4 Pemain Bundesliga yang Membela Timnas Aljazair di Piala Afrika 2025

- Ibrahim Maza (Bayer Leverkusen) jadi andalan Aljazair di Piala Afrika 2025 dengan 2 gol dan 1 assist.
- Fares Chaibi (Eintracht Frankfurt) beradaptasi sebagai gelandang serang di Timnas Aljazair dengan 1 gol dalam 4 laga.
- Ramy Bensebaini (Borussia Dortmund) menjadi kunci di lini pertahanan Aljazair, dipindahkan dari bek kiri ke bek tengah.
Skuad Aljazair di Piala Afrika 2025 didominasi oleh pemain yang bermain untuk klub Eropa. Dari 28 nama, 22 di antaranya berkarier di benua biru. Salah satu liga yang paling banyak menyumbang pemain untuk Aljazair adalah Bundesliga Jerman.
Dari 5 pemain Aljazair yang bermain di Bundesliga 2025/2026, 4 di antaranya dipanggil ke Piala Afrika. Keempat pemain ini sama-sama menjadi kunci permainan bagi negaranya.
1. Permainan Ibrahim Maza (Bayer Leverkusen) menarik perhatian selama Piala Afrika 2025
Ibrahim Maza menjadi salah satu pemain muda yang paling menarik perhatian di Piala Afrika 2025. Gelandang berusia 20 tahun ini melejit sebagai andalan di lini tengah Aljazair. Dari 4 laga, ia telah menorehkan 2 gol dan 1 assist. Hal itulah yang membuatnya lebih dipercaya ketimbang beberapa pemain senior.
Di level klub, Maza belum begitu mentereng bersama Bayer Leverkusen. Ia sering dimainkan, tetapi dengan menit bermain yang terbatas. Hal ini cukup wajar mengingat Maza masih muda dan berstatus sebagai pemain baru di klub berjuluk Die Werkself tersebut. Ia masih membagi menit bermainnya dengan Aleix Garcia, Robert Andrich, Jonas Hofmann, ataupun Malik Tillman.
2. Fares Chaibi (Eintracht Frankfurt) digeser dari posisi aslinya
Fares Chaibi memegang peran sentral di lini tengah Eintracht Frankfurt. Ia bertugas sebagai playmaker yang membagi bola dan mengatur ritme permainan. Namun, saat bermain di Timnas Aljazair, perannya sebagai gelandang tengah harus berubah.
Chaibi digeser menjadi gelandang serang atau winger kiri. Hal ini terjadi karena posisi tersebut biasanya diisi oleh Ibrahim Maza dan Ismael Bennacer. Meski begitu, ia berhasil beradaptasi sehingga bisa mendapatkan menit bermain yang memuaskan. Hingga 16 besar Piala Afrika 2025, pria berusia 23 tahun itu telah memainkan 4 laga dengan mencetak 1 gol.
3. Ramy Bensebaini (Borussia Dortmund) menjadi kunci di lini pertahanan
Meski berposisi asli sebagai bek kiri, Ramy Bensebaini tetap nyaman ditempatkan di posisi bek tengah. Ia sengaja dipindahkan karena Aljazair kekurangan bek tengah berkualitas. Kendati demikian, ia tetap bisa menjadi pemain kunci di lini pertahanan. Hingga 16 besar, ia baru absen sekali karena diistirahatkan pada matchday ketiga kontra Guinea Khatulistiwa.
Pada 2025/2026, Bensebaini lebih sering dipasang sebagai bek tengah oleh Borussia Dortmund. Ia ditugaskan sebagai bek utama untuk bekerja sama dengan Nico Schlotterbeck dan Waldemar Anton dalam skema 3-4-2-1. Kepiawaiannya dalam intersep dan keunggulannya dalam hal kecepatan membuatnya lebih unggul dari Niklas Suele.
4. Mohamed Amoura (VfL Wolfsburg) diandalkan di lini serang
Mohamed Amoura menjadi tumpuan utama di lini serang VfL Wolfsburg dalam 2 musim terakhir. Namun, pada 2025/2026, ketajamannya sedikit menurun. Ia baru mencatatkan 6 gol dan 2 assist dari 16 laga di VfL Wolfsburg per 7 Januari 2026. Meski begitu, ia tetap dipanggil untuk membela Aljazair di Piala Afrika 2025.
Saat bermain di tim nasional, ia pun diandalkan di lini serang. Hal itu didukung oleh kemampuannya yang bisa bermain di beberapa posisi. Dari 4 laga, ia telah mencatatkan 3 penampilan dengan sumbangan 1 assist. Meski belum mencetak gol, kehadirannya tetap dibutuhkan.
Keempat pemain Bundesliga ini berhasil mendapatkan tempat utama di skuad Aljazair di PIala Afrika 2025. Hal itu terjadi terlepas dari peran yang ia jalani maupun penempatan posisi yang tidak sesuai dengan posisi aslinya. Mereka menjadi bukti bahwa kualitas pemain Bundesliga sangat unggul di Piala Afrika 2025.



















