5 Bek Prancis yang Membela AC Milan sebelum Sankhoun Diawara

- AC Milan merekrut bek Prancis 20 tahun, Sankhoun Diawara, dari Troyes seharga 2 juta euro untuk memperkuat pertahanan musim 2026/2027.
- Marcel Desailly menjadi bek Prancis paling sukses di Milan dengan Liga Champions, dua Serie A, dan UEFA Super Cup; Bruno N’Gotty turut meraih Scudetto 1998/1999.
- Philippe Mexes memenangkan Supercoppa Italiana, Adil Rami tampil 44 kali tanpa trofi, sedangkan Pierre Kalulu membantu Milan menjuarai Serie A 2021/2022 setelah 11 tahun.
AC Milan menambah amunisi baru di sektor pertahanan untuk mengarungi musim baru 2026/2027. Sankhoun Diawara didatangkan untuk memperkuat lini belakang. Pemain berusia 20 tahun ini ditebus dari Troyes senilai 2 juta euro atau Rp41,1 miliar. Dalam sejarahnya, AC Milan banyak diperkuat pemain dari Prancis. Khusus bek, ada lima nama yang pernah membela I Rossoneri sebelum Sankhoun Diawara. Seperti apa kiprahnya?
1. Marcel Desailly tampil tangguh di barisan pertahanan AC Milan
Marcel Desailly merupakan tembok kokoh AC Milan pada 1993–1998. Kala itu, Desailly datang dengan reputasi apik setelah membantu Olympique Marseille menjuarai Liga Champions Eropa 1993. Hanya setahun kemudian, giliran AC Milan yang dibawanya juara. Ia sukses back-to-back juara dengan klub berbeda. Konsistensi ini diteruskan hingga membuatnya bertahan lama.
Sejatinya, Desailly datang untuk mengisi pos bek tengah. Namun, Fabio Capello sebagai pelatih AC Milan saat itu juga memasangnya sebagai gelandang bertahan. Desailly sukses memainkan peranan tersebut hingga membuat AC Milan kompetitif. Selama 5 tahun di San Siro, Desailly memainkan 186 laga dengan kontribusi 7 gol dan 7 assist. Selain memenangkan Liga Champions, Desailly juga berhasil menjuarai 2 Serie A Italia dan 1 UEFA Super Cup.
2. Bruno N’Gotty mampu diandalkan meski hanya semusim di San Siro
Bruno N’Gotty menjalani karier yang singkat di AC Milan. Ia hanya semusim di San Siro pada 1998/1999. Kendati begitu, pemain kelahiran Lyon ini tampil kokoh di lini belakang. Duetnya bersama Paolo Maldini mampu menghadirkan Scudetto pada musim tersebut.
Namun, N’Gotty justru kehilangan tempat utama pada awal 1999/2000. Ia tergeser dengan bek anyar sehingga membuatnya memilih dipinjamkan kepada Venezia pada Januari 2000. Setelah kembali, AC Milan menjualnya kepada Olympique Marseille pada musim panas tahun yang sama. Secara total, ia memainkan 34 pertandingan dengan sumbangsih trofi Serie A.
3. Philippe Mexes dipercaya mengawal pertahanan AC Milan selama 5 musim
Philippe Mexes membela AC Milan pada pengujung karier profesionalnya sebagai pesepak bola. Ia berlabuh ke AC Milan setelah meninggalkan AS Roma pada 2011. Kiprahnya bertahan selama 5 tahun di San Siro hingga akhirnya dilepas pada musim panas 2016. Setelah sempat tanpa klub, ia memutuskan untuk gantung sepatu pada November 2017.
Kendati datang ketika usianya tak lagi muda, Mexes mampu dipercaya mengisi peran bek tengah AC Milan. Ia total bermain dalam 114 pertandingan di lintas kompetisi dengan 7 gol dan 4 assist. Sayangnya, ia belum mampu menghadirkan Scudetto bagi AC Milan. Meski demikian, ia tetap membawa AC Milan berprestasi dengan menjuarai Supercoppa Italiana.
4. Adil Rami hanya bertahan 1,5 musim sebagai bek utama AC Milan
Adil Rami membela AC Milan pada 2014–2016. Mulanya, Rami mengalami masalah internal dengan Valencia pada awal musim 2013/2014. Ini membuatnya berlatih terpisah hingga akhirnya diizinkan trial bersama AC Milan. Setelah itu, AC Milan meminjamnya pada Januari 2014 dan dipermanenkan pada musim panas tahun yang sama.
Kendati diandalkan, Rami hanya bertahan 1,5 tahun. Ia memang mampu memainkan 44 laga di berbagai ajang. Namun, ia memutuskan untuk pergi pada musim panas 2015. AC Milan melepasnya ke Sevilla. Sayangnya, ia tidak bisa memberikan trofi kepada publik San Siro. Meski begitu, kiprah singkatnya ini membantu AC Milan melewati masa transisi dengan baik.
5. Pierre Kalulu berperan vital membantu AC Milan buka puasa gelar liga
Pada musim panas 2020, AC Milan mendatangkan Pierre Kalulu dari akademi Lyon. Meski tak pernah mentas bersama tim utama, AC Milan kepincut berkat bakat mudanya. AC Milan merekrutnya bebas transfer. Kalulu menjadi andalan di San Siro selama 4 tahun.
Meski datang saat 20 tahun, Kalulu berkembang baik sebagai bek. Ia menjelma sebagai sosok kunci AC Milan bisa kembali kompetitif. Puncaknya adalah membawa AC Milan buka puasa gelar liga selama 11 tahun. Ia berperan krusial menghantarkan AC Milan menjuarai Serie A 2021/2022. Secara total, ia dipercaya tampil 112 kali dengan torehan 3 gol dan 3 assist. Pada 2024/2025, ia dipinjamkan kepada Juventus dan dipermanenkan pada musim panas 2025.
Seluruh pemain di atas pernah menjadi andalan di barisan pertahanan AC Milan. Kini, Sankhoun Diawara punya kans yang sama mengikuti jejak apik para terdahulunya. Dengan talenta mudahnya, ia diharapkan bisa memaksimalkannya bersama AC Milan. Menarik dinanti kiprahnya di lini belakang AC Milan pada musim baru 2026/2027.



















