Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lawan Singapura, Timnas Indonesia Harus Lebih Presisi di Kotak Penalti

Lawan Singapura, Timnas Indonesia Harus Lebih Presisi di Kotak Penalti
Timnas Indonesia gelar latihan jelang laga Piala AFF 2026 melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Minggu, 2 Agustus 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pelatih John Herdman meminta Timnas Indonesia meningkatkan presisi di kotak penalti jelang menghadapi Singapura pada fase grup Piala AFF 2026, Jumat (7/8/2026).
  • Herdman tidak ingin menjadikan ketajaman sebagai fokus berlebihan karena tekanan dapat menghambat kebebasan pemain dalam memanfaatkan peluang.
  • Indonesia akan mempertahankan permainan proaktif untuk memaksa Singapura bertahan, dengan skuad yang disebut Herdman terluka dan lapar meraih kemenangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan ada satu hal yang harus dibenahi anak-anak asuhnya jelang lawan Singapura di fase grup Piala AFF 2026.

Menuju laga yang akan dihelat di Jalan Besar Stadium, Kallang, Jumat (7/8/2026) itu, Herdman ingin agar anak-anak asuhnya lebih presisi saat di kotak penalti. Sejauh ini, dia belum melihat hal tersebut.

"Dalam sebuah turnamen, tentu kami selalu mengevaluasi area mana yang perlu ditingkatkan. Bicara soal perkembangan, mungkin kami perlu lebih presisi ketika berada di kotak penalti lawan," kata Herdman dalam sesi jumpa pers jelang laga, Kamis (6/8/2026).

1. Tak akan jadi fokus berlebih Herdman

Konferensi pers pelatih timnas Indonesia, John Herdman dan pemain timnas, Rizky Ridho, jelang laga melawan Vietnam di Piala AFF 2026 (IDN Ti
Konferensi pers pelatih timnas Indonesia, John Herdman dan pemain timnas, Rizky Ridho, jelang laga melawan Vietnam di Piala AFF 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Meski sadar pentingnya presisi di kotak penalti, Herdman mengaku tak akan terlalu fokus berlebih pada hal itu. Sebab, pada akhirnya hal itu akan jadi tekanan tersendiri bagi timnya.

"Semakin besar perhatian yang diberikan pada hal itu, semakin besar pula tekanan kepada para pemain yang justru membutuhkan kebebasan agar bisa memanfaatkan peluang-peluang tersebut," kata Herdman.

2. Tetap akan memaksa Singapura bertahan

Para pemain Timnas Indonesia dan Timor Leste bertanding dalam laga Piala AFF 2026 yang didokumentasikan PSSI.
Timnas Indonesia lawan Timor Leste di Piala AFF 2026. (Dok. PSSI)

Sejauh ini, Timnas Indonesia main sepak bola proaktif di Piala AFF 2026. Meski menorehkan hasil berbeda antara lawan Kamboja, Timor Leste, dan Vietnam, gaya ini sukses bikin tim lawan dipaksa bertahan.

"Timor Leste, Kamboja, Vietnam, main bertahan lawan kami. Kenapa? Karena kami memaksa mereka melakukan itu. Kami menguasai bola, memaksa lawan bertahan di wilayah permainan mereka sendiri," ujar Herdman.

3. Timnas Indonesia sedang lapar-laparnya

Pemain Timnas Indonesia berhadapan dengan Timor Leste dalam pertandingan Piala AFF 2026, dokumentasi PSSI.
Timnas Indonesia lawan Timor Leste di Piala AFF 2026. (Dok. PSSI)

Lebih lanjut, Herdman menyebut Indonesia datang ke Singapura dengan satu tujuan, yaitu menang. Rasa lapar itu akan coba mereka tuntaskan di Jalan Besar.

"Singapura akan menghadapi Timnas Indonesia yang sangat terluka dan lapar akan kemenangan. Ini adalah tim Indonesia yang terluka dan lapar akan kemenangan yang tidak akan main-main," ujar Herdman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More