Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pengguna Nomor Punggung 4 Real Madrid sebelum Dean Huijsen

5 Pengguna Nomor Punggung 4 Real Madrid sebelum Dean Huijsen
ilustrasi logo Real Madrid (unsplash.com/simonreza_)
  • Dean Huijsen mengganti nomor punggung 24 menjadi 4 untuk musim 2026/2027, setelah Real Madrid tidak memperpanjang kontrak David Alaba yang berakhir pada musim panas 2026.
  • David Alaba mencatat 132 laga, 9 gol, dan 5 assist dalam lima tahun, serta membantu Real Madrid meraih dua Liga Champions sebelum kerap terkendala cedera.
  • Nomor 4 juga pernah dipakai legenda Fernando Hierro dan Sergio Ramos, sementara Borja Fernandez serta Ruben Gonzalez memiliki peran terbatas di tim utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dean Huijsen mengganti identitas jelang bergulirnya musim 2026/2027. Sebelumnya, bek berusia 21 tahun ini mengenakan nomor 24. Memasuki musim baru, ia memakai nomor 4 di balik seragam tempurnya. Sebelum Dean Huijsen, lima pemain pernah menggunakan nomor punggung 4 di Real Madrid. Lalu, seperti apa kiprahnya di Santiago Bernabeu?

  1. 1. David Alaba menjadi sosok tak tergantikan dalam kondisi terbaiknya

    Dean Huijsen mewarisi nomor punggung 4 sepeninggal David Alaba pada musim panas 2026. Real Madrid memutuskan tidak memperpanjang kontraknya yang habis. Riwayat cedera membuat manajemen melepas pemain 34 tahun tersebut secara bebas transfer. Selama 5 tahun di Santiago Bernabeu, ia memainkan 132 laga dengan 9 gol dan 5 assist.

    Kendati jarang bermain pada musim-musim terakhirnya karena cedera, Alaba sejatinya pemain yang tangguh. Dalam kondisi terbaiknya, ia merupakan sosok tak tergantikan. Ini terbukti ketika Alaba membawa Real Madrid menjuarai dua Liga Champions Eropa. Ia juga sukses menghadirkan trofi bergengsi lainnya ke ibu kota. Mulai dari LaLiga Spanyol, Copa del Rey, Supercopa de Espana, UEFA Super Cup, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Interkontinental.

  2. 2. Sergio Ramos menjelma sebagai legenda sekaligus pemain vital kejayaan Real Madrid

    Sergio Ramos punya karier panjang bersama Real Madrid. Datang ketika berusia 19 tahun pada 2005, ia menjelma sebagai bek tangguh dan kapten tim hingga 2021. Ia menghabiskan waktu 16 tahun untuk membawa Los Blancos berjaya di Spanyol dan mendominasi Eropa. Deretan 22 trofi bergengsi berhasil dihadirkan ke lemari prestasi Real Madrid. Ini termasuk hattrick menjuarai Liga Champions dalam 3 musim beruntun pada 2016–2018. 

    Sosoknya yang ikonis dengan nomor punggung 4 membuat kiprahnya tak tergantikan. Ramos merupakan bek yang spartan dan tak kenal takut. Berkat gaya bermainnya yang agresif itu, ia akrab dengan kartu kuning dan merah ketika membela Real Madrid. Catatan 671 laga menjadi bukti dirinya diandalkan. Selain itu, produktivitasnya sebagai bek juga terlihat jelas melalui 101 gol dan 40 assist. Konsistensi tersebut yang membuatnya dipercaya dalam waktu yang lama. 

  3. 3. Borja Fernandez hanya menjadi pelapis di lini tengah Real Madrid

    Borja Fernandez mengenakan nomor punggung 4 pada 2004/2005. Sebelumnya, ia kerap berganti nomor mulai dari 29, 32, dan 26. Maklum saja, ia merupakan pemain akademi yang naik ke tim utama. Sayangnya, kariernya terbilang tak begitu mentereng di Real Madrid. 

    Kariernya di Santiago Bernabeu membentang selama 4 tahun. Namun, Fernandez minim aksi. Ia tampil 38 kali di berbagai ajang. Bisa dibilang, ia hanya melengkapi skuad jika dibandingkan nama-nama bintang kala itu ketika Real Madrid tersohor dengan Los Galacticos. 

  4. 4. Ruben Gonzalez juga gagal diandalkan meski dipromosikan dari akademi

    Semusim sebelumnya pada 2003/2004, nomor punggung 4 menjadi milik Ruben Gonzalez. Nasibnya tidak berbeda jauh dengan Borja Fernandez. Bisa dibilang, ia lebih buruk sebab tak pernah benar-benar diandalkan ketika dipromosikan ke tim utama pada 2002. 

    Selama 4 tahun, Gonzalez hanya dipercaya bermain 16 kali. Kesempatan tersebut datang dari bangku cadangan. Ia juga sempat dipinjamkan kepada Borussia Moenchengladbach. Namun, ketatnya persaingan membuatnya gagal tampil reguler setelah kembali. Meski dianggap prospek menjanjikan, ia gagal memenuhi harapan hingga dilepas pada musim panas 2006. 

  5. 5. Fernando Hierro menjadi legenda yang ikonis di barisan pertahanan Real Madrid

    Fernando Hierro memperkuat Real Madrid selama 14 tahun pada 1989–2003. Dalam karier panjangnya ini, ia sempat mengenakan nomor unik bagi bek seperti 10, 9, dan 16. Namun, ia benar-benar ikonis dengan nomor punggung 4 ketika mencapai puncak performanya. Selama lebih dari sedekade, ia menjadi tumpuan utama lini belakang Los Blancos.

    Kendati berposisi sebagai bek, Hierro dikenal luas berkat ketajamannya. Dari 601 penampilan, ia menghasilkan 127 gol dan 33 assist. Dalam periode tersebut, ia menjadi fenomena tersendiri karena gaya bermain agresifnya. Musim terbaiknya hadir di LaLiga 1991/1992 dengan torehan 21 gol. Ia hanya kalah dari Manolo yang membuat 27 gol bersama Atletico Madrid. Hingga saat ini, ia masih memegang rekor sebagai bek dengan gol terbanyak dalam semusim LaLiga. Total 16 trofi dihadirkan ke lemari prestasi Real Madrid, termasuk 5 LaLiga dan 3 Liga Champions.

    Tidak semua pemain di atas mampu diandalkan. Namun, mayoritas menjelma sebagai pemain kunci hingga menjadi legenda Real Madrid. Musim debutnya pada 2025/2026, Dean Huijsen telah menunjukkan kualitasnya. Dengan usia yang masih muda, ia bisa lebih baik lagi. Bergantinya identitas tersebut menjadi penanda bagianya naik level bersama Real Madrid.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More