Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pemain Cetak Brace di Liga Champions tapi Timnya Tetap Kalah

3 min read
5 Pemain Cetak Brace di Liga Champions tapi Timnya Tetap Kalah
ilustrasi menonton pertandingan sepak bola (unsplash.com/Vienna Reyes)

Matchday kedua Champions League 2026/2027 mencatatkan sejarah baru sebagai pekan paling produktif dengan total 78 gol. Di balik pesta gol tersebut, ada tujuh pemain yang tampil memukau dengan mencetak dua gol (brace). Sayangnya, lima dari tujuh pemain yang mencetak brace ini harus gigit jari karena performanya tidak mampu membawa timnya meraih poin penuh.

  1. 1. Erling Haaland cetak brace tapi digilas juara bertahan 4-2

    Bermain di Etihad Stadium, Erling Haaland sebenarnya menunjukkan kelasnya sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia. Ia berhasil mencetak dua gol ke gawang Paris Saint-Germain (PSG) pada menit ke-53 dan 75. Namun, lini pertahanan Manchester City justru tampil rapuh. Brace Haaland sama sekali tidak mampu menyelamatkan The Citizens yang harus rela digilas PSG dengan skor telak 2-4 di hadapan pendukungnya sendiri.

  2. 2. Brace Lautaro Martinez kalah dari hattrick Nicolo Tresoldi

    Nasib tidak kalah tragis turut menimpa kapten Inter Milan, Lautaro Martinez. Menjamu Club Brugge di Giuseppe Meazza, Lautaro tampil luar biasa dengan mencetak dua gol penting (44') dan (81') untuk menjaga asa Nerazzurri. Sialnya, malam itu lini belakang Inter sangat mudah dilewati. Hattrick mengejutkan dari striker muda Club Brugge, Nicolo Tresoldi, memaksa Inter Milan menelan kekalahan memalukan 3-4 di kandang. Brace Lautaro pun terasa hambar dan sia-sia.

  3. 3. Brace Donyell Malen buat AS Roma sempat unggul sebelum kena comeback Real Madrid

    Donyell Malen tampil impresif saat AS Roma menjamu raksasa LaLiga, Real Madrid, di Stadio Olimpico. Dua gol cepatnya pada menit (51') dan (57') sempat membuat publik Stadio Olimpico yakin mereka bisa mengamankan tiga poin penuh dari sang raja Eropa. Namun, mentalitas juara Real Madrid berbicara pada laga ini. Lewat drama comeback yang sangat kejam di menit-menit akhir, membuat AS Roma dipaksa menyerah dengan skor tipis 3-4. Kekalahan dramatis di menit-menit akhir membuat Stadio Olimpico terdiam.

  4. 4. Brace Harry Kane hanya mampu mendapatkan satu poin di Norwegia

    Harry Kane menunjukkan ketajamannya dengan kembali mencetak brace saat Bayern Munchen bertandang ke markas Viking FK. Penyerang Timnas Inggris ini mencetak gol lewat titik putih di menit ke-54 dan sundulan di menit ke-60 untuk membuat skor menjadi imbang 2-2. Skuad asuhan Vincent Kompany bahkan sempat memimpin lewat gol Luis Diaz pada menit ke-71. Namun, koordinasi lini belakang Die Roten buyar di menit akhir pertandingan. Gol Herman Haugen pada menit ke-90 memaksa laga berakhir imbang 3-3, membuat dua gol Kane hanya berbuah satu poin.

  5. 5. Brace Florian Flecker tak mampu selamatkan LASK dari kekalahan atas Liverpool

    Nasib tragis juga dialami penyerang sayap LASK, Florian Flecker, saat menjamu raksasa Premier League, Liverpool. Masuk di babak kedua menggantikan Kasper Jorgensen, Flecker langsung menyengat dengan mencetak dua gol kilat dalam kurun waktu tiga menit (74') dan (77'). Sayangnya, performa Flecker tidak banyak membantu karena Liverpool tampil perkasa dan menjebol gawang LASK sebanyak enam kali. LASK akhirnya kalah telak 3-6 di akhir laga.

    Menorehkan nama di papan skor Liga Champions tentu menjadi impian semua pesepak bola, apalagi sampai memborong dua gol sekaligus. Sayangnya, matchday kedua ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, kemenangan tim adalah yang utama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More