3 Pemain Jepang yang Pernah Membela VfL Wolfsburg per 22 Januari 2026

VfL Wolfsburg belum menunjukkan performa konsisten sehingga untuk sementara bercokol di peringkat ke-12 hingga pekan ke-18 Bundesliga Jerman 2025/2026. Demi memperbaiki keadaan, klub besutan Daniel Bauer ini mendaratkan tiga pemain baru ke Volkswagen Arena pada musim dingin 2026.
Salah satu nama yang resmi bergabung adalah Kento Shiogai dari NEC Nijmegen. Dengan hadirnya penyerang yang kini berusia 20 tahun tersebut, terdapat total tiga pemain asal Jepang yang pernah membela Die Wolfe per 22 Januari 2026.
1. Kento Shiogai menjadi investasi jangka panjang di posisi penyerang tengah
Setelah 1,5 tahun berkarier untuk NEC Nijmegen, Kento Shiogai sepakat memulai tantangan baru dengan menerima pinangan VfL Wolfsburg pada musim dingin 2026. Pemain kelahiran Tokyo ini ditebus 9,5 juta euro (sekitar Rp187,6 miliar). Ini menjadi investasi jangka panjang bagi Die Wolfe karena penyerang tersebut masih berusia 20 tahun. Dirinya harus siap bersaing dengan Adam Daghim, Mohamed Amoura, Jonas Wind, dan Dzenan Pejcinovic dalam menjalankan posisi ujung tombak utama.
Sebelum pindah ke Jerman, Shiogai sempat membela NEC Nijmegen setelah didatangkan gratis dari Keio University pada musim panas 2024. Ini menjadi pengalaman pertamanya mengembangkan karier di Eropa. Pemain bertinggi 180 cm ini ternyata lebih sering diplot sebagai penyerang pelapis sehingga mengumpulkan menit bermain minim. Meski begitu, dirinya bisa bergerak eksplosif karena didukung dengan kecepatan, cerdik dalam penempatan posisi, dan mempunyai naluri mencetak gol. Dia tercatat tampil sebanyak 42 pertandingan dengan menorehkan 14 gol dan 1 assist (1.226 menit) di berbagai kompetisi.
2. Yoshito Okubo berseragam VfL Wolfsburg kurang lebih selama 6 bulan
Yoshito Okubo menunjukkan performa menjanjikan ketika berseragam Vissel Kobe. Dirinya menunjukkan fleksibilitas posisi karena bisa diplot sebagai penyerang tengah, penyerangan bayangan atau penyerang sayap tergantung kebutuhan taktik. Ia kemudian masuk radar transfer VfL Wolfsburg sehingga didatangkan dengan biaya 2 juta euro (sekitar Rp39,5 miliar) pada musim dingin 2009. Ini menjadi kesempatan emas baginya untuk merasakan kompetisi yang lebih ketat demi mendapat jam terbang.
Okubo kalah bersaing dengan Edin Dzeko dan Grafite dalam mengisi posisi penyerang tengah sehingga tidak tampil reguler. Pemain asal Fukuoka ini bahkan sempat dirotasi sebagai penyerang bayangan, gelandang serang, atau penyerang sayap kiri. Meski begitu, dirinya ikut membawa Die Wolfe memenangkan Bundesliga 2008/2009. Dia menyumbang 1 assist dari total 13 pertandingan di berbagai kompetisi. Bertahan kurang lebih selama 6 bulan, ia dijual kembali kepada Vissel Kobe seharga 1,5 juta euro (sekitar Rp29,6 miliar) pada musim panas 2009.
3. Makoto Hasebe memperkaya opsi rotasi di lini tengah dan belakang
Makoto Hasebe berhasil menjadi pilar penting di lini tengah Urawa Red Diamonds. Dirinya juga tercatat ikut mengantar klub berjuluk The Reds ini memenangkan gelar di kancah domestik dan Asia. Setelah kurang lebih selama 6 tahun di Saitama Stadium, pemain kelahiran Shizuoka ini pergi secara gratis dan melanjutkan karier bersama VfL Wolfsburg pada musim dingin 2008. Ini menjadi awal petualangannya di Eropa.
Hasebe sering diturunkan sejak menit pertama karena memperkaya opsi rotasi lini tengah dan belakang VfL Wolfsburg. Pemain berpaspor Jepang ini mempunyai visi bermain yang berguna untuk melakukan distribusi bola, dan mampu menjadi jembatan antarlini, dan didukung dengan stamina solid. Ia tercatat ikut membawa Die Wolfe menjuarai Bundesliga 2008/2009. Dirinya merumput 159 kali dengan mengemas 6 gol dan 19 assist (10.869 menit) di berbagai kompetisi. Pada musim panas 2013, dia dijual seharga 2,5 juta euro (sekitar Rp49,3 miliar) ke FC Nuremberg.
Ketiga pemain Jepang di atas pernah membela VfL Wolfsburg. Shiogai menjadi rekrutan ketiga klub yang berasal dari Lower Saxony tersebut pada musim dingin 2026. Okubo dan Hasebe tercatat ikut membawa Die Wolfe mengukir sejarah karena untuk pertama kali memenangkan Bundesliga. Kini, keduanya sudah gantung sepatu dari dunia sepak bola profesional.


















