Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Klub yang Tereliminasi dari UCL dengan Rekor Kebobolan Terburuk

4 Klub yang Tereliminasi dari UCL dengan Rekor Kebobolan Terburuk
ilustrasi bola berlogo UCL (unsplash.com/JanoschDiggelmann)
Intinya Sih
  • Empat klub mencatat rekor kebobolan terburuk dalam sejarah Liga Champions, yaitu Red Bull Salzburg, Slovan Bratislava, Bayer Leverkusen, dan Qarabag FK.
  • Red Bull Salzburg dan Slovan Bratislava sama-sama kebobolan 27 gol dari delapan laga UCL musim 2024/2025 dengan performa pertahanan yang rapuh.
  • Qarabag FK memecahkan rekor kebobolan terbanyak dengan 30 gol dalam sepuluh laga UCL 2025/2026, melampaui catatan Bayer Leverkusen pada musim 2001/2002.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Beberapa klub yang gugur dari Liga Champions Eropa (UCL) meninggalkan catatan buruk dalam sejarah kompetisi. Salah satunya terkait rekor kebobolan. Dilansir IFFHS, setidaknya ada empat klub yang mengukir rekor kebobolan terburuk setelah gugur dari UCL. Uniknya, ada klub yang melaju sampai final meski gawangnya kebobolan cukup banyak gol.

Berikut empat klub yang menorehkan catatan buruk tersebut.

1. FC Red Bull Salzburg kebobolan 27 gol dalam 8 laga UCL 2024/2025

FC Red Bull Salzburg meninggalkan catatan buruk ketika tersingkir dari fase liga Liga Champions 2024/2025. Mereka kebobolan 27 gol dalam 8 pertandingan. Catatan tersebut tidak lepas dari kekalahan telak dari lawan-lawannya selama fase liga.

Red Bull Salzburg menelan kekalahan dalam tiga laga pertama dengan skor 0-3 dari Sparta Praha, 0-4 dari Stade Brestois, dan 0-2 dari Dinamo Zagreb. Mereka sempat menang 3-1 atas Feyenoord Rotterdam pada matchday 4 fase liga. Akan tetapi, Red Bull Salzburg takluk dari lawan-lawannya dengan lebih dari tiga gol dalam empat pertandingan terakhir. Mereka kalah 0-5 dari Bayer Leverkusen, 0-3 dari Paris Saint-Germain (PSG), 1-5 dari Real Madrid, dan 1-4 dari Atletico Madrid.

2. Slovan Bratislava tersingkir dari fase liga UCL 2024/2025 dengan kebobolan 27 kali dari 8 laga

Sama seperti Red Bull Salzburg, Slovan Bratislava gugur dari fase liga Liga Champions 2024/2025 dengan kebobolan 27 kali dari 8 laga. Namun, Slovan Bratislava memiliki catatan lebih buruk dari Red Bull Salzburg. Sebab, mereka mengoleksi satu pun poin akibat kalah dalam delapan pertandingan fase liga.

Slovan Bratislava sudah dibantai dalam dua laga pertama fase liga ketika kalah 1-5 dari Celtic dan 0-4 dari Manchester City. Mereka kemudian kalah 0-2 dari Girona, 1-4 dari Dinamo Zagreb, dan 2-3 dari AC Milan. Slovan Bratislava menutup perjalanannya di fase liga UCL 2024/2025 denga menelan kekalahan 1-3 masing-masing dari Atletico Madrid, VfB Stuttgart, dan Bayern Muenchen.

3. Bayer Leverkusen kebobolan 28 gol dalam 17 laga UCL 2001/2002

Bayer Leverkusen memiliki rekor unik ketika melaju sampai final Liga Champions 2001/2002. Mereka kebobolan 28 kali dalam 17 laga dari fase grup sampai final. Hal tersebut tidak lepas dari buruknya performa lini pertahanan Die Werkself yang hanya mampu mencatat nirbobol dua kali ketika menang 1-0 atas Olympique Lyon dan 3-0 atas Deportivo La Coruna.

Bayer Leverkusen sempat kalah telak 0-4 dari Juventus dan 1-4 dari Arsenal pada fase grup 4. Namun, Die Werkself tetap lolos ke perempat final usai meraih 3 kemenangan, 1 berimbang, dan 2 kekalahan selama fase grup 4. Sayangnya, Bayer Leverkusen gagal menjuarai UCL 2001/2002 usai kalah 1-2 dari Real Madrid dalam laga final.

4. Qarabag FK gugur dari UCL 2025/2026 dengan catatan kebobolan 30 gol dalam 10 laga

Qarabag FK secara mengejutkan mampu melaju sampai playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026. Klub asal Azerbaijan itu finis di peringkat ke-22 dengan koleksi 10 poin. Mereka mengungguli beberapa tim besar Eropa, seperti Olympique Marseille, Athletic Bilbao, Napoli, Ajax Amsterdam, dan Villarreal.

Meski begitu, Qarabag harus mengakhiri perjalanannya dari UCL usai kalah agregat 3-9 dari Newcastle United. Qarabag gugur dari UCL 2025/2026 dengan rekor kebobolan 30 gol dalam 10 laga. Hal tersebut tidak lepas dari kekalahan besar, seperti 0-6 dari Liverpool dan 1-6 dari Newcastle United.

Keempat klub di atas menorehkan catatan kebobolan terburuk dalam sejarah berpartisipasi di Liga Champions. Qarabag memecahkan rekor Bayer Leverkusen sebagai tim dengan kebobolan paling banyak di UCL. Meski begitu, perjalanan Qarabag di UCL masih lebih baik daripada Slovan Bratislava yang tersingkir dari UCL dengan tanpa meraih satu pun kemenangan dan hasil imbang serta kebobolan 27 gol dalam 8 laga fase liga pada 2024/2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More