Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Pelatih yang Paling Mengandalkan Aaron Ramsey di Level Klub
Tampak depan Emirates Stadium. (pexels.com/Tony Wu)
  • Aaron Ramsey resmi pensiun pada April 2026 setelah 18,5 tahun berkarier dan enam bulan tanpa klub, menutup perjalanan panjangnya di dunia sepak bola profesional.
  • Arsene Wenger menjadi pelatih paling berpengaruh bagi Ramsey dengan 326 laga bersama Arsenal, di mana sang gelandang mencetak 57 gol dan 56 assist selama satu dekade lebih.
  • Selain Wenger, nama-nama seperti Unai Emery, Maurizio Sarri, Andrea Pirlo, Dave Jones, dan Didier Digard juga tercatat sebagai pelatih yang banyak mengandalkan Ramsey di level klub.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mantan pemain Timnas Wales, Aaron Ramsey, resmi menutup perjalanannya sebagai pesepak bola pada 7 April 2026. Ia memutuskan pensiun pada usia 35 tahun setelah 6 bulan (Oktober 2025–April 2026) tak memiliki klub.

Selama 18,5 tahun (2007–2026) berkarier sebagai pesepak bola, Ramsey telah bekerja di bawah arahan banyak pelatih dengan berbagai karakter. Beberapa dari mereka merupakan sosok besar yang sudah sangat dikenal di dunia sepak bola. Inilah enam pelatih yang paling mengandalkannya di level klub.

1. Arsene Wenger (326 laga) berjasa dalam membesarkan nama Aaron Ramsey

Banyak penggemar sepak bola yang mengenal Aaron Ramsey saat berseragam Arsenal (2008--2019). Itu merupakan salah satu jasa Arsene Wenger yang memboyongnya dari Cardiff City pada musim panas 2007. Wenger hadir dalam 10 dari 11 tahun pengabdian Ramsey di Arsenal. Saat itu, Wenger berjasa dalam mengembangkan potensi sang pemain. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu mencetak memainkan 326 laga dengan mencetak 57 gol dan 56 assist di bawah arahan The Professor.

2. Unai Emery memainkan Aaron Ramsey sebanyak 40 kali pada 2018/2019

Unai Emery mengisi jabatan pelatih Arsenal setelah Arsene Wenger berpisah dengan tim pada musim panas 2018. Pria asal Spanyol itu juga bertemu dengan Aaron Ramsey. Namun, kerja sama mereka hanya berjalan selama semusim (2018/2019). Pada akhir musim tersebut, Ramsey memutuskan untuk hengkang dari Arsenal. Dalam kerja sama ini, Ramsey mencatatkan 40 laga dengan torehan 6 gol dan 7 assist.

3. Maurizio Sarri (35 laga) menjadi sosok yang membawa Aaron Ramsey ke Juventus

Setelah 11 tahun menjadi bagian dari Arsenal, Aaron Ramsey pindah ke Juventus pada musim panas 2019. Maurizio Sarri menjadi sosok yang membawa pria asal Wales itu ke klub asal Turin. Namun, Ramsey mendapatkan menit bermain yang minim meski mencatatkan 35 laga, 4 gol, dan 1 assist. Kerja sama ini hanya berjalan pada 2019/2020 karena Sarri dipecat oleh Juventus.

4. Andrea Pirlo (30 laga) mengisi posisi yang ditinggalkan Maurizio Sarri

Setelah Maurizio Sarri dipecat, Juventus menunjuk Andrea Pirlo sebagai pengganti. Saat dilatih Pirlo, Aaron Ramsey masih memiliki peran yang sama, yakni sebagai pengganti dengan menit bermain minim pada 2020/2021. Secara statistik, pemain asal Wales ini mencatatkan 30 laga, 2 gol, dan 5 assist.

5. Dave Jones (29 laga) melatih Aaron Ramsey di Cardiff City

Dave Jones pernah melatih Aaron Ramsey di Cardiff City pada 2 periode berbeda. Periode pertama terjadi pada Juli 2007–Juni 2008, sedangkan periode kedua terjadi pada Januari–Februari 2011. Selama dilatih pria kelahiran Liverpool itu, Ramsey tak begitu mentereng. Ia hanya mencatatkan 3 gol dan 1 assist dari 29 laga.

6. Didier Digard (18 laga) berstatus sebagai pelatih interim ketika melatih Aaron Ramsey

Aaron Ramsey pernah berseragam OGC Nice pada 2022/2023. Pelatih yang paling sering memainkannya di klub asal Prancis itu adalah Didier Digard. Padahal, saat itu, Digard berstatus sebagai pelatih interim (Januari–Juni 2023). Saat dilatih pria yang melatih Le Havre pada 2025/2026 itu, Ramsey memainkan 18 laga dengan menyumbang 2 assist. 

Jika Aaron Ramsey terjun ke dunia kepelatihan, pengalaman dilatih berbagai sosok bisa membentuk gaya melatihnya. Beragam pendekatan yang ia alami berpotensi menjadi fondasi filosofi kepelatihannya ke depan. Hal ini membuatnya lebih fleksibel dalam merespons kebutuhan tim yang berbeda-beda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team