Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Stadion Braga, Arena Ikonik yang Dibangun di Tebing Granit

Mengenal Stadion Braga, Arena Ikonik yang Dibangun di Tebing Granit
Estádio Municipal de Braga (commons.wikimedia.org/Joseolgon)
Intinya Sih
  • Estádio Municipal de Braga dibangun di tebing granit Monte do Castro untuk Euro 2004, menampilkan desain unik tanpa tribun belakang gawang dan berpadu harmonis dengan alam sekitarnya.
  • Arsitek Eduardo Souto de Moura mengadaptasi inspirasi jembatan Inca melalui kabel baja yang menopang atap stadion, menciptakan kesan ringan dan futuristik di antara dinding batu.
  • Papan skor digital yang menempel di tebing serta akses penonton melalui terowongan bawah tanah menjadikan stadion ini ikonik dan berkontribusi pada penghargaan Pritzker Prize tahun 2011.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bagi sebagian besar penggemar sepak bola, stadion mungkin hanyalah deretan kursi plastik yang mengelilingi rumput hijau. Namun, cobalah berkunjung ke kota Braga di Portugal, dan kamu akan menemukan sebuah mahakarya yang menentang hukum desain konvensional. Estádio Municipal de Braga bukan sekadar tempat menggelar pertandingan. Ia adalah monumen di mana beton bertemu dengan sejarah geologi bumi.

Dibangun untuk menyambut Euro 2004, stadion ini mematahkan tradisi dengan meniadakan tribun di belakang gawang dan menggantinya dengan dinding batu raksasa. Inilah stadion yang membuat penonton merasa seolah-olah sedang menyaksikan gladiator bertarung di dalam tambang kuno yang futuristik.

1. Filosofi arsitektur yang tak masuk akal

Alih-alih meratakan lahan, sang arsitek, Eduardo Souto de Moura, justru memilih untuk "memahat" stadion ini ke dalam tebing granit Monte do Castro. Keputusan berisiko ini membuahkan hasil yang mengagumkan. Hasilnya, sebuah stadion yang tidak mendominasi alam, tetapi menjadi bagian darinya.

2. Rahasia di balik kanopi Jembatan Inca

Jika kamu mendongak ke atas, kamu akan melihat jaringan kabel baja yang rumit menghubungkan atap kedua tribun. Desain ini bukan tanpa alasan. Souto de Moura terinspirasi dari jembatan gantung kuno suku Inca di Peru. Kabel-kabel ini berfungsi menstabilkan atap sekaligus memberikan kesan ringan, seolah-olah atap beton tersebut melayang di antara tebing.

3. Papan skor yang menempel di tebing

Salah satu elemen paling unik adalah papan skor digitalnya. Karena tidak ada tribun di salah satu ujung lapangan, papan skor stadion ini dipasang langsung pada dinding batu granit. Pemandangan ini menjadi salah satu shot kamera paling ikonik setiap kali SC Braga menjamu lawan-lawannya di kompetisi Eropa.

4. Akses penonton yang estetik

Pernah membayangkan masuk ke stadion melalui lorong bawah tanah? Di sini, penonton yang ingin berpindah tribun atau menuju area parkir harus melewati terowongan besar seluas 5.000 meter persegi yang digali langsung di bawah lapangan. Ini memberikan pengalaman transisi yang dramatis dari kegelapan batu menuju terangnya lampu stadion.

5. Pencapaian yang diakui dunia

Keberanian desain ini membawa Estádio Municipal de Braga memenangkan berbagai penghargaan internasional. Puncaknya, pada 2011, dunia arsitektur memberikan penghormatan tertinggi kepada stadion ini sebagai alasan utama Souto de Moura menerima Pritzker Prize.

Estádio Municipal de Braga membuktikan bahwa sepak bola dan arsitektur kelas dunia bisa melebur menjadi satu mahakarya. Gak cuma arena pertandingan biasa, stadion ini adalah bentuk penghormatan luar biasa terhadap keindahan alam sekitar yang megah. Jika kamu berkesempatan mengunjungi Portugal, coba tambahkan juga stadion di tebing granit ini ke dalam bucket list kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More