Tersudut, Gianni Infantino Gelar Rapat Darurat dengan Staf FIFA

- Gianni Infantino menggelar rapat darurat dengan staf senior FIFA di Rabat untuk mengetahui posisinya di internal organisasi setelah situasi memanas dalam dua pekan terakhir.
- Sejumlah staf senior menolak rencana penjualan saham kompetisi FIFA kepada pihak swasta melalui FIFA Forward Enterprise, karena dinilai dapat merusak nilai dan tradisi sepak bola.
- Dukungan terhadap Infantino melemah setelah ultimatum UEFA dan tudingan Ali bin Hussein bahwa hadiah Yordania ditahan demi tekanan politik terkait pemilihan Presiden FIFA 2027-2031.
Jakarta, IDN Times - Gianni Infantino menggelar rapat darurat bersama seluruh staf FIFA. Pertemuan ini diselenggarakan di Rabat, Maroko, dalam menyikapi situasi yang dialaminya selama dua pekan terakhir.
The Times melansir, Infantino memanggil seluruh staf senior demi membahas situasi terkini di internal FIFA. Agenda utamanya adalah agar Infantino mengetahui bagaimana posisinya di internal FIFA.
1. Demi merespons situasi terkini
Pertemuan itu digelar demi merespons adanya isu rapat rahasia antara para staf senior di Rabat pada Selasa (4/8/2026). Sederet staf senior tersebut sengaja menyelenggarakan rapat darurat untuk membahas strategi penolakan penjualan saham kompetisi FIFA kepada pihak swasta.
Mereka mendukung ide dari Kepala Pengembangan Global FIFA, Arsene Wenger, yang menolak penjualan turnamen seperti Piala Dunia. Para staf yakin jika penjualan turnamen lewat program FIFA Forward Enterprise bisa merusak tatanan sepak bola dari segi nilai, tradisi, dan lainnya.
2. Infantino dalam posisi yang tak nyaman
Akibat kasus ini, Infantino memang sudah kehilangan banyak dukungan dari anggota. UEFA telah memberikan ultimatum hukum kepada Infantino agar tak mengulangi perbuatannya.
Sementara, sejumlah federasi menarik surat dukungan terhadap Infantino jelang Kongres FIFA di Rabat pada Maret 2027 nanti.
3. Citra Infantino makin rusak dengan isu pemerasan
Citra Infantino semakin buruk ketika ada tudingan dari Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Ali bin Hussein, yang mengeklaim FIFA sengaja menahan pencairan uang hadiah yang menjadi hak tim nasionalnya usai menembus final FIFA Arab Cup 2025. Dalam unggahannya di media sosial, Pangeran Ali membeberkan federasi yang dipimpinnya belum menerima sepeser pun uang hadiah dari turnamen FIFA Arab Cup 2025.
ESPN melansir, Yordania selaku finalis seharusnya berhak mengantongi hadiah uang sebesar 4,2 juta dolar Amerika Serikat, atau setara Rp75,2 miliar sesuai kurs saat ini. Sepanjang mendampingi Yordania di putaran final Piala Dunia 2026, Ali mengaku mendapat pesan terselubung dari pihak FIFA yang diduga merupakan gerbong dari Infantino.
Pesan itu perihal pencairan hadiah yang akan lancar asalkan bersedia memberikan dukungan politik demi memuluskan langkah Infantino kembali menjadi Presiden FIFA pada periode 2027-2031.
"Seluruh situasi ini sama dengan pemerasan dan kami menolak untuk menyerah pada hal itu. Uang yang seharusnya diterima tim kami belum diberikan. Sementara, pada saat yang sama FIFA menyombongkan berapa miliar cadangan dananya," cuit Ali di akun X pribadinya.





















