-lintas yang menandakan orang tersebut harus berhati-hati.

Seorang pemain yang menerima kartu kuning masih diperbolehkan melanjutkan pertandingan. Namun, jika kembali mendapat kartu kuning kedua dalam laga yang sama, dia akan otomatis menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Selain berdampak pada pertandingan yang sedang berlangsung, akumulasi kartu kuning dalam kompetisi juga bisa menyebabkan hukuman larangan bermain laga berikutnya.

2. Apa itu kartu merah?

Jika kartu kuning mengharuskan pemain untuk berhati-hati, kartu merah adalah hukuman kontan bagi pemain yang melakukan pelanggaran. Pemain yang menerima kartu merah harus langsung meninggalkan lapangan dan tidak boleh digantikan oleh pemain lain.

Sebagai konsekuensi, tim yang bersangkutan harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit dari lawan. Dalam banyak kompetisi, kartu merah juga biasanya diikuti sanksi tambahan berupa larangan bermain satu pertandingan atau lebih, bahkan denda.

3. Pelanggaran yang bisa menyebabkan kartu kuning

Seorang pemain bisa terkena kartu kuning apabila dianggap telah melakukan pelanggaran tertentu dan tindakan tak sportif lainnya. Berikut ini di antaranya.

  • Pelanggaran berulang

Meski seorang pemain melakukan pelanggaran yang tidak tergolong keras, dia tetap bisa terkena kartu kuning jika terus-menerus melakukannya. Dalam sepak bola, tindakan ini biasa disebut juga sebagai pelanggaran berulang.

Sebagai contoh, seorang pemain beberapa kali menjatuhkan lawan atau melakukan tekel terlambat. Jika wasit menilainya sebagai pelanggaran berulang, kartu kuning bakal langsung diberikan sebagai peringatan.

  • Menarik baju lawan

Menarik jersey atau bagian tubuh lawan untuk menghentikan pergerakan mereka juga bisa menyebabkan seorang pemain diganjar kartu kuning. Tergantung kondisi, pelanggaran ini bahkan bisa berujung kartu merah, terutama jika tarikan tersebut menggagalkan peluang emas lawan untuk mencetak gol.

  • Menjegal lawan yang sedang menyerang balik

Pemain bisa menerima kartu kuning apabila sengaja melakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan lawan yang berpotensi berbahaya. Misalnya dengan menjegal pemain yang sedang melakukan serangan balik. Bagi timnya sendiri, aksi ini mungkin dibenarkan dengan dalih professional foul, tetapi wasit akan tetap menganggapnya tidak sportif dan memberikan kartu.

  • Mengulur waktu

Tindakan mengulur waktu juga bisa dianggap oleh wasit sebagai pelanggaran. Sebagai hukuman, pemain tak hanya diberi teguran, namun juga kartu kuning jika terlalu sering melakukannya. Tindakan mengulur waktu ini seperti terlalu lama mengambil tendangan gawang, berjalan lambat saat pergantian pemain hingga pura-pura cedera.

  • Diving

Berikutnya ada diving atau pura-pura dilanggar dengan tujuan mendapat tendangan bebas atau penalti. Jika wasit menilai pemain melakukan diving, dia tak akan segan untuk langsung memberikan kartu kuning.

  • Memprotes wasit secara berlebihan

Konfrontasi berlebihan dengan wasit juga bisa diganjar hukuman kartu kuning. Contohnya bagi pemain yang protes dengan cara agresif atau menunjukkan gestur yang tidak menghormati keputusan wasit.

  • Selebrasi berlebihan

Beberapa bentuk selebrasi juga dapat menghasilkan kartu kuning. Contoh umumnya adalah dengan membuka jersey saat merayakan gol. Selain itu, selebrasi yang dianggap provokatif terhadap lawan maupun penonton juga bisa berujung hukuman serupa.

4. Pelanggaran yang bisa menyebabkan kartu merah

Berbeda dari kartu kuning, pemain yang terkena kartu merah tidak bisa melanjutkan pertandingan dan harus meninggalkan lapangan. Berikut sejumlah pelanggaran yang dapat menyebabkan kartu merah.

  • Tekel berbahaya

Ada kalanya wasit melihat seorang pemain melakukan tekel berbahaya ke lawannya. Misalnya tekel dengan dua kaki terangkat atau menghantam kaki lawan dengan keras sehingga berpotensi menyebabkan cedera serius.

  • Menendang atau menyikut lawan

Segala bentuk kekerasan yang dilakukan di lapangan dapat langsung diganjar kartu merah, bahkan ketika bola sedang tidak dimainkan. Contohnya seperti menendang atau menyikut lawan dengan sengaja.

  • Mendapat kartu kuning kedua

Seperti dijelaskan sebelumnya, pemain yang telah mengantongi satu kartu kuning harus berhati-hati. Jika sampai terkena kartu kuning lagi di laga yang sama, dia akan otomatis mendapat hadiah kartu merah dan pergi keluar lapangan.

  • Menghalangi gol atau peluang gol dengan handball sengaja

Wasit juga bisa memberi kartu merah kepada pemain yang kedapatan handball dengan sengaja untuk menghalangi terciptanya gol atau peluang emas.

  • Menggagalkan peluang emas lawan

Contoh mudahnya, ada pemain sengaja menarik atau menjatuhkan lawan yang tinggal berhadapan dengan kiper dan menggagalkan peluangnya untuk mencetak gol. Jika wasit melihat pelanggaran semacam ini, pemain terkait akan langsung diberi kartu merah.

  • Berkata kasar atau menggunakan gestur menghina

Ucapan yang bersifat kasar atau menghina terhadap lawan, wasit, maupun pihak lain dapat berujung kartu merah langsung. Jika memang terbukti berlebihan seperti berucap rasis, si pemain dapat diberi hukuman tambahan.

  • Tindakan tidak sportif lainnya

Beberapa tindakan tertentu yang dianggap mencederai sportivitas pertandingan juga dapat berujung kartu merah langsung. Contohnya seperti menyerang wasit, memprovokasi keributan besar, atau bahkan meludahi lawan.

Itulah tadi sejumlah pelanggaran yang menyebabkan kartu kuning dan merah dalam sepak bola. Bagaimana menurutmu?

FAQ seputar pelanggaran yang menyebabkan kartu kuning dan merah

Pelanggaran apa yang menyebabkan pemain mendapatkan kartu kuning?

Ada banyak. Misal melakukan pelanggaran berulang, mengulur waktu, menarik baju lawan, protes keras ke wasit hingga selebrasi belebihan.

Apa penyebab terjadinya kartu merah?

Biasanya dijatuhkan kepada pemain yang melakukan pelanggaran keras seperti tekel dengan dua kaki. Selain itu, bisa juga karena mendapat dua kartu kuning hingga menggagalkan peluang emas lawan dengan cara tak sportif.

Bagaimana jika pelatih terkena kartu kuning?

Sama seperti pemain, pelatih yang terkena kartu kuning juga harus berhati-hati. Sebab, dia juga bisa dikenai kartu merah jika melakukan kesalahan serupa.

Kartu merah dihukum apa?

Jika seorang pemain atau ofisial tim terkena kartu merah, dia harus meninggalkan lapangan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More