3 Pemain Termuda Liverpool Cetak Gol Kemenangan di EPL

- Rio Ngumoha (16 tahun 11 bulan 27 hari) membawa Liverpool menang 3-2 atas Newcastle United di EPL 2025/2026
- Raheem Sterling (17 tahun 10 bulan 12 hari) membawa Liverpool menang 1-0 atas Reading di EPL 2012/2013
- Berkat gol dari Jamie Redknapp (19 tahun 2 bulan 11 hari), Liverpool menang atas Chelsea pada pekan ketujuh EPL 1992/1993
Rio Ngumoha menjadi perbincangan hangat berkat perannya dalam keberhasilan Liverpool mencuri tiga poin di markas Newcastle United pada pekan kedua English Premier League (EPL) 2025/2026. Masuk ke lapangan untuk menggantikan Cody Gakpo pada menit 90+6, remaja berusia 16 tahun mencetak gol penentu kemenangan melalui sepakan kaki kanan 4 menit berikutnya. Gol tersebut membuatnya memecahkan sejumlah rekor mentereng.
Pemain kelahiran London itu menjadi pencetak gol kemenangan termuda bagi Liverpool selama berlaga di EPL. Dengan usia 16 tahun 11 bulan 27 hari, ia merebut rekor yang sebelumnya dipegang Raheem Sterling. Hal ini mengindikasikan bahwa era baru para pemain muda Liverpool mulai menunjukkan dampak nyata, bahkan dalam laga-laga besar sebagai penentu hasil pertandingan.
1. Rio Ngumoha (16 tahun 11 bulan 27 hari) membawa Liverpool menang 3-2 atas Newcastle United di EPL 2025/2026
Rio Ngumoha memulai perjalanan sebagai bagian dari Liverpool pada musim panas 2024. Ia pergi dari akademi Chelsea untuk bergabung dengan akademi The Reds. Ngumoha merasa peluang untuk menjadi bagian dari tim utama lebih terbuka di Liverpool.
Setahun bermain untuk tim U-17 Liverpool, Ngumoha dilibatkan dalam agenda pramusim Liverpool pada musim panas 2025. Kesempatan emas itu mampu ia maksimalkan dengan begitu baik. Dalam 3 kali kesempatan bermain, ia mengemas 3 gol dan 2 assist. Statistik itu memperkuat keyakinan manajemen dan staf pelatih bahwa Ngumoha layak kembali mendapat kesempatan membela skuad utama, setelah sempat bermain selama 72 menit saat Liverpool mengalahkan Accrington pada putaran ketiga FA Cup 2025.
Benar saja, Ngumoha langsung memberi dampak pada penampilan pertamanya untuk Liverpool di EPL. Dalam laga melawan Newcastle United pada pekan kedua EPL 2025/2026, Arne Slot memasukkannya pada menit 90+6, ketika skor imbang 2-2. Tanpa pengawalan, ia menjebol gawang The Magpies yang dijaga Nick Pope pada menit 90+10, memanfaatkan umpan mendatar dari Mohamed Salah.
2. Raheem Sterling (17 tahun 10 bulan 12 hari) membawa Liverpool menang 1-0 atas Reading di EPL 2012/2013
Raheem Sterling menempati urutan ketiga dalam daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Liverpool di EPL. Gol tersebut sekaligus menjadi penentu kemenangan The Reds atas Reading pada pekan kedelapan EPL 2012/2013. Dalam duel yang berlangsung di Anfield itu, Sterling berusia 17 tahun 10 bulan 12 hari.
Sterling bermain sejak menit pertama pada laga tersebut. Ia mengisi lini serang bersama Luis Suarez sebagai ujung tombak dan Suso di sisi kanan. Sterling mencatatkan namanya di papan skor pada menit 29, yang sekaligus menjadi satu-satunya gol pada pertandingan itu.
Sterling menghabiskan waktu sebagai penggawa tim utama Liverpool selama 3 musim pada 2012–2015. Ia mengoleksi 23 gol dan 18 assist dari 129 laga. Sayangnya, tak ada trofi yang mampu ia persembahkan untuk The Reds.
3. Berkat gol dari Jamie Redknapp (19 tahun 2 bulan 11 hari), Liverpool menang atas Chelsea pada pekan ketujuh EPL 1992/1993
Jamie Redknapp adalah sosok kunci dalam keberhasilan Liverpool menumbangkan Chelsea pada pekan ketujuh EPL 1992/1993. Ia yang kala itu berusia 19 tahun 2 bulan 11 hari mencetak gol penentu kemenangan beberapa saat sebelum laga berakhir (menit 89). Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 oleh gol Dean Saunders dan Mick Harford.
Redknapp adalah seorang gelandang yang menjadi bagian dari Liverpool pada 1991–2002. Selama lebih dari 11 musim, ia mengemban tugas sebagai salah satu poros permainan di lini tengah. Dirinya mengemas 42 gol dan 31 assist dari 308 pertandingan.
Redknapp berpisah dengan Liverpool pada 2002, setelah mempersembahkan empat trofi. Ia kemudian melanjutkan kariernya sebagai pemain Tottenham Hotspur hingga musim dingin 2005. Redknapp lalu memilih Southampton sebagai klub terakhir dalam karier profesionalnya.
Kisah Rio Ngumoha seolah mengulang jejak para pendahulunya seperti Raheem Sterling dan Jamie Redknapp yang lebih dulu mencatat sejarah sebagai pencetak gol muda penentu kemenangan Liverpool di ajang EPL. Bedanya, Ngumoha melakukannya dengan usia yang jauh lebih belia dan dalam situasi krusial yang menuntut keberanian besar. Jika konsistensi dan perkembangannya terus terjaga, bukan mustahil ia akan menjadi bagian penting dari fondasi masa depan The Reds, sekaligus simbol lahirnya generasi baru yang siap menjaga tradisi kejayaan Liverpool.