Rasmus Hojlund tampil mengesankan bersama Napoli pada 2025/2026. Padahal, ia mengecewakan selama membela Manchester United (MU). Salah satu faktor yang membuat striker setinggi 1,91 meter tersebut impresif di Italia adalah karena pengalamannya berkarier di negara ini. Hojlund mengenakan seragam Atalanta pada 2022—2023. Itu sekaligus menjadikan Hojlund sebagai orang ketiga yang bermain untuk MU dan Atalanta.
3 Pemain yang Memperkuat Manchester United dan Atalanta

Intinya sih...
Manchester United merekrut Rasmus Hojlund dari Atalanta pada musim panas 2023 dengan harga tinggi
Amad Diallo bergabung dengan akademi Atalanta dari Boca Barco pada 2015 sebelum pindah ke Manchester United
Pemain pertama yang membela Manchester United dan Atalanta adalah Massimo Taibi, mengalami kondisi yang berbeda-beda ketika memperkuat kedua klub
1. Manchester United merekrut Rasmus Hojlund dari Atalanta pada musim panas 2023 dengan harga tinggi
Lahir di Denmark pada 4 Februari 2003, Rasmus Hojlund mengawali karier sepak bolanya bersama tiga klub lokal: Horsholm, Brondby, dan Copenhagen. Striker kidal ini mulai bermain di luar negeri bersama Sturm Graz pada Januari 2022. Ia meninggalkan Austria 7 bulan berselang setelah menerima tawaran dari Atalanta.
Hojlund hanya mencetak 10 gol dari 34 penampilan bersama Atalanta pada 2022/2023. Namun, torehan tersebut sudah cukup membuat Manchester United bersedia menyerahkan uang sebesar 85 juta euro (Rp1,6 triliun) demi mendapatkan jasanya. Sayangnya, investasi ini tidak membuahkan keuntungan yang memuaskan bagi MU.
Hojlund cuma menyumbang 26 gol dari 95 penampilan selama 2 musim. Mereka pun memilih meminjamkannya kepada Napoli pada awal 2025/2026. Nahas bagi MU, Hojlund produktif bersama juara bertahan Serie A Italia tersebut. Ia mencetak 9 gol dari 21 penampilan per 5 Januari 2026. Hojlund juga menyumbang tiga assist.
2. Amad Diallo membela Atalanta pada 2015—2021 sebelum pindah ke Manchester United
Amad Diallo bergabung dengan akademi Atalanta dari Boca Barco pada 2015. Saat itu, ia berusia 12 tahun. Amad tiba di Italia sebagai korban perdagangan anak. Ia diseludupkan dari negara asalnya, Pantai Gading. Meski begitu, winger kidal setinggi 1,73 meter ini mampu memaksimalkan potensinya di lapangan hijau. Amad mencuri perhatian di tim muda Atalanta dan berhasil mencetak 1 gol dari 5 kesempatan bersama skuad senior.
Pada 5 Oktober 2020, Manchester United mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Atalanta terkait transfer Amad. Namun, sang pemain baru bergabung pada Januari 2021 karena kendala dokumen. Pelatih MU saat itu, Ole Gunnar Solksjaer, mengungkapkan, mereka telah memantau Amad cukup lama. Sosok asal Norwegia ini meyakininya sebagai salah satu prospek paling cerah di sepak bola Eropa.
Amad harus bersabar menunggu kesempatannya di MU. Ia lebih dulu menjalani masa peminjaman di Rangers (Januari—Mei 2022) dan Sunderland (Agustus 2022—Mei 2023). Setelahnya, pemakai nomor punggung 16 ini pun mulai mendapat kepercayaan. MU bahkan memperpanjang kontrak Amad sampai 2030 pada Januari 2025. Per 5 Januari 2026, Amad sudah bermain 80 kali dan mencetak 16 gol serta 15 assist.
3. Massimo Taibi membela Manchester United pada 1999 dan Atalanta pada 2001—2005
Pemain pertama yang membela Manchester United dan Atalanta adalah Massimo Taibi. Mantan kiper asli Italia ini bermain untuk MU lebih dulu. Ia bergabung dari Venezia pada Agustus 1999. Namun, Taibi hengkang 5 bulan berselang ke Reggina secara pinjaman. Ia hanya bermain empat kali.
Taibi memilih pergi karena memiliki masalah keluarga. Setelah masa peminjamannya habis, Taibi pun tidak kembali ke MU. Ia bertahan bersama Reggina setelah mereka bersedia membelinya secara permanen. Setahun kemudian, pria setinggi 1,9 meter yang lahir pada 18 Februari 1970 ini bergabung dengan Atalanta.
Taibi membela Atalanta selama 4 tahun. Ia membuat 138 penampilan di semua kompetisi dan mencatatkan 43 clean sheet. Taibi meninggalkan Atalanta secara gratis untuk bergabung dengan Torino pada 2005. Setelah 2 tahun, ia pindah ke Ascoli. Taibi gantung sepatu di klub ini pada 2009. Dalam kariernya, Taibi juga pernah membela Licata, Trento, AC Milan, Como, dan Piacenza.
Ketiga sosok di atas mengalami kondisi yang berbeda-beda ketika memperkuat MU dan Atalanta. Rasmus Hojlund menjanjikan di Atalanta, tetapi gagal melanjutkannya di MU. Sebaliknya, Massimo Taibi mengecewakan di MU, tetapi bangkit di Atalanta. Sementara itu, Amad Diallo saat ini masih terus membangun kariernya di MU setelah menunjukkan potensi di Atalanta.