Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pemain yang Cetak 2 Assist di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Menonton pertandingan sepakbola di stadion (pixabay.com/juanmaalmazan)

Piala Dunia 2026 langsung menyajikan intensitas tinggi sejak pekan pertama fase grup dimulai. Selain aksi para pencetak gol yang memperebutkan posisi top skor, kreativitas para kreator serangan di lapangan hijau juga menjadi sorotan utama bagi para pencinta sepak bola. Tercatat ada lima pemain yang tampil luar biasa dengan langsung menyumbang dua assist yang berbuah gol bagi negaranya masing-masing pada matchday pertama.

1. Chris Wood tampil cerdas di lini depan dan mencetak 2 assist

Selandia Baru mengawali kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan performa yang sangat meyakinkan. Penyerang andalan mereka, Chris Wood, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar target man murni yang pasif di lini depan skuad All Whites. Dalam laga perdana menghadapi Iran, bomber berpengalaman ini tampil cerdas dengan turun menjemput bola dan menjadi pemantul bagi rekan setimnya.

​Pergerakan taktis yang dilakukan oleh Wood berhasil mengacaukan konsentrasi lini pertahanan Iran sepanjang pertandingan. Ia kemudian berhasil memberikan dua umpan matang yang sangat memanjakan rekan setimnya di lini serang. Alhasil, kedua operan akurat tersebut sukses dikonversi menjadi dua gol oleh sang rekan, Elijah Just.

2. Deniz Undav bermain impresif dengan visi dan umpan matangnya di laga pembuka ​Timnas Jerman

Tim nasional Jerman tampil luar biasa menggila di laga pembuka grup E dengan membantai Curacao 7-1. Di balik pesta gol meriah Die Mannschaft tersebut, performa Deniz Undav menjadi salah satu yang paling mencolok. Penyerang andalan VfB Stuttgart ini menunjukkan visi bermain yang sangat impresif di sektor penyerangan sepanjang laga.

​Undav bergerak dengan sangat lincah untuk mengalirkan bola ke dalam area kotak penalti Curacao yang rapat. Ia sukses melepaskan dua umpan kunci yang membuahkan hasil positif bagi lini serang timnya. Kedua operan manis tersebut berhasil dituntaskan menjadi gol masing-masing oleh Nathaniel Brown dan Kai Havertz.

3. Akurasi umpan Ryan Gravenberch membantu Belanda meraih hasil imbang melawan Jepang

Gelandang bertahan milik Liverpool, Ryan Gravenberch, bertindak sebagai motor serangan utama tim nasional Belanda pada pertandingan pembuka melawan Jepang. Ketenangan, kekuatan fisik, serta akurasi umpannya di lini tengah terbukti menjadi pembeda sepanjang 90 menit laga berjalan. Pemain berusia 24 tahun ini sukses mendominasi permainan dan mendikte tempo serangan dengan sangat tenang.

​Kreativitas yang ditunjukkan oleh Gravenberch membuat aliran bola skuad De Oranje menjadi sangat hidup dan berbahaya. Skuad oranye berkali-kali mendapatkan peluang emas berkat visi bermainnya yang sangat visioner. Ia akhirnya mengemas dua assist matang yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Virgil van Dijk dan Crysencio Summerville.

4. Michael Olise membantu Prancis menang atas Senegal di laga pembuka

​Michael Olise tampil memukau saat melakoni laga perdana yang krusial bersama tim nasional Prancis di Piala Dunia 2026. Winger lincah milik Bayern Munchen ini langsung menjadi sosok pembeda berkat kelincahannya dalam membongkar pertahanan musuh dari sektor sayap. Ia terus meneror lini belakang lawan lewat pergerakan menusuk serta umpan silang yang terukur.

​Kehadiran Olise di atas lapangan terbukti mempermudah tugas para juru gedor utama skuad Les Bleus. Dengan visi bermainnya yang brilian, ia berhasil melepaskan umpan-umpan kunci yang sangat mematikan di dalam area kotak penalti lawan. Umpan manja tersebut akhirnya berhasil dimaksimalkan dengan baik menjadi gol oleh Kylian Mbappe yang berhasil mencetak brace pada pertandingan ini.

5. Dua assist Alexander Isak berhasil membantu Swedia menang besar atas Tunisia

​Swedia berhasil memetik kemenangan meyakinkan pada laga perdana berkat penampilan luar biasa dari salah satu penyerang andalan mereka, Alexander Isak. Pemain milik Liverpool tersebut tampil sangat cair di lini depan dengan rajin bergerak melebar sepanjang pertandingan. Pergerakan fleksibel ini dilakukannya demi membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya dari lini kedua.

​Strategi tersebut terbukti sangat ampuh dalam membongkar koordinasi lini belakang Tunisia yang bermain solid. Isak dengan cerdas memanfaatkan momentum untuk mengirimkan umpan mematikan bagi rekan setimnya. Kontribusi berharga dari pergerakan impresifnya tersebut membuahkan hasil berupa dua assist matang yang sukses dikonversikan menjadi gol oleh Viktor Gyokeres dan Mattias Svanberg.

Melihat kontribusi luar biasa para kreator serangan ini pada laga pembuka, persaingan berburu gelar raja assist di Piala Dunia 2026 dipastikan bakal berjalan semakin sengit dan menarik. Menurutmu, siapakah dari kelima pemain di atas yang mampu mempertahankan performa impresifnya hingga ke babak-babak selanjutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article