Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kualitas para pemain, tetapi juga para pelatih. Beberapa negara memilih mempertahankan pelatih mereka dalam jangka waktu lama karena dinilai mampu membangun fondasi tim yang kuat. Per 16 Juni 2026, berikut enam pelatih peserta Piala Dunia dengan masa bakti terlama.
6 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Masa Bakti Terlama

1. Piala Dunia 2026 menjadi kompetisi terakhir Didier Deschamps bersama Timnas Prancis
Didier Deschamps menjadi pelatih dengan masa bakti terlama di Piala Dunia 2026. Pria berusia 57 tahun tersebut telah melatih Timnas Prancis sejak 8 Juli 2012. Ia telah membawa Prancis melewati masa transisi dengan baik. Selama masa baktinya, ia telah berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2021. Piala Dunia 2026 ini akan menjadi kompetisi terakhirnya bersama Timnas Prancis, terlepas dari hasil juara maupun tidak.
2. Membawa Kroasia menjadi finalis Piala Dunia 2018 menjadi prestasi terbaik Zlatko Dalic
Zlatko Dalic ditunjuk sebagai pelatih Kroasia sejak 7 Oktober 2017. Selama di bawah kepelatihannya, prestasi Kroasia di turnamen mayor cukup meningkat. Prestasi terbaiknya adalah membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018. Sayangnya, ia belum bisa membawa negaranya meraih gelar juara. Kini, di Piala Dunia 2026, misi pertama Dalic ialah membawa Kroasia lolos dari Grup L yang diisi Inggris, Panama, dan Ghana.
3. Hajime Moriyasu merupakan nama lama di Timnas Jepang
Hajime Moriyasu merupakan nama lama di Timnas Jepang. Ia pernah menjabat sebagai kepala pelatih Jepang U-21, U-22, U-23, serta asisten pelatih Timnas Jepang. Pada 1 Agustus 2018, ia baru mendapatkan tugas sebagai kepala pelatih Timnas Jepang dan bertahan hingga Piala Dunia 2026 ini. Ia berhasil membangun fondasi kuat dalam regenerasi di Timnas Jepang sehingga sangat diperhitungkan di Piala Asia dan Piala Dunia. Misinya saat ini membawa Jepang lolos dari Grup F Piala Dunia 2026 yang berisikan Belanda, Swedia, dan Tunisia.
4. Lionel Scaloni membawa Argentina berkuasa di Amerika Selatan dan dunia
Kedatangan Lionel Scaloni sebagai pelatih pada 2 Agustus 2018 memberi perubahan besar untuk Timnas Argentina. Sejak melatih, ia berhasil membawa Argentina berkuasa di Amerika Selatan dan dunia. Gelar juara Copa America 2021 dan 2024, serta Piala Dunia 2022 menjadi buktinya. Kini, ia dihadapkan harapan besar untuk bisa membawa Argentina mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026.
5. Steve Clarke berhasil membawa Skotlandia kembali berlaga di turnamen mayor
Steve Clarke ditunjuk sebagai pelatih Skotlandia pada 20 Mei 2019. Sejak saat itu, ia berhasil membawa Skotlandia kembali berlaga di turnamen mayor. Ia membawa Skotlandia ke Euro 2021 setelah terakhir kali berlaga pada 1996. Sedangkan, saat ini, ia membawa Skotlandia ke Piala Dunia 2026 setelah terakhir kali tampil pada 1998. Skotlandia sendiri berada di Grup C Piala Dunia 2026 bersama Maroko, Brasil, dan Haiti.
6. Bubista membawa Cape Verde ke Piala Dunia untuk pertama kalinya
Cape Verde akhirnya mencatatkan sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia. Keberhasilan itu tak terlepas dari peran Bubista yang membangun Timnas Cape Verde sejak Januari 2020. Ia berhasil mengumpulkan pemain diaspora untuk bisa membela Cape Verde. Hasilnya, mereka lolos ke Piala Dunia 2026 dan tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.
Masa bakti yang panjang menunjukkan besarnya kepercayaan federasi terhadap kemampuan para pelatih tersebut. Di Piala Dunia 2026, mereka akan berupaya membuktikan bahwa stabilitas dan kesinambungan kepemimpinan dapat menjadi modal penting untuk meraih hasil maksimal.