4 Pelatih Belanda di Super League 2025/2026

- Jean-Paul van Gastel membawa PSIM Yogyakarta tampil mengejutkan dengan peringkat kelima klasemen sementara Super League 2025/2026.
- Johnny Jansen dipercaya sebagai pelatih Bali United, saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Super League 2025/2026.
- Jan Olde Riekerink melakoni musim ketiganya bersama Dewa United, saat ini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara Super League 2025/2026.
Belanda merupakan negara dengan sepak bola kuat. Tidak hanya pemain, Negeri Kincir Angin juga kerap menghasilkan pelatih berkualitas. Para pelatih Belanda tersebar ke berbagai kompetisi di seluruh penjuru dunia, termasuk kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League. Hingga 2 Desember 2025, berikut empat pelatih Belanda di Super League 2025/2026.
1. Jean-Paul van Gastel membawa PSIM Yogyakarta tampil mengejutkan
Jean-Paul van Gastel mengawali kiprah sebagai pelatih bersama tim Feyenoord kelompok umur. Van Gastel mempunyai catatan mentereng dalam karier kepelatihannya. Ia masuk tim kepelatihan Feyenoord saat berhasil memenangkan Eredivisie Belanda 2016/2017.
Pada Juni 2025, Van Gastel memutuskan untuk menerima pinangan PSIM Yogyakarta. Ini menjadi kali pertama bagi dirinya menangani klub Indonesia. Pria berusia 53 tahun tersebut diharapkan mampu mengangkat performa Laskar Mataram yang berstatus sebagai tim promosi.
Van Gastel sukses membawa PSIM tampil mengejutkan. Saat ini, anak asuhannya berada di peringkat kelima klasemen sementara Super League 2025/2026. PSIM meraih 24 poin hasil dari 6 kemenangan, 6 keimbangan, dan 3 kekalahan.
2. Johnny Jansen dipercaya sebagai pelatih Bali United berkat pengalaman yang dimiliki
Bali United merekrut Johnny Jansen sebagai pelatih untuk mengarungi 2025/2026. Ia menggantikan peran Stefano Cugurra atau Teco yang telah 6 tahun menukangi Serdadu Tridatu. Jansen dipercaya berkat pengalaman yang ia miliki.
Jansen memulai kariernya sebagai pelatih tim junior Heerenveen hingga dipercaya melatih tim senior. Selain Heerenveen, ia pernah menahkodai klub kasta tertinggi Belanda lainnya, yaitu PEC Zwolle. Jansen juga sempat merasakan atmosfer sepak bola Asia bersama Safa Beirut SC.
Jansen diketahui kerap mengenakan formasi 4-3-3. Pria berusia 50 tahun tersebut telah memimpin Bali United dalam 15 pertandingan dengan meraih 5 kemenangan, 6 keimbangan, dan 4 kekalahan. Kini, Bali United berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Super League 2025/2026.
3. Jan Olde Riekerink melakoni musim ketiganya bersama Dewa United
Jan Olde Riekerink telah menangani Dewa United sejak Januari 2023. Ia ditunjuk setelah Dewa United mengakhiri kerja sama dengan Nil Maizar. Riekerink diketahui memiliki pengalaman di sepak bola Asia, Eropa, dan Afrika.
Sejak ditangani Riekerink, Dewa United menunjukkan performa impresif. Pada 2023/2024, mereka bertengger di peringkat kelima. Dewa United kemudian berhasil keluar sebagai runner up pada 2024/2025.
Saat ini, Dewa United terseok di Super League 2025/2026. Mereka harus puas berada di peringkat ke-14 klasemen sementara. Anak asuhan Riekerink hanya meraih 17 poin hasil dari 5 kemenangan, 2 keimbangan, dan 8 kekalahan.
4. Peter de Roo tidak mampu mengangkat performa Persis Solo
Peter de Roo menjabat sebagai pelatih Persis Solo pada 2025/2026. Pelatih berusia 55 tahun tersebut sudah tidak asing lagi dengan atmosfer sepak bola Asia. Ia tercatat pernah menjadi direktur teknik Timnas Malaysia serta melatih klub Singapura, yaitu Balestier Khalsa.
Performa Persis di bawah asuhan De Roo tidak berjalan maksimal. Kini, Laskar Sambernyawa menempati posisi juru kunci Super League 2025/2026. Mereka hanya mengumpulkan 7 poin setelah meraih 1 kemenangan, 4 keimbangan, dan 10 kekalahan.
Nama-nama di atas merupakan pelatih Belanda yang berkiprah di Super League 2025/2026. Sebagian besar dari mereka baru menjalani musim perdananya. Mereka tentu membutuhkan waktu beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.

















