5 Pemain Outfield Nirgol di Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026

Rayan membuka keran golnya di Timnas Brasil saat menang 6-2 atas Panama pada 31 Mei 2026. Torehan itu membuatnya keluar dari lis pemain outfield di skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 yang belum pernah mencetak gol. Ada lima nama dalam daftar tersebut jelang laga perdana melawan Maroko pada 13 Juni 2026.
1. Fabinho masih nirgol meski sudah bermain 33 kali
Fabinho ada di urutan kesebelas sebagai pemain dengan caps terbanyak di skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Penggawa yang kini memperkuat Al-Ittihad itu sudah bermain 33 kali. Namun, jumlah ini sekaligus membuatnya sebagai personel yang paling sering tampil tanpa mampu mencetak gol di antara 23 outfielder. Fakta tersebut mungkin tidak terlepas karena posisinya yang merupakan gelandang bertahan. Namun, rendahnya daya serangnya juga berpengaruh.
Pria setinggi 1,88 meter yang lahir pada 23 Oktober 1992 itu tercatat hanya mencetak 51 gol dari 594 penampilan pertamanya di level klub. Sebagai perbandingan, Casemiro sebagai satu gelandang bertahan Brasil lainnya di Piala Dunia 2026 sudah mengoleksi sembilan gol. Jumlah caps Casemiro memang hampir tiga kali lipat dari Fabinho (86 caps). Namun, ia mampu mencapai jumlah tersebut berkat kegigihannya dalam situasi ofensif, seperti bola mati.
2. Leo Pereira baru tampil empat kali
Leo Pereira merupakana pemain tertua di skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 dengan caps terminim. Bek tengah asal Flamengo ini sudah berusia 30 tahun dan baru mendapat kesempatan tampil empat kali. Penggawa setinggi 1,89 meter itu bahkan baru debut pada 26 Maret 2026.
Sebagai bek tengah, pria yang lahir pada 31 Januari 1996 ini sebetulnya cukup produktif. Ia mampu mencetak enam gol sepanjang 2025 di level klub. Pereira baru membobol gawang lawan sekali bersama Flamengo pada 2026. Namun, ia melakukannya lewat tendangan bebas.
3. Roger Ibanez belum mampu mencetak gol dari tujuh kesempatan
Selain Leo Pereira, Roger Ibanez menjadi satu bek tengah pelapis Brasil lainnya di Piala Dunia 2026. Caps pemain setinggi 1,86 meter yang kini memperkuat Al-Ahli itu lebih banyak dibanding Pereira. Ia sudah tampil tujuh kali. Namun, Ibanez dan Pereira memang berada di belakang Marquinhos (105 caps), Danilo (70 caps), Gabriel Magalhaes (17 caps), dan Bremer (8 caps).
Ibanez sebetulnya sudah membela Brasil sejak 2022 saat masih berstatus pemain AS Roma. Namun, ia mulai jarang dilirik usai pindah ke Al-Ahli setahun berikutnya. Pria yang lahir pada 23 November 1998 ini akhirnya kembali mendapat kesempatan pada era Carlo Ancelotti. Itu terjadi salah satunya karena produktivitasnya. Ibanez tercatat mencetak delapan gol untuk Al-Ahli pada 2025.
4. Douglas Santos baru mengoleksi tujuh caps
Douglas Santos mendapat panggilan pertamanya dari Timnas Brasil pada 2013. Namun, ia mengukir debut 3 tahun berselang. Pria yang lahir pada 22 Maret 1994 ini kemudian baru kembali membela negaranya pada 5 September 2025.
Santos mendapat kesempatan keduanya itu ketika Brasil sudah dilatih Carlo Ancelotti. Ia akhirnya terbawa ke Piala Dunia 2026 dengan total tujuh caps. Salah satu alasan Ancelotti kepincut dengan Santos adalah karena permainan ofensifnya sebagai bek kiri bersama Zenit St. Petersburg.
5. Wesley sudah membela Brasil delapan kali
Wesley debut di Timnas Brasil saat menang 2-1 atas Kolombia pada 21 Maret 2025. Ini merupakan hadiah atas penampilan apiknya sebagai bek kanan di Flamengo. Karier penggawa setinggi 1,75 meter itu makin meningkat usai bergabung dengan AS Roma pada awal 2025/2026.
Sosok yang lahir pada 6 September 2003 tersebut mengakhiri musim debutnya bersama Roma dengan catatan 5 gol dan 1 assist dari 39 penampilan. Pada periode yang sama, ia menambah tujuh caps di Brasil. Hasilnya, Carlo Ancelotti pun membawanya ke Piala Dunia 2026.
Kelima nama di atas merupakan pemain bertahan dan berperan sebagai pelapis untuk Brasil di Piala Dunia 2026. Namun, akankah mereka mendapat kesempatan sekaligus membuka keran golnya di ajang yang bakal berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini?
















