6 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Masa Bakti Terpendek

- Enam pelatih di Piala Dunia 2026 memiliki masa bakti singkat, namun tetap dipercaya memimpin tim nasional masing-masing di ajang terbesar sepak bola dunia.
- Herve Renard, Dick Advocaat, Georgios Donis, Carlos Queiroz, Mohamed Ouahbi, dan Miroslav Koubek ditunjuk dalam rentang waktu dekat sebelum turnamen dimulai.
- Mereka menghadapi tantangan besar untuk membawa timnya tampil kompetitif meski dengan persiapan terbatas dan ekspektasi tinggi dari federasi serta publik.
Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi para pemain, tetapi juga bagi pelatih yang baru memulai perjalanan bersama tim nasionalnya. Meski memiliki masa kerja dan persiapan singkat, mereka tetap dipercaya untuk memimpin skuad di Piala Dunia 2026. Per 20 Juni 2026, berikut enam pelatih peserta Piala Dunia 2026 dengan masa bakti terpendek.
1. Herve Renard baru ditunjuk sebagai pelatih Tunisia di tengah Piala Dunia 2026
Tunisia kalah telak dengan skor 5-1 dari Swedia pada matchday pertama Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Tunisia langsung memecat Sabri Lamouchi setelah laga tersebut. Untuk menggantikan Lamouchi, Tunisia menunjuk Herve Renard pada 16 Juni 2026. Pelatih asal Prancis ini memang memiliki pengalaman melatih Maroko di Piala Dunia 2018 dan Arab Saudi di Piala Dunia 2022. Kini, ia ditugaskan untuk membawa Tunisia lolos dari fase grup Piala Dunia 2026.
2. Dick Advocaat membawa Curacao tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya
Dick Advocaat merupakan pelatih yang sangat berjasa untuk sepak bola Curacao. Pelatih asal Belanda ini memastikan Curacao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya pada November 2025. Namun, pada Februari 2026, ia sempat berpisah dengan Curacao dan digantikan Dean Gorre. Pada 11 Mei 2026, ia kembali menjadi pelatih dan memimpin Timnas Curacao secara langsung di Piala Dunia 2026.
3. Georgios Donis ditunjuk sebagai pelatih Arab Saudi menjelang Piala Dunia 2026
Arab Saudi memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025 ketika dipimpin Herve Renard. Namun, pada 17 April 2026, pelatih asal Prancis itu dipecat. Georgios Donis yang kala itu sedang melatih Al Khaleej ditunjuk sebagai pelatih pengganti pada 23 April 2026. Kini, pelatih berkebangsaan Yunani itu sedang berusaha membawa Arab Saudi lolos dari grup F yang diisi Uruguay, Cape Verde, dan Spanyol. Per 19 Mei 2026, Arab Saudi baru memiliki satu poin hasil bermain imbang kontra Uruguay.
4. Carlos Queiroz menggantikan Otto Addo sebagai pelatih Ghana
Pada 31 Maret 2026, Timnas Ghana justru berpisah dengan sang pelatih, Otto Addo. Padahal, pembukaan Piala Dunia 2026 tinggal menunggu 11 minggu. Pada 13 April 2026, Ghana pun menjatuhkan pilihan kepada Carlos Queiroz sebagai pelatih anyar. Pelatih asal Portugal itu dipilih karena memiliki segudang pengalaman, termasuk melatih Portugal di Piala Dunia 2010 dan Iran di Piala Dunia 2014, 2018, serta 2022.
5. Mohamed Ouahbi (Maroko) naik dari pelatih U-20 ke tim senior
Walid Regragui yang membawa Maroko finis di posisi keempat Piala Dunia 2022 memutuskan berpisah pada 5 Maret 2026. Keputusan tersebut sangat mendadak, apalagi setelah Maroko tampil apik di Piala Afrika 2025. Sebagai gantinya, Maroko menunjuk Mohamed Ouahbi pada 6 Maret 2026. Pelatih kelahiran Belgia itu promosi dari pelatih Maroko U-20 menjadi pelatih tim senior Maroko.
6. Miroslav Koubek membawa Republik Ceko lolos ke Piala Dunia 2026
Republik Ceko memecat Ivan Hasek sebagai pelatih pada 15 Oktober 2025 karena gagal membawa lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Namun, Ceko baru menunjuk pelatih baru pada 19 Desember 2025. Pilihan jatuh kepada Miroslav Koubek, sosok pelatih senior yang sudah malang melintang di Chance Liga Republik Ceko. Ia pun sukses membawa Ceko lolos ke Piala Dunia 2026 lewat jalur playoff. Kini, ia memimpin Ceko yang sedang berjuang lolos dari grup A.
Meski memiliki masa kerja singkat, keenam pelatih tersebut tetap memikul ekspektasi besar di Piala Dunia 2026. Hasil yang mereka raih di turnamen ini bisa menjadi penentu awal keberhasilan atau kegagalan proyek yang baru dimulai bersama tim nasional masing-masing.


















