Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Pemain Kunci Crystal Palace saat Juara Conference League 2025/2026

6 Pemain Kunci Crystal Palace saat Juara Conference League 2025/2026
ilustrasi sepak bola (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League 2025/2026 usai menang 1-0 atas Rayo Vallecano di final Leipzig, menjadi trofi Eropa pertama klub di bawah pelatih Oliver Glasner.
  • Enam pemain jadi kunci sukses: Lacroix paling banyak menit bermain, Mitchell produktif dari bek kanan, Wharton tampil gemilang dan dinobatkan Man of the Match di final.
  • Kamada jadi top assist dengan empat umpan gol, Sarr paling tajam dengan sembilan gol, sementara Mateta mencetak gol tunggal penentu kemenangan di partai final.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Crystal Palace keluar sebagai juara UEFA Conference League 2025/2026. Pada final yang digelar di Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, Crystal Palace mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 1-0. Keberhasilan ini merupakan kado manis dari Oliver Glasner yang akan meninggalkan Crystal Palace pada musim panas 2026 mendatang.

Banyak pemain terlibat dalam keberhasilan Crystal Palace meraih gelar juara Conference League 2025/2026. Namun, jika dibandingkan, enam pemain ini adalah yang paling menonjol.

1. Maxime Lacroix memiliki menit main terbanyak

Crystal Palace menjalani 15 laga di Conference League 2025/2026. Namun, tak ada satu pun pemain yang tampil di 15 laga tersebut. Jika dilihat dari menit bermain maka Maxime Lacroix menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak. Bek Timnas Prancis itu memainkan 14 laga dengan perincian 1.215 menit. Selain berkontribusi dalam menjaga pertahanan, ia pun ikut mencetak 2 gol dan 1 assist.

2. Tyrick Mitchell tampil produktif sebagai bek kanan

Oliver Glasner memaksimalkan peran bek sayap dalam skema permainan Crystal Palace. Bek kanan dan kiri diberi kebebasan untuk aktif membantu serangan tanpa melupakan tugas bertahan. Peran tersebut dijalankan dengan baik oleh Tyrick Mitchell yang tampil produktif dari posisi bek kanan. Ia menorehkan 2 gol dan 2 assist dari 13 pertandingan (1.050 menit) di Conference League 2025/2026.

3. Adam Wharton menjadi Man of the Match pada final

Adam Wharton hadir sebagai penyeimbang di lini tengah Crystal Palace. Gelandang berkebangsaan Inggris ini bertugas dalam mengatur tempo, distribusi bola, dan menjegal aliran bola lawan. Salah satu bukti kehebatannya terjadi pada final ketika ia keluar sebagai Man of the Match. Secara keseluruhan turnamen, ia mencatatkan 14 laga (982 menit) dan 1 assist.

4. Daichi Kamada menjadi top assist

Nama selanjutnya ada Daichi Kamada yang memainkan 14 laga dengan perincian 1.004 menit. Ia berperan sebagai pengatur di lini tengah dan menjadi sumber assist Crystal Palace di Conference League 2025/2026. Pemain Timnas Jepang ini mencetak 1 gol dan 4 assist. Ia pun bisa ditempatkan di empat posisi, yakni gelandang bertahan, gelandang tengah, gelandang serang, dan winger kanan.

5. Ismaila Sarr paling produktif dalam urusan gol

Pemain Crystal Palace paling produktif dalam urusan gol merupakan seorang winger. Dia adalah Ismaila Sarr yang mencetak 9 gol dari 13 laga (1.103 menit). Kecepatannya dan dribelnya di sisi sayap sangat mengancam pertahanan lawan. Oleh karena itu, ia bisa mendapat banyak peluang dan gol. Sarr sendiri menjadi pemain Crystal Palace dengan menit main terbanyak kedua di Conference League 2025/2026 setelah Maxence Lacroix.

6. Jean-Philippe Mateta mencetak gol penentu kemenangan Crystal Palace pada final

Jean-Philippe Mateta adalah pencetak gol tunggal pada final yang membuat Crystal Palace juara Conference League 2025/2026. Di samping itu, penyerang asal Prancis ini memang cukup tajam. Meski hanya tampil 12 laga (682 menit), ia mencetak 2 gol dan 3 assist. 

Meski baru 2,5 musim menjabat sebagai pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner berhasil memberikan tiga trofi. Itu adalah FA Cup 2024/2025, Community Shield 2025/2026, dan Conference League 2025/2026. Keberhasilan tersebut membuat Glasner menjadi pelatih pertama yang membawa Crystal Palace menjuarai kompetisi Eropa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More