Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Kembali Kasih Sinyal Mundur dari Piala Dunia 2026

Iran Kembali Kasih Sinyal Mundur dari Piala Dunia 2026
Mural yang menunjukkan hitung mundur 100 hari Piala Dunia 2026 (AFP / Ulises Ruiz)
Intinya Sih
  • Federasi Sepak Bola Iran kembali memberi sinyal mundur dari Piala Dunia 2026 karena situasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
  • Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menilai penyelenggaraan turnamen di tengah ketegangan politik tidak masuk akal dan berpotensi membuat banyak tim enggan berpartisipasi.
  • Taj juga mengkritik Donald Trump atas campur tangannya terhadap urusan Iran serta menilai Amerika Serikat tidak aman bagi negara peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Niatan Iran untuk mundur dari Piala Dunia 2026 bukan main-main. Kembali, Federasi Sepak Bola Iran memberikan sinyal untuk menarik diri dari pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Presiden Federasi Sepak bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menyatakan tak masuk akal jika Piala Dunia 2026 digelar di tengah konflik. Menurutnya, bakal banyak tim yang memilih mundur dari turnamen akibat keputusan Amerika Serikat membantu Israel dalam menyerang Iran dan memicu konflik di Timur Tengah.

"Piala Dunia dalam situasi seperti ini, orang mana yang mau mengirimkan tim nasionalnya ke tempat seperti itu?" kata Taj dilansir The Sun.

1. Campuri urusan negara lain

Taj juga menyoroti sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sudah mencampuri kedaulatan negara lain. Salah satunya adalah ketika Trump mendesak Australia memberikan suaka kepada para pemain Timnas Putri Iran yang dicap pengkhianat usai tak menyanyikan lagu kebangsaan.

"Presiden Amerika tulis dua cuitan meminta agar ada suaka politik yang diberikan ke pemain kami. Jika Australia gak mau, dia yang akan melakukannya," ujar Taj.

2. Trump sudah bunuh ratusan anak perempuan

Bagi Taj, Trump bukan orang yang bisa dipercaya dan Amerika Serikat tampak tak aman untuk Iran, bahkan negara-negara lainnya. Sebab, menurutnya Amerika Serikat telah menjadi negara agresor yang membunuh ratusan anak-anak perempuan di Minab.

"Dia sudah menciptakan 160 martir dengan membunuh anak-anak perempuan di Minab, sekarang malah menyanderanya. Bagaimana kami bisa optimistis mengenai Piala Dunia di Amerika Serikat dalam kondisi seperti ini," kata Taj.

3. Trump masa bodoh

Trump sudah menyatakan masa bodoh dengan situasi yang dihadapi Iran. Dia tak peduli jika Iran mundur atau main di Piala Dunia 2026.

"Saya benar-benar tidak peduli. Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga," kata Trump dikutip dari BBC.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More