Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pelatih Austria yang Menangani Klub Bundesliga pada 2026/2027

3 min read
3 Pelatih Austria yang Menangani Klub Bundesliga pada 2026/2027
ilustrasi bola (pixabay.com/picselweb)
  • Christian Ilzer menghadapi musim ketiga di Hoffenheim, yang berada di posisi 14 Bundesliga setelah hanya sekali menang dalam empat laga serta kalah 0-2 dari OFI Crete di Liga Europa.
  • Miron Muslic membawa Schalke promosi sebagai juara 2. Bundesliga 2025/2026 dengan 70 poin; timnya lalu mengoleksi lima poin dari empat laga Bundesliga dan menempati peringkat 11.
  • Adi Huetter kembali ke Eintracht Frankfurt setelah delapan bulan menganggur; Frankfurt berada di urutan 10 dengan lima poin, setelah meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan Bundesliga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bundesliga Jerman banyak dihiasi pelatih asing pada 2026/2027. Salah satunya adalah juru taktik dari Austria yang mengadu racikan terbaiknya di kasta teratas. Beberapa di antaranya sudah menunjukkan kualitasnya dengan mampu bersaing pada awal musim. Tercatat, ada tiga pelatih asal Austria yang menangani klub Bundesliga 2026/2027. Seperti apa kiprahnya? 

  1. 1. Konsistensi Christian Ilzer bersama TSG Hoffenheim diuji dengan jadwal padat

    Christian Ilzer menjalani musim ketiga sebagai nakhoda TSG Hoffenheim pada 2026/2027. Di Bundesliga 2025/2026, ia menghadirkan kejutan dengan membawa tim finis kelima untuk lolos ke Liga Europa. Hasil ini di luar prediksi mengingat musim pertamanya pada 2024/2025 lalu, Hoffenheim kesulitan bersaing dan bisa bertahan di kasta teratas setelah finis di posisi 15.

    Kini, Ilzer mendapatkan tantangan berat pada 2026/2027. Jadwal lebih padat menjadi ujian besar baginya untuk mempertahankan konsistensi permainan. Sayangnya, performa tersebut belum terlihat pada awal musim. Di Bundesliga, Hoffenheim terpuruk di peringkat 14. Hoffenheim hanya menang 1 kali dari 4 laga. Tiga laga sisanya berakhir kekalahan. 

    Sementara di Liga Europa, kiprah Hoffenheim juga belum memuaskan setelah takluk 0-2 dari OFI Crete. Adapun, hasil lebih baik diperoleh di DFB-Pokal dengan menang 4-0 atas Erzgebirge Aue. Dengan hasil kurang maksimal pada awal musim, Ilzer perlu berbenah agar tidak makin buruk. Jika mampu bangkit, Hoffenheim bisa kembali ke persaingan papan atas.

  2. 2. Miron Muslic membuktikan kualitasnya setelah membawa Schalke promosi

    Miron Muslic memasuki musim keduanya menukangi Schalke pada 2026/2027. Sebelumnya, ia berhasil membantu Schalke promosi ke Bundesliga pada musim debutnya. Setelah 3 tahun absen, Schalke kembali mentas di kasta teratas Liga Jerman.

    Schalke naik kasta dengan label kampiun 2. Bundesliga 2025/2026. Schalke juara berkat raihan 70 poin, hasil dari 21 kali menang, 7 kali imbang, dan 6 kali kalah. Dengan status juara tersebut, Schalke mengawali musim dengan optimisme tinggi di bawah arahan Muslic.

    Benar saja, laga pertama musim di DFB-Pokal, Schalke meraih kemenangan besar 5-2 atas Hallescher FC. Di Bundesliga, Muslic juga kompetitif hingga pekan keempat. Schalke berhasil mencatatkan 1 kemenangan, 2 keimbangan, dan 1 kekalahan. Hasil ini cukup menjanjikan karena berhasil membawa tim menduduki peringkat sebelas dengan koleksi lima poin.

  3. 3. Adi Huetter kembali menangani Eintracht Frankfurt setelah 5 tahun berpisah

    Adi Huetter meniti karier lagi di Jerman bersama Eintracht Frankfurt. Ia sempat menganggur selama 8 bulan setelah dipecat AS Monaco pada Oktober 2025 lalu. Pelatih berusia 56 tahun ini kembali mendapatkan pekerjaan dengan menjalani periode keduanya di Frankfurt. 

    Sebelumnya, Huetter menangani Frankfurt pada 2018–2021. Performanya cukup konsisten meski belum menghadirkan trofi selama 3 tahun masa kepelatihannya tersebut. Kendati demikian, ia mampu membantu tim kompetitif dalam 141 pertandingan. Dari jumlah tersebut, Frankfurt berhasil membuat 67 kemenangan, 31 keimbangan, dan 43 kekalahan.

    Sejauh ini, kiprahnya masih belum konsisten bersama Frankfurt. Kendati punya pengalaman melatih, bukan jaminan langsung bisa kompetitif. Di Bundesliga, Frankfurt masih berada di urutan sepuluh dengan lima poin. Dari 4 laga yang sudah dijalani, Frankfurt baru menang 1 kali.  Sementara, laga sisanya berakhir dengan imbang dan kalah. Jika tak ingin kembali dipecat seperti di klub sebelumnya, Hutter mesti berbenah dan membawa Frankfurt bersaing lagi.

    Tiga pelatih Austria di atas bakal beradu nasib bersama klub Bundesliga yang ditanganinya. Bisa dibilang, semua tim yang dilatih tersebut masih belum konsisten pada awal musim. Jika tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin nasib mereka sebagai pelatih berakhir lebih cepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More