Fabio Grosso menurunkan lima pemain terbaru Fiorentina pada pekan pertama Serie A Italia 2026/2027. Mereka mencatatkan menit bermain yang berbeda pada pertandingan tersebut. Kehadiran mereka belum membuahkan hasil positif dengan menelan kekalahan menyakitkan dari AS Roma. Meski begitu, mereka masih memiliki kesempatan untuk bangkit pada pekan selanjutnya. Berikut kelima pemain tersebut.
5 Pembelian Fiorentina yang Main pada Pekan Perdana Serie A 2026/2027

- Fabio Grosso menurunkan lima rekrutan Fiorentina pada laga pembuka Serie A 2026/2027, tetapi timnya kalah 0-4 dari AS Roma di Stadio Olimpico.
- Mateo Pellegrino bermain penuh sebagai starter, Arthur Atta tampil hingga menit ke-74, sementara Marco Brescianini menjalani debut setelah dipermanenkan.
- Christ Inao Oulai mencatat debut di sepak bola Italia sebagai pemain pengganti, sedangkan Victor Valdepenas mendapat 10 menit bermain untuk mulai beradaptasi.
1. Mateo Pellegrino tidak tergantikan selama pertandingan berlangsung
Mateo Pellegrino mendapat kepercayaan menjadi starter pada debutnya bersama Fiorentina di Serie A 2026/2027. Bahkan, ia saat itu bermain selama 90 menit. Ini dicatatkan saat timnya bermain di Stadio Olimpico untuk menantang AS Roma yang berakhir dengan kekalahan 4-0.
Ini bukanlah penampilan pertamanya di Serie A. Ia sebelumnya sudah pernah bermain di Serie A saat masih menjadi bagian dari Parma. Ia kemudian memilih untuk bergabung ke Fiorentina usai menerima tawaran fantastis senilai Rp391 miliar pada bursa transfer musim panas 2026.
2. Arthur Atta sepakat menandatangani kontrak jangka panjang
Arthur Atta bermain bersama Fiorentina saat bentrok dengan AS Roma pada pekan pertama Serie A 2026/2027. Ia menjadi pasangan Franco Mastantuono sebagai gelandang serang pada pertandingan tersebut. Namun, ia tidak tampil penuh karena ditarik keluar pada menit ke-74.
Fiorentina mengumumkan transfer Arthur Atta dari Udinese pada 11 Juli 2026. Pemain berusia 23 tahun tersebut direkrut dengan biaya sebesar Rp434 miliar. Ia juga sepakat menjalin kerja sama berdurasi jangka panjang untuk bermain di Artemio Franchi hingga musim panas 2031.
3. Marco Brescianini memutuskan untuk bertahan lebih lama
Marco Brescianini masih mempertahankan posisinya sebagai gelandang bertahan Fiorentina. Ini terlihat dari pertandingan perdana melawan AS Roma di Serie A 2026/2027. Menariknya, itu merupakan penampilan debutnya sebagai pemain yang baru saja dipermanenkan La Viola.
Sebelumnya, ia sudah pernah membela Fiorentina saat menjadi pinjaman dari Atalanta BC. Ia menjalani masa pinjaman hanya selama enam bulan. Kendati cukup singkat, ia memutuskan untuk setuju bertahan lebih lama usai ditawar dengan banderol Rp173 miliar pada 1 Juli 2026.
4. Christ Inao Oulai mencatatkan sejarah dalam karier profesionalnya
Inao Oulai turut mencatatkan menit bermain saat menghadapi AS Roma di Serie A 2026/2027. Ia saat itu baru dimasukkan untuk menggantikan Nicolo Fagioli pada menit ke-62. Penampilan itu sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya menjajal langsung persepakbolaan Italia.
Inao Oulai merapat ke Fiorentina pada 19 Juli 2026. Trabzonspor melepas pemain asal Pantai Gading tersebut seharga Rp451 miliar. Ini nominal transfer yang sangat tinggi hingga masuk penjualan termahal sepanjang sejarah Trabzonspor, meskipun masih di bawah Ugurcan Cakir.
5. Victor Valdepenas masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi
Victor Valdepenas mendapat kesempatan untuk turun ke lapangan pada pekan perdana Serie A 2026/2027. Sayangnya, ia baru bermain usai Fiorentina kemasukan gol keempat dari pemain I Giallorossi. Meski begitu, penampilan selama 10 menit itu bakal membantunya beradaptasi.
Kepindahannya ke Fiorentina terjadi usai Real Madrid Castilla menerima proposal pembelian dengan mahar Rp139 miliar. Ia bakal menjadi bek potesial milik Fiorentina. Pasalnya, ia dapat tampil menjanjikan selama membela tim muda Los Merengues pada dua musim terakhirnya.
Fiorentina tidak butuh waktu lama untuk langsung memberikan kesempatan bermain kepada beberapa pembeliannya pada musim panas 2026. Ini menunjukkan bahwa La Viola menaruh harapan terhadap mereka di dalam tim. Namun, mampukah keberadaan mereka membantu tim bersaing di papan atas Serie A?

















